Cara agar Bayi Tidak Muntah Setelah Minum ASI

Kumpulan artikel yang membahas informasi seputar kesehatan.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Artikel Kesehatan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Muntah setelah minum ASI merupakan hal yang cukup umum terjadi pada bayi. Namun, bukan berarti kondisi ini tak bisa dicegah. Dengan memperhatikan cara menyusui yang benar, risiko bayi mengalami muntah bisa diminimalkan.
Penyebab bayi muntah setelah menyusu sangat beragam dan tidak semuanya berbahaya. Kadang muntah terjadi karena bayi minum terlalu banyak, terlalu cepat, atau karena posisi menyusui yang kurang ideal.
Artikel ini akan membahas secara lengkap mengenai cara agar bayi tidak muntah setelah minum ASI. Mulai dari memperhatikan posisi menyusui, mengatur frekuensi pemberian ASI, hingga membuat bayi beserdawa setelah menyusu.
Cara agar Bayi Tidak Muntah Setelah Minum ASI
Meskipun muntah setelah minum ASI adalah hal yang normal, ada beberapa langkah untuk menguranginya yang dikutip dari laman KidsHealth.
1. Pastikan Posisi Menyusui Benar
Salah satu penyebab utama bayi muntah setelah menyusu adalah posisi menyusui yang kurang tepat. Saat bayi dalam posisi terlalu datar atau kepala lebih rendah dari perut, ASI bisa dengan mudah kembali ke kerongkongan dan menyebabkan muntah.
Menyusui bayi dalam posisi yang lebih tegak dapat mengurangi kemungkinan muntah dan membuat bayi lebih nyaman dengan menjaga ASI tetap di perut.
2. Buat Bayi Beserdawa Lebih Sering
Membuat bayi beserdawa dapat mencegah muntah dengan cara membantu mengeluarkan udara yang terperangkap muntah. Ketika bayi menyusu, udara bisa ikut masuk ke dalam lambung.
Udara ini bisa memicu tekanan di lambung yang kemudian menyebabkan ASI kembali naik ke atas dan keluar sebagai muntah. Untuk itu, setelah bayi selesai menyusu, gendong ia dalam posisi tegak, lalu tepuk-tepuk punggungnya dengan lembut.
3. Jaga Bayi Tetap Tegak Setelah Menyusui
Kesalahan umum yang sering dilakukan adalah langsung menidurkan bayi setelah menyusu. Padahal posisi berbaring bisa memicu ASI kembali naik ke kerongkongan.
Untuk mencegah bayi muntah, gendong bayi dalam posisi tegak atau dekap bayi di dada selama 20—30 menit. Gravitasi akan membantu ASI tetap di dalam perut dan memberi waktu bagi sistem pencernaan bayi untuk bekerja dengan baik.
Baca Juga: Anak Batuk saat Tidur sampai Muntah, Ini Penyebab dan Cara Menanganinya
4. Hindari Menyusui Terlalu Cepat atau Terlalu Banyak
Menyusui terlalu banyak atau terlalu cepat justru bisa memicu muntah pada bayi. Alih-alih menyusui dalam jumlah banyak sekaligus, lebih baik berikan ASI dalam frekuensi yang lebih sering dan dengan durasi singkat.
Cara ini membantu perut bayi menerima ASI secara bertahap, tanpa membuatnya kekenyangan. Selain itu, perhatikan tanda-tanda bayi sudah cukup minum ASI.
Jangan memaksa bayi untuk menyusu jika ia tampak rewel atau tidak menginginkannya. Dengan memperhatikan frekuensi dan durasi menyusui, hal ini dapat membantu mencegah muntah.
5. Hindari Gerakan Kasar Setelah Menyusui
Setelah bayi menyusu, hindari menggoyang-goyangkan tubuhnya atau bermain dengan bayi. Gerakan tiba-tiba atau terlalu banyak bisa membuat ASI di lambung terdorong kembali ke atas dan menyebabkan muntah.
Ciptakan suasana tenang setelah menyusu. Biarkan bayi bersandar, digendong lembut atau duduk di pangkuan dengan tenang selama beberapa menit.
(SA)
