Cara Mengobati Cacar Air agar Cepat Kering dan Hilang dengan Aman

Kumpulan artikel yang membahas informasi seputar kesehatan.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Artikel Kesehatan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Cacar air adalah infeksi yang disebabkan oleh virus varicella-zoster. Penyakit ini ditandai dengan munculnya ruam merah yang berubah menjadi lenting (gelembung berisi cairan) di seluruh tubuh.
Meski tergolong ringan pada anak-anak, cacar air dapat sangat mengganggu dan menyebabkan komplikasi jika tak ditangani dengan tepat.
Untuk mengetahui cara mengobati cacar air agar cepat kering dan hilang secara efektif, simak terus Artikel Kesehatan berikut ini hingga tuntas.
Cara Mengobati Cacar Air agar Cepat Kering dan Hilang
Meski bukan penyakit yang berbahaya bagi sebagian besar orang, cacar air bisa sangat mengganggu dan meninggalkan bekas jika tak ditangani dengan benar.
Dikutip dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC), berikut beberapa cara mengobati cacar air agar cepat kering dan hilang yang bisa diterapkan.
1. Istirahat Total dan Isolasi Mandiri
Langkah pertama yang harus dilakukan saat terkena cacar air adalah istirahat total. Tubuh memerlukan energi ekstra untuk melawan virus. Selain itu, karena cacar air sangat menular, penderita sebaiknya diisolasi dari orang lain, terutama bayi, ibu hamil, dan orang dengan imun rendah.
Durasi isolasi biasanya berlangsung hingga semua lenting kering dan mengelupas, yakni selama 7–10 hari.
2. Konsumsi Obat Sesuai Resep Dokter
Penting untuk mengonsumsi obat antivirus seperti asiklovir (acyclovir) sesuai anjuran dokter, terutama bila penderita adalah orang dewasa, ibu hamil, atau anak dengan risiko komplikasi.
Obat ini membantu mempercepat penyembuhan dan mencegah keparahan gejala. Selain antivirus, dokter juga dapat meresepkan:
Antihistamin untuk meredakan gatal.
Parasetamol untuk menurunkan demam (hindari aspirin karena bisa memicu sindrom Reye).
3. Jangan Menggaruk Ruam
Salah satu tantangan terbesar saat terkena cacar air adalah rasa gatal yang luar biasa. Namun, menggaruk bisa menyebabkan infeksi sekunder dan meninggalkan bekas luka permanen. Tips untuk mengurangi gatal:
Potong kuku pendek dan bersihkan setiap hari.
Gunakan sarung tangan saat tidur, terutama untuk anak-anak.
Oleskan losion kalamin atau salep antihistamin yang aman.
4. Mandi dengan Air Hangat dan Baking Soda
Mandi bukan pantangan bagi penderita cacar air, melainkan membantu menjaga kebersihan kulit. Agar lebih efektif, tambahkan baking soda atau oatmeal ke dalam air mandi.
Baking soda memiliki sifat menenangkan kulit dan mengurangi rasa gatal. Cukup tambahkan 2—3 sendok makan baking soda ke dalam air hangat, lalu mandi selama 10—15 menit.
5. Gunakan Pakaian Longgar dan Bahan Lembut
Hindari pakaian ketat yang bisa menekan ruam dan membuatnya pecah. Gunakan pakaian berbahan katun yang lembut dan longgar agar kulit bisa “bernapas” dan mempercepat pengeringan luka.
Baca Juga: Cara Mengobati Cacar Air pada Anak secara Tepat
6. Perbanyak Minum Air dan Makan Bergizi
Sistem imun sangat berperan dalam penyembuhan. Oleh karena itu, pastikan penderita:
Minum cukup air putih setiap hari.
Mengonsumsi makanan tinggi vitamin C seperti jeruk, pepaya, brokoli.
Hindari makanan berminyak atau terlalu manis yang bisa memicu peradangan.
7. Kompres Dingin atau Es Batu
Jika rasa gatal sangat mengganggu, gunakan kompres dingin di area yang terinfeksi. Kompres ini akan membantu mengurangi iritasi dan membuat lenting cepat mengering.
8. Biarkan Lenting Pecah dan Kering Secara Alami
Jangan pernah memecahkan lenting cacar secara paksa. Lenting tersebut mengandung virus aktif dan berisiko menyebabkan infeksi sekunder jika pecah sembarangan.
Biarkan lenting mengering dan mengelupas sendiri. Untuk membantu proses ini, mandi rutin dan jaga kebersihan kulit.
9. Gunakan Krim Penghilang Bekas Setelah Sembuh
Setelah semua lenting kering, rawat bekas luka dengan krim khusus penghilang bekas luka. Bahan seperti vitamin E, lidah buaya (aloe vera), dan centella asiatica (cica) dapat membantu memudarkan bekas secara bertahap.
Jika bekas luka cukup dalam, konsultasikan dengan dokter kulit untuk mendapatkan opsi perawatan tambahan, seperti mikrodermabrasi atau laser.
(NDA)
