Konten dari Pengguna

Apakah Kondom Bisa Bocor? Ini Penjelasannya

Artikel Kesehatan

Artikel Kesehatan

Kumpulan artikel yang membahas informasi seputar kesehatan.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Artikel Kesehatan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi kondom. Foto: Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi kondom. Foto: Pexels

Kondom merupakan alat kontrasepsi yang terbuat dari bahan seperti lateks, poliuretan, atau bahan alami yang dipasang pada penis atau vagina saat berhubungan seksual.

Lantaran dari bahan-bahan tersebut, tak sedikit orang yang penasaran dan bertanya-tanya, apakah kondom bisa bocor? Simak penjelasannya di bawah ini.

Apakah Kondom Bisa Bocor?

Ilustrasi kondom. Foto: Pexels

Kondom adalah salah satu alat kontrasepsi yang paling populer dan mudah digunakan. Fungsi utamanya untuk mencegah kehamilan dan membantu mencegah penularan penyakit menular seksual (PMS).

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), penggunaan kondom dapat menekan kemungkinan kehamilan hingga 98 persen, sekaligus menurunkan risiko penularan HIV/AIDS hingga 80 persen.

Akan tetapi, di balik kepraktisannya, kondom bukan alat kontrasepsi yang sempurna. Kondom tetap dapat bocor, meski sudah digunakan dengan benar.

Oleh karena itu, pasangan suami istri yang ingin menunda kehamilan dengan menggunakan kondom disarankan untuk memperhatikan kualitas dan cara pemakaiannya agar hubungan intim tetap aman dan nyaman.

Baca Juga: Apakah Anak Speech Delay Bisa Sembuh? Ini Penjelasannya

Penyebab Kondom Bisa Bocor

Ilustrasi kondom. Foto: Pexels

Kebocoran kondom biasanya disebabkan oleh beberapa faktor, baik dari kesalahan penggunaan maupun dari kondisi produk itu sendiri. Berikut beberapa penyebab umum kondom bisa bocor:

  • Ukuran yang tidak sesuai. Kondom yang terlalu kecil bisa robek saat digunakan, sedangkan yang terlalu besar bisa lepas atau melonggar, meningkatkan risiko bocor.

  • Penyimpanan yang salah. Menyimpan kondom di tempat yang panas, lembap, atau terkena sinar matahari langsung bisa merusak kualitas lateks dan membuatnya rapuh.

  • Kondom kedaluwarsa. Seperti produk lainnya, kondom memiliki tanggal kedaluwarsa. Menggunakan kondom yang sudah melewati masa pakainya meningkatkan risiko kebocoran.

  • Penggunaan pelumas yang tidak sesuai. Kondom berbahan dasar lateks tidak boleh digunakan dengan pelumas berbahan dasar minyak (seperti baby oil atau petroleum jelly) karena bisa merusak lateks dan menyebabkan robek.

  • Pemasangan yang tidak benar. Salah dalam memasang kondom, seperti tak menyisakan ruang di ujung atau memasangnya secara terburu-buru bisa membuatnya mudah sobek atau tergelincir.

Cara Mencegah Kondom Bocor

Untuk menghindari kebocoran kondom, berikut beberapa tips yang bisa dilakukan pasangan suami istri:

  1. Pilih ukuran kondom yang tepat sesuai dengan ukuran penis.

  2. Gunakan pelumas berbahan dasar air jika diperlukan.

  3. Cek tanggal kedaluwarsa sebelum digunakan.

  4. Simpan kondom di tempat yang sejuk dan kering.

  5. Gunakan kondom sekali pakai saja dan jangan pernah menggunakannya kembali.

  6. Ikuti instruksi pemakaian yang tertera di kemasan kondom.

Namun, jika kondom bocor saat berhubungan, langkah pertama adalah tetap tenang. Kemudian lakukan beberapa hal berikut:

  1. Segera hentikan hubungan intim dan lepaskan kondom dengan hati-hati.

  2. Cuci area genital dengan air bersih (jangan menggunakan sabun berlebihan yang dapat mengganggu keseimbangan pH).

  3. Pertimbangkan untuk menggunakan kontrasepsi darurat jika khawatir terjadi kehamilan (berkonsultasilah dengan tenaga medis secepatnya).

(NDA)