Cedera Hamstring: Penyebab, Faktor Risiko, hingga Cara Menanganinya

Kumpulan artikel yang membahas informasi seputar kesehatan.
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Artikel Kesehatan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Cedera hamstring sangat umum terjadi pada atlet yang melakukan olahraga berat seperti pelari, sprinter, pemain sepak bola atau basket. Cedera hamstring atau sprain dapat terjadi apabila otot hamstring tertarik atau keseleo.
Tergantung pada tingkat cedera, cedera hamstring terbagi menjadi tiga tingkat. Mengutip buku Ensiklopedi Kesehatan 1: Penyakit oleh Atma Endris dkk, tingkatan cedera hamstring adalah sebagai berikut:
Tingkat 1: Sedikit keseleo pada otot. Ini berarti otot-otot hamstring hanya tertarik ringan atau menegang, sehingga kaki yang cedera masih dapat menanggung beban. Biasanya, cedera pada tingkat ini dapat hilang sendiri dalam beberapa hari.
Tingkat 2: Robekan pada sebagian otot. Akibatnya akan terasa lebih nyeri, tampak bengkak, memar, dan kaki yang cedera lebih lemah saat menahan beban. Masa penyembuhan pada tingkat ini bisa beberapa minggu hingga bulan.
Tingkat 3: Robekan pada seluruh otot. Akan terasa sangat nyeri, bengkak, memar, dan kaki tidak dapat digunakan sama sekali untuk berjalan. Masa penyembuhan di tingkat ini bisa beberapa minggu hingga bulan.
Penyebab Cedera Hamstring
Cedera hamstring adalah cedera yang terjadi pada ligamen atau kapsul sendi dalam bentuk regangan berputar atau robek. Dikutip dari buku Cedera Olahraga oleh Yusni, berikut penyebab cedera hamstring
Teknik latihan yang salah di saat melakukan olahraga;
Melakukan gerakan berputar saat olahraga, seperti pada olahraga atletik;
Melakukan olahraga pada daerah yang tidak rata;
Pendaratan atau jatuh pada posisi yang tidak tepat pada waktu berolahraga.
Faktor Risiko Cedera Hamstring
Masih mengutip buku yang sama, adapun faktor yang menyebabkan cedera hamstring, yakni:
Tidak melakukan pemanasan atau kurang pemanasan. Salah satu manfaat dari pemanasan (warm-up) sebelum berolahraga ada lah untuk meregangkan otot. Pemanasan yang cukup dapat menurunkan risiko terjadinya sprain pada waktu berolahraga.
Perlengkapan atau pakaian yang digunakan tidak sesuai dengan cabang olahraga. Pakaian yang digunakan untuk berolahraga harus menyerap keringat dan sesuai dengan ukuran tubuh (ergonomis), tidak terlalu besar atau kecil untuk ukuran tubuh.
Berat badan yang tidak ideal. Terlalu gemuk atau terlalu kurus dapat mengakibatkan otot dan sendi tidak mampu atau tidak sepenuhnya menyokong gerakan tubuh pada waktu melakukan olahraga.
Memaksa tubuh untuk beraktivitas saat sedang lelah berdampak pada performa yang kurang baik.
Tempat olahraga yang basah atau licin bisa menjadi pemicu jatuhnya para atlet saat berolahraga, sehingga meningkatkan risiko terjadinya cedera hamstring.
Cara Mengatasi Cedera Hamstring
Cara mengatasi cedera hamstring haruslah sesuai dengan tingkatannya. Cedera ringan biasanya dapat sembuh dalam beberapa hari. Sementara pada kasus yang cukup parah, proses penyembuhannya bisa memakan waktu berminggu-minggu bahkan sampai berbulan-bulan.
Meskipun cedera hamstring dapat sembuh dengan sendirinya, ada beberapa perawatan yang bisa dilakukan untuk mempercepat penyembuhan. Mengutip laman Healthline, berikut beberapa cara mengatasi cedera hamstring:
1. Istirahat
Saat mengalami cedera hamstring, maka sebaiknya jangan melakukan aktivitas yang terlalu berat terlebih dahulu. Sebab, aktivitas yang terlalu berat dapat membebani otot dan memperparah nyeri. Apabila otot terasa sangat nyeri, maka perlu menggunakan kruk (penyangga kaki) sampai kondisi kaki benar-benar pulih.
2. Kompres es
Kompres bagian yang cedera dengan es yang dibalut dengan handuk untuk mengurangi rasa sakit dan pembengkakan. Disarankan untuk mengompres kaki setidaknya selama 20-30 menit setiap tiga sampai empat jam. Lakukan perawatan ini selama dua hingga tiga hari, atau sampai rasa sakitnya hilang.
3. Pakai perban
Cedera hamstring dapat menyebabkan rasa nyeri yang menyakitkan saat mengalaminya. Untuk mengatasi hal ini, maka bisa dengan menggunakan perban elastis di sekitar kaki untuk menahan pembengkakan. Jangan lupa rutin mengganti perban supaya terhindar dari infeksi bakteri.
4. Tinggikan kaki
Posisikan kaki lebih tinggi dari jantung untuk melancarkan sirkulasi darah ke otot. Caranya bisa dengan menggunakan bantal saat duduk atau berbaring untuk mendapatkan posisi yang nyaman. Pertahankan posisi ini selama yang dibutuhkan atau hingga nyeri mereda.
5. Minum obat pereda nyeri
Dokter biasanya akan menyarankan untuk mengonsumsi obat anti inflamasi nonsteroid (NSAID), seperti ibuprofen atau naproxen agar membantu mengatasi rasa sakit dan pembengkakan.
6. Latihan peregangan
Meski rasanya terlalu sulit dilakukan, tapi latihan peregangan perlu dilakukan supaya otot tidak kaku. Namun, latihan peregangan dan penguatan ini hanya boleh dilakukan jika dokter atau terapis sudah merekomendasikannya.
7. Operasi
Dalam kasus yang parah, di mana cedera sampai menyebabkan otot robek, mungkin akan memerlukan pembedahan. Dokter bedah nantinya akan memperbaiki otot yang robek dan memasangnya kembali.
Baca Juga: Cedera Otot: Pengertian, Gejala, dan Cara Mengatasinya
(NDA)
Frequently Asked Question Section
Cedera hamstring apa bisa sembuh sendiri?

Cedera hamstring apa bisa sembuh sendiri?
Cedera ringan biasanya dapat sembuh dalam beberapa hari. Sementara pada kasus yang cukup parah, proses penyembuhannya bisa memakan waktu berminggu-minggu bahkan sampai berbulan-bulan.
Apa yang dimaksud dengan cedera hamstring?

Apa yang dimaksud dengan cedera hamstring?
Cedera hamstring adalah cedera yang terjadi pada ligamen atau kapsul sendi dalam bentuk regangan berputar atau robek.
Bagaimana cara menyembuhkan cedera hamstring?

Bagaimana cara menyembuhkan cedera hamstring?
Cara mengatasi cedera hamstring haruslah sesuai dengan tingkatannya. Cedera ringan biasanya dapat sembuh dalam beberapa hari. Sementara itu, proses penyembuhan pada kasus yang cukup parah bisa memakan waktu berminggu-minggu bahkan sampai berbulan-bulan.
