Konten dari Pengguna

Apa Itu Love Bombing dalam Bahasa Gaul? Ini Tanda dan Cara Mencegahnya

Artikel Kesehatan

Artikel Kesehatan

Kumpulan artikel yang membahas informasi seputar kesehatan.

·waktu baca 7 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Artikel Kesehatan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi apa itu love bombing. Foto: Pexels/Markus Winkler
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi apa itu love bombing. Foto: Pexels/Markus Winkler

Apa itu love bombing? Love bombing merupakan salah satu bahasa gaul yang tidak asing terdengar di tengah khalayak, bahkan sering kali muncul dalam percakapan maupun unggahan di sosial media. Istilah ini cukup populer dalam dunia percintaan masa kini.

Jika diterjemahkan dalam bahasa Indonesia, artinya adalah pengeboman cinta. Berdasarkan pengertiannya, love bombing adalah tindakan memberi kasih sayang dan perhatian secara berlebihan kepada pasangan.

Beberapa orang bisa saja menganggap bahwa love bombing tampak romantis karena membuatnya merasa mendapatkan perhatian yang besar. Padahal, justru membuat tanda dari perilaku manipulatif dalam hubungan.

Daftar isi

Apa Itu Love Bombing?

Ilustrasi apa itu love bombing. Foto: Pexels/RDNE Stock project

Istilah love bombing umumnya banyak digunakan oleh generasi muda. Love bombing merupakan istilah dalam bahasa Inggris yang berarti pengeboman cinta. Namun, artinya tidak sesederhana itu.

Dalam istilah psikologi, love bombing artinya mengacu pada perilaku atau tindakan romantis yang diberikan seseorang kepada pasangannya secara berlebihan.

Tindakan ini dapat berupa perhatian, kasih sayang, hadiah, pujian, dan sejenisnya. Namun, terkadang love bombing merupakan tindakan manipulatif yang berbahaya.

Meskipun pada awalnya tampak seperti tindakan yang romantis, love bombing sebenarnya adalah perilaku manipulatif yang dapat menyebabkan kerusakan dalam hubungan.

Mengutip dari buku Narcissistic Abuse, Gaslighting, & Codependency Recovery karya Holt (2023), love bombing berarti menunjukkan kepedulian dan perhatian untuk memengaruhi seseorang. Namun, seseorang kerap tidak menyadari bahwa dirinya sedang dipengaruhi.

Tindakan love bombing biasanya dilakukan dengan tujuan untuk memanipulasi pasangan agar hubungan berjalan sesuai dengan keinginan pelaku. Adapun orang yang melakukan love bombing disebut sebagai love bomber.

Mengutip dari laman VeryWell Mind, love bombing adalah suatu taktik seseorang untuk membombardir perasaan dan emosi pasangannya dengan menunjukkan perhatian dan kasih sayang yang berlebihan.

Beberapa orang justru merasa begitu disayangi, diperhatikan, dan dicintai oleh pelaku love bombing. Padahal pada saat yang sama, pelaku love bombing sedang berusaha memengaruhi atau mengontrol pasangan alias melakukan tindakan manipulatif.

Mengutip dari buku Panduan Mengelola Kemampuan Mempengaruhi Orang Lain karya Lubis (2024: 45), manipulatif adalah sifat atau karakteristik yang menggambarkan perilaku seseorang yang berusaha mengendalikan orang lain dengan tidak jujur demi keuntungan pribadi.

Perilaku yang termasuk manipulatif biasanya berusaha untuk mengendalikan pasangan demi membuat dirinya merasa aman. Love bombing dapat memicu hubungan yang toxic, tidak sehat, dan berdampak negatif pada kesejahteraan psikologis pasangan yang menjadi korban.

Selain itu, pasangan yang mengalami love bombing mungkin ketergantungan secara fisik dan emosi kepada pelaku.

Tanda Perilaku Love Bombing

Ilustrasi apa itu love bombing. Foto: Pexels/RDNE Stock project

Secara sederhana, love bombing adalah rangkaian tindakan fisik maupun verbal yang berlebihan untuk menunjukkan kasih sayang. Namun, terkadang di baliknya ada tujuan tertentu. Hal inilah yang membuatnya identik dengan tindakan manipulatif.

Maka dari itu, mengenali tanda perilaku love bombing menjadi sangat penting untuk menghindarkan diri dari hubungan yang beracun atau toxic relationship. Berikut ini adalah beberapa tanda dari perilaku love bombing, antara lain:

  • Seseorang selalu memberi pujian atau mengungkapkan cinta secara berlebihan. Pelaku love bombing melakukan hal itu guna meyakinkan pasangan dengan cintanya.

  • Pasangan selalu memberikan hadiah secara berlebihan. Pelaku love bombing cenderung tidak suka dengan penolakan sehingga pasangan harus mau menerima setiap hadiah yang diberikan.

  • Pelaku love bombing tidak pernah berhenti untuk menghubungi pasangan, baik itu telepon maupun pesan singkat. Ketika mendapat perlakuan seperti itu, korban love bombing umumnya merasa tidak nyaman, cemas, bahkan stres.

  • Pelaku love bombing tidak menyukai privasi dan selalu ingin tahu segala hal tentang pasangan. Hal itu juga akan membuat rasa tidak nyaman pada orang yang mengalami love bombing.

Faktor Penyebab Love Bombing

Ilustrasi apa itu love bombing. Foto: Pexels/RDNE Stock project

Umumnya, love bombing cenderung dialami oleh seseorang yang bersifat narsistik atau bermasalah dalam membangun hubungan sehat. Berikut ini adalah beberapa faktor penyebab perilaku love bombing, di antaranya:

  • Kurang percaya diri dalam menjalani hubungan, sehingga menggunakan love bombing untuk mendapatkan pengakuan.

  • Takut kehilangan menjadikan love bombing sebagai upaya untuk menjaga hubungan tetap berjalan.

  • Pengalaman buruk di masa lalu memicu tindakan love bombing untuk menciptakan rasa aman dalam hubungan yang baru.

  • Merasa perlu untuk memberikan perhatian dan kasih sayang tanpa henti untuk membuat dirinya puas.

  • Berniat mendapatkan keuntungan pribadi dengan cara mengendalikan orang lain sesuai apa yang diinginkan.

Tahapan Love Bombing

Ilustrasi apa itu love bombing. Foto: Pexels/RDNE Stock project

Mengutip dari jurnal Love-bombing: A Narcissistic Approach to Relationship Formation karya Strutzenberg C. C., terdapat beberapa tahapan love bombing yang sering terjadi, antara lain:

1. Idealisasi

Pada tahap ini, love bomber akan memberikan perhatian, pujian, dan hadiah secara berlebihan kepada pasangannya.

Tahap idealisasi sering kali terjadi pada awal hubungan, ketika keduanya masih dalam fase pendekatan, sehingga bisa membuat pasangan merasa sangat istimewa dan dicintai.

Namun, di balik perilaku tersebut terdapat niat yang buruk. Kemungkinan, love bomber akan membuat segala sesuatu terasa terlalu cepat dan sempurna, kemudian berusaha untuk memanipulasi pasangan dan menciptakan ketergantungan emosional.

2. Devaluasi

Pada tahap devaluasi, love bomber mulai mengubah sikap yakni bisa bersikap baik ataupun kasar kepada pasangan secara bergantian.

Di depan umum, love bomber mungkin tetap bersikap romantis dan baik. Namun, ketika hanya berdua dengan pasangan, dapat berubah menjadi kasar, menjengkelkan, hingga mengabaikan pasangan.

Pasangan yang menjadi korban love bombing akan merasa bingung dan terkadang merasa bersalah, sehingga mencoba untuk memahami perubahan perilaku tersebut.

3. Meninggalkan Pasangan

Tahap terakhir adalah meninggalkan pasangan karena merasa bahwa pasangan sudah tidak lagi menarik dan tidak memenuhi kebutuhan mereka.

Akibatnya, love bomber mungkin meninggalkan pasangan mereka. Sementara itu, pasangan mereka yang menjadi korban akan merasa ditinggalkan dan bingung setelah sebelumnya mendapatkan perhatian berlebihan.

Ciri-Ciri Love Bombing

Ilustrasi apa itu love bombing. Foto: Pexels/RDNE Stock project

Mengutip dari laman Choosing Therapy, berikut ini adalah ciri-ciri perilaku love bombing yang perlu diwaspadai, antara lain:

1. Keinginan untuk Mengetahui Segalanya tentang Pasangan

Umumnya, pelaku tampak sangat tertarik pada kehidupan pribadi pasangannya. Namun, hal ini bisa menjadi tanda peringatan jika mereka terlalu cepat bertanya mengenai informasi sensitif terkait kehidupan pribadi pasangan.

Sebab, mereka dapat menggunakan informasi tersebut untuk mengendalikan dan memanipulasi pasangan di masa depan.

2. Berbagi Kehidupan Pribadi Terlalu Cepat

Selain ingin mengetahui segalanya, love bomber juga cenderung membagikan detail kehidupan pribadi mereka dengan sangat cepat.

Mereka mungkin menceritakan seluruh trauma masa kecil pada pertemuan pertama atau kedua. Meskipun kejujuran mereka mungkin terlihat mengagumkan, tetapi ini bisa menjadi bentuk tindakan yang dibuat-buat.

Love bomber biasanya ingin pasangan merasa bahwa dirinya spesial dan mengetahui segala sesuatu tentang mereka.

3. Memberikan Hadiah yang Berlebihan

Love bomber cenderung memberikan hadiah secara berlebihan, seperti karangan bunga, cokelat, atau tiket liburan.

Biasanya, mereka akan memaksa pasangan untuk menerimanya. Sebab, mereka sulit menerima penolakan dan ingin membuat pasangan merasa berutang.

4. Mereka Menginginkan Validasi Terus-menerus

Love bomber selalu haus validasi dan perhatian secara terus-menerus. Tidak peduli seberapa banyak pujian atau rasa cinta yang didapatkan, itu tidak akan pernah cukup.

Biasanya, love bomber akan terus mencari lebih banyak validasi dan perhatian dari pasangan, sehingga pasangan mungkin merasa seperti kewajiban untuk terus memberikan perhatian pada mereka.

5. Memberikan Pujian yang Berlebihan

Selain haus validasi dan perhatian, love bomber juga akan terus-menerus memuji dan mengungkapkan rasa cinta mereka kepada pasangan secara berlebihan.

Tujuannya untuk memanipulasi pasangan dan meyakinkan bahwa mereka adalah satu-satunya orang yang paling penting dalam hidup.

6. Cemburu Berlebihan

Love bomber cenderung tidak suka ketika pasangan memberikan perhatian kepada orang lain. Mereka akan menjadi sangat cemburu dan mungkin marah jika pasangan menghabiskan waktu bersama orang lain, bahkan terkadang sekalipun keluar bersama keluarga.

7. Tidak Menghormati Batasan Privasi

Love bomber sering kali tidak menghormati batasan privasi milik pasangan. Mereka akan berusaha terus memanipulasi dan mengontrol pasangan hingga tidak memiliki privasi sama sekali.

Cara Mencegah Love Bombing

Ilustrasi apa itu love bombing. Foto: Pexels/RDNE Stock project

Untuk mengantisipasi terkena bahaya love bombing dalam suatu hubungan, maka disarankan untuk mengetahui cara pencegahan agar tidak menjadi korban love bombing. Berikut adalah beberapa cara mencegah love bombing.

  • Waspadalah jika seseorang terlalu cepat mengungkapkan cinta, memberikan perhatian berlebihan. Sebab, perasaan umumnya berkembang secara bertahap.

  • Beri waktu untuk mengenal pasangan lebih baik sebelum terikat semakin dalam.

  • Komunikasikan dengan pasangan apabila merasa tidak nyaman dengan intensitas hubungan.

  • Segera cari jalan keluar lain jika pasangan tidak menunjukkan perubahan karena bisa menjadi sumber bahaya.

  • Apabila terjebak dan kesulitan mengakhiri hubungan yang toxic, mintalah pertolongan kepada orang sekitar.

Demikian, itulah informasi mengenai apa itu love bombing dalam bahasa gaul beserta dengan tanda hingga cara untuk mencegahnya. (LAIL)

Baca Juga: 3 Penyebab Tidak Bahagia dengan Pasangan dan Ciri-cirinya