Konten dari Pengguna

Apakah Gigi Bungsu Harus Dicabut? Ini Penjelasannya

Artikel Kesehatan

Artikel Kesehatan

Kumpulan artikel yang membahas informasi seputar kesehatan.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Artikel Kesehatan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi gig bungsu. Foto: Unsplash.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi gig bungsu. Foto: Unsplash.com

Gigi bungsu adalah bagian dari 32 gigi permanen manusia dengan total empat gigi bungsu, yakni dua di rahang atas dan dua di rahang bawah. Namun, tak semua orang memiliki ruang cukup di rahangnya untuk menampung gigi bungsu.

Akibatnya, gigi bungsu bisa tumbuh miring, tak sempurna, atau bahkan terjebak di bawah gusi, kondisi yang disebut sebagai impaksi. Jika sudah begini, apakah gigi bungsu harus dicabut? Simak jawaban lengkapnya di bawah ini.

Apakah Gigi Bungsu Harus Dicabut?

Ilustrasi periksa gigi bungsu. Foto: Unsplash

Tak semua gigi bungsu harus dicabut. Jika gigi tumbuh secara normal, tak menyebabkan nyeri, tak mengganggu struktur gigi lain, dan mudah dibersihkan, pencabutan tak perlu dilakukan.

Dalam beberapa kasus, dokter gigi hanya akan memantau secara rutin melalui rontgen gigi untuk memastikan tak terjadi perubahan negatif di kemudian hari.

Beberapa orang bahkan tak memiliki gigi bungsu sama sekali karena faktor genetik, dan ini tak akan menimbulkan masalah kesehatan apa pun.

Baca Juga: Cara Mengatasi Gigi Ngilu Secara Alami dan Medis

Faktor yang Menyebabkan Gigi Bungsu Harus Dicabut

Ilustrasi gig bungsu yang harus dicabut. Foto: Unsplash.com

Menurut informasi dari Mayo Clinic, berikut beberapa kondisi ketika gigi bungsu sebaiknya dicabut menurut rekomendasi dokter gigi:

  1. Gigi tumbuh miring atau tak sempurna. Bila gigi bungsu tumbuh miring ke arah gigi sebelah, hal itu bisa menyebabkan penumpukan sisa makanan dan plak lalu membuat gigi berlubang serta infeksi.

  2. Terjadi impaksi. Jika gigi bungsu terjebak di bawah gusi dan tak bisa tumbuh dengan baik, kondisi ini bisa menimbulkan rasa sakit dan pembengkakan.

  3. Infeksi dan peradangan. Gigi bungsu yang hanya tumbuh sebagian bisa membuat gusi mudah terinfeksi karena area tersebut sulit dibersihkan.

  4. Kista atau tumor. Dalam kasus yang lebih serius, impaksi gigi bungsu bisa menyebabkan terbentuknya kista yang merusak tulang rahang dan jaringan di sekitarnya.

  5. Ortodontik. Pada pasien yang menjalani perawatan kawat gigi (behel), gigi bungsu yang tumbuh bisa mendorong dan mengganggu hasil perawatan ortodontik.

Prosedur Pencabutan Gigi Bungsu

Ilustrasi prosedur cabut gigi bungsu. Foto: Unsplash

Jika pencabutan diperlukan, dokter gigi akan memeriksa rontgen terlebih dahulu untuk menentukan posisi dan kondisi gigi bungsu. Tindakan pencabutan bisa dilakukan dengan anestesi lokal atau sedasi ringan, tergantung kompleksitas kasus.

Setelah pencabutan, pasien perlu mengikuti instruksi pemulihan seperti menghindari makanan keras, menjaga kebersihan mulut, dan meminum obat sesuai resep.

Pasien juga disarankan untuk selalu menjaga kesehatan gigi dan rutin memeriksakan diri ke dokter gigi setiap enam bulan sekali sehingga bisa membantu mendeteksi masalah sejak dini, termasuk dalam hal pertumbuhan gigi bungsu.

(NDA)