Konten dari Pengguna

Cara Makan Salak agar Tidak Sembelit yang Aman Diikuti

Artikel Kesehatan

Artikel Kesehatan

Kumpulan artikel yang membahas informasi seputar kesehatan.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Artikel Kesehatan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi buah salak. Foto: Unsplash.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi buah salak. Foto: Unsplash.com

Salak dikenal sebagai salah satu buah tropis yang digemari karena rasanya manis dan segar. Tak hanya enak dimakan langsung, salak juga sering dijadikan campuran dalam smoothie, salad, puding, hingga diolah menjadi manisan dan keripik.

Selain itu, salak juga mengandung berbagai nutrisi penting seperti vitamin, mineral, dan serat. Kandungan ini membuatnya bermanfaat untuk menjaga daya tahan tubuh, meningkatkan kesehatan jantung dan otak, serta membantu mengurangi risiko berbagai penyakit.

Meski kaya nutrisi, sebagian orang mengeluhkan sembelit setelah mengonsumsi salak. Kendati demikian, hal ini bukan berarti salak menjadi musuh bagi pencernaan. Jika dikonsumsi dengan cara yang tepat, salak justru bisa memberikan manfaat besar bagi kesehatan tubuh.

Cara Makan Salak agar Tidak Sembelit

Ilustrasi cara makan salak agar tidak sembelit. Foto: Unsplash.com

Salak merupakan salah satu buah yang kaya akan serat sehingga memberikan efek kenyang lebih lama. Hal ini karena serat dalam salak membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna dan diserap oleh usus.

Selain tinggi serat, salak juga menyimpan beragam nutrisi penting bagi tubuh. Di dalamnya terkandung kalori, protein, karbohidrat, kalsium, fosfor, zat besi, vitamin C dan B, serta air.

Meski begitu, seperti dijelaskan dalam buku Ancaman di Balik Segarnya Buah & Sayur karya Nunung Nurjanah dan Nur Ihsan, mengonsumsi buah salak sebaiknya perlu dikontrol agar tak berlebihan. Dalam jumlah yang wajar, salak umumnya aman dikonsumsi dan memberikan manfaat.

Karena buah ini mengandung serat dalam jumlah tinggi, beberapa orang mungkin mengalami gangguan pencernaan saat mengonsumsinya terlalu banyak. Gejala seperti sembelit, perut kembung, dan mulas bisa muncul sebagai tanda bahwa salak telah dikonsumsi secara berlebihan.

Untuk menghindari masalah pencernaan tersebut, ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan sebelum menyantap salak. Berikut penjelasannya.

1. Makan Salak Beserta Kulit Arinya

Ketika makan salak, pastikan untuk selalu konsumsi beserta kulit arinya. Meskipun terasa sedikit kasar atau tak nyaman di lidah, kulit ari justru membantu proses mencerna makanan.

Serat dari kulit ari ini akan menjaga tekstur feses tetap lembut dan mudah dikeluarkan. Jika selama ini terbiasa membuang kulit ari salak, cobalah mulai mengubah kebiasaan ini. Kupas kulit luar salak secara hati-hati, lalu makan langsung dengan kulit arinya yang masih menempel.

2. Konsumsi dalam Jumlah Wajar

Salak sebaiknya tidak dikonsumsi dalam jumlah besar dalam satu waktu. Cukup makan 1–3 buah salak per hari, terutama jika tak terbiasa dengan pola makan tinggi serat. Terlalu banyak mengonsumsi salak, terutama tanpa kulit ari, dapat membuat saluran cerna bekerja ekstra dan memicu sembelit.

3. Minum Air Putih yang Cukup

Setelah makan salak, pastikan untuk minum air putih dalam jumlah yang cukup. Cairan membantu serat dari salak bekerja optimal dalam usus.

Tubuh yang kekurangan cairan akan menyebabkan proses mencerna melambat. Jika sudah minum cukup air sepanjang hari, risiko sembelit karena salak bisa diminimalkan secara signifikan.

Baca Juga: Cuka Apel untuk Asam Lambung: Manfaat, Risiko, dan Cara Mengonsumsinya

(SA)