Aturan Minum Paracetamol yang Aman untuk Dewasa dan Anak

Kumpulan artikel yang membahas informasi seputar kesehatan.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Artikel Kesehatan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Paracetamol merupakan salah satu obat paling umum yang digunakan untuk meredakan demam dan nyeri. Obat ini bisa ditemukan dengan mudah di apotek, minimarket, bahkan warung, sehingga banyak orang merasa aman mengonsumsinya.
Meski paracetamol tersedia bebas tanpa resep dokter, obat ini tetap memiliki aturan minum yang harus diikuti oleh setiap penggunannya. Penggunaan yang tak sesuai dosis dapat menyebabkan efek samping yang merugikan tubuh.
Lalu, bagaimana aturan minum paracetamol yang benar? Simak penjelasannya dalam artikel ini mengenai cara konsumsi paracetamol dengan aman.
Aturan Minum Paracetamol
Paracetamol atau dikenal juga sebagai acetaminophen adalah obat pereda nyeri (analgesik) dan penurun demam (antipiretik). Obat ini bekerja dengan cara mengurangi produksi zat kimia di otak yang bertanggung jawab atas rasa sakit dan peningkatan suhu tubuh saat sakit.
Paracetamol sering menjadi pilihan pertama dalam mengobati berbagai kondisi seperti sakit kepala, nyeri otot, sakit gigi, nyeri haid, serta demam akibat infeksi virus atau bakteri.
Kendati tergolong aman, obat ini memiliki beberapa aturan minum yang perlu diperhatikan. Mulai dari dosis, interval waktu antar-dosis, dan kombinasi dengan obat lain. Berikut penjelasannya.
1. Perhatikan Dosis Minum
Obat ini tersedia dalam berbagai bentuk, mulai dari tablet, sirop, bubuk, supositoria hingga injeksi. Penggunaan dosis paracetamol dapat bervariasi tergantung usia, berat badan, kondisi medis pasien dan formulasi obat yang digunakan.
Mengutip buku berjudul Buku Ajar Farmakologi oleh Tuhfatul Ulya dkk, umumnya dosis paracetamol pasien dewasa adalah sebagai berikut.
Pasien dewasa: Orang dewasa dapat menggunakan dosis tunggal 500 mg hingga 1000 mg, dengan total asupan harian tidak boleh melebihi 4000 mg atau setara dengan 8 tablet 500 mg dalam waktu 24 jam.
Pasien anak-anak: Anak-anak di bawah 12 tahun memerlukan dosis yang lebih rendah berdasarkan usia dan berat badan sehingga perlu untuk mengonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter atau apoteker.
Baca Juga: Metformin Diminum Kapan? Ini Waktu Terbaik dan Tipsnya
2. Perhatikan Waktu Minum
Selain memperhatikan dosis, waktu minum paracetamol juga perlu diperhatikan untuk memastikan bahwa obat ini bekerja secara efektif.
Berikan jeda yang cukup antar-dosis agar tubuh memiliki waktu untuk memetabolisme obat secara optimal. Beri jarak setidaknya 4 hingga 6 jam setelah konsumsi paracetamol sebelum minum dosis berikutnya.
Selain itu, selalu perhatikan batas harian konsumsi paracetamol yang telah ditetapkan medis, yaitu maksimal 4000 mg per hari untuk orang dewasa.
Melebihi jumlah ini bisa menimbulkan efek samping berbahaya. Beeberapa gejala overdosis paracetamol meliputi nyeri perut, muntah, dan kelelahan berlebihan.
3. Periksa Kandungan Obat Lain
Sebelum menambahkan tablet paracetamol, sangat penting untuk terlebih dahulu memeriksa kandungan dari obat lain yang sedang dikonsumsi pada waktu yang bersamaan.
Mengutip laman National Health Service (NHS), paracetamol umumnya aman dikombinasikan dengan sebagian besar obat resep, termasuk antibiotik atau obat pereda nyeri lainnya yang tak mengandung paracetamol.
Namun, hindari mengonsumsi paracetamol bersamaan dengan obat lain yang juga mengandung zat aktif yang sama. Jika secara tak sadar mengonsumsi dua obat berbeda yang sama-sama mengandung paracetamol, ini berisiko overdosis.
Selain itu, beri tahu dokter atau apoteker jika sedang mengonsumsi obat lain, termasuk obat herbal, vitamin, atau suplemen di waktu bersamaan.
(SA)
