Apakah DBD Bisa Menular? Ini Penjelasannya Secara Ilmiah

Kumpulan artikel yang membahas informasi seputar kesehatan.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Artikel Kesehatan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

DBD (Demam Berdarah Dengue) merupakan salah satu penyakit infeksi yang banyak menjangkit masyarakat di area tropis seperti Indonesia. Apakah DBD bisa menular ke orang lain?
Menurut dr. Yuli Artanti dalam buku Mengenal Penyakit Menular (2022), penyakit DBD termasuk golongan penyakit menular. Penyebabnya berasal dari infeksi virus Dengue yang dibawa oleh nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus.
Kedua jenis nyamuk tersebut banyak tersebar di area tropis dan subtropis seperti Indonesia. Biasanya, nyamuk Aedes aegypti dan nyamuk Aedes albopictus mulai muncul di pagi dan sore hari.
Penularan penyakit DBD tidak terjadi akibat kontak langsung dengan penderita, melainkan melalui gigitan nyamuk yang membawa virus. Bagaimana gejala DBD dan cara menyembuhkannya? Simak informasi lengkapnya dalam artikel berikut.
Gejala Penyakit DBD
Penyakit DBD dapat mengakibatkan kerusakan pembuluh darah dan masalah kesehatan lainnya. Di samping itu, infeksi virus Dengue yang menjangkit ke dalam tubuh juga dapat menurunkan tingkat trombosit secara drastis.
Gejala yang ditimbulkan sangat beragam tergantung tingkat keparahannya. Biasanya, gejala akan dirasakan penderita pada 3-7 hari pertama setelah infeksi. Dikutip dari laman Centers for Disease Control and Prevention (CDC), berikut beberapa gejala yang umum dirasakan:
Demam tinggi
Nyeri kepala
Nyeri pada persendian dan tulang
Hilangnya nafsu makan
Mual disertai muntah
Muncul bintik atau ruam berwarna kemerahan di seluruh tubuh
Bagian belakang mata terasa nyeri
Terjadi pembengkakan pada kelenjar getah bening
Tubuh lemas dan hilang keseimbangan
Cara Mencegah dan Mengobati Penyakit DBD
Sebagaimana disebutkan sebelumnya, DBD termasuk penyakit yang menular. Namun, penularan tersebut bukan berasal dari kontak langsung dengan penderita, melainkan lewat gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus.
Oleh karena itu, dokter dan ahli kesehatan menyarankan masyarakat melakukan tindakan preventif untuk mencegah penularan tersebut. Berikut beberapa tipsnya yang bisa diikuti:
Melakukan vaksin Dengue pada usia 9-16 tahun. Vaksin dapat diberikan 3 kali dalam jarak waktu 6 bulan.
Melakukan pemberantasan jentik nyamuk dengan cara menguras dan menutup genangan air secara berkala atau penyemprotan zat insektisida.
Rutin berolahraga untuk meningkatkan sistem imunitas tubuh.
Rutin memakai krim atau lotion anti nyamuk.
Hindari menggantung pakaian kotor.
Selalu jaga kebersihan pribadi maupun lingkungan sekitar.
Jika sudah terlanjur terkena DBD, Anda bisa mencoba langkah pengobatan yang tepat untuk mengurangi gejala yang dirasakan dan mencegah berkembangnya virus di dalam tubuh. Langkah-langkah pengobatan tersebut antara lain:
Istirahat total dan perbanyak tidur.
Minum air mineral sebanyak mungkin untuk mencegah dehidrasi.
Konsumsi obat penurun panas yang sesuai dengan petunjuk dokter.
Lakukan tindakan rawat inap untuk mendapatkan asupan tubuh melalui infus.
Lakukan pengecekan detak jantung, detak nadi, dan kadar urine secara berkala.
Konsumsi makanan dan vitamin yang bisa menaikkan jumlah trombosit dalam tubuh.
Baca juga: 4 Jenis Ikan Pemakan Jentik Nyamuk yang Ampuh Cegah DBD
(MSD)
