Ciri-Ciri Mata Silinder dan Bagaimana Cara Mengatasinya

Kumpulan artikel yang membahas informasi seputar kesehatan.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Artikel Kesehatan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mata silinder merupakan salah satu kelainan penglihatan yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Gangguan mata ini merupakan akibat dari bentuk bola mata yang tidak simetris.
Mengutip Hafalan Rumus Fisika SMA Kelas X, XI & XII karangan Syamsudin, mata silinder disebabkan oleh kornea mata yang kurang membentuk lingkaran, sehingga tidak dapat membedakan garis tegak dan garis mendatar secara bersamaan.
Ciri-ciri mata silinder selalu berbeda di setiap orang. Bahkan, ada beberapa penderita yang tidak menunjukkan ciri-ciri atau gejala mata silinder. Untuk lebih jelasnya, berikut ciri-ciri mata silinder yang dirangkum dari laman Health Line dan Marham:
Penglihatan terdistorsi atau kabur di semua jarak (dekat dan jauh);
Ketidaknyamanan atau kelelahan pada mata;
Kesulitan melihat di malam hari;
Sakit kepala;
Iritasi mata;
Ketegangan mata;
Menyipitkan mata untuk melihat sesuatu.
Apabila mengalami ciri-ciri tersebut, maka orang tersebut dianjurkan segera mengunjungi dokter untuk mengetahui kondisinya dan mendapatkan penanganan yang tepat.
Penyebab Mata Silinder
Mata silinder adalah keadaan yang dapat terjadi pada orang dewasa maupun anak-anak. Berikut penyebab mata silinder yang dikutip dari laman Marham.
Belum ada kepastian mengenai hal apa yang dapat menyebabkan mata silinder. Namun, faktor terbesarnya adalah genetika (keturunan).
Sering terjadi bersamaan dengan keadaan rabun jauh atau rabun dekat yang berlebihan.
Terjadi karena cedera mata atau setelah operasi mata.
Cara Perawatan Mata Silinder
Tujuan dari perawatan dari mata silinder adalah untuk meningkatkan kenyamanan dan kejernihan dalam penglihatan. Berikut cara perawatan mata silinder yang disadur dari laman Marham.
1. Lensa mata korektif
Lensa mata korektif (memperbaiki) berfungsi untuk melawan kelengkungan kornea dan lensa mata yang tidak rata. Terdapat dua macam lensa mata korektif, yakni:
Kacamata
Kacamata terdiri dari lensa yang mengompensasi bentuk mata yang tidak rata. Lensa ini berperan untuk membuat cahaya berbelok dengan benar ke arah mata dan mengoreksi kesalahan refraksi (penyimpangan arah) lainnya, seperti rabun jauh atau rabun dekat.
Lensa kontak
Sama seperti kacamata, lensa kontak juga berguna untuk memperbaiki penglihatan silinder. Lensa kontak langsung menempel pada bola mata, sehingga tidak akan mengganggu penampilan seseorang.
Perlu diketahui, mengenakan lensa kontak dalam waktu yang lama dapat meningkatkan risiko infeksi mata. Jadi, sebelum memakai lensa kontak, dianjurkan untuk berkonsultasi ke dokter terlebih dahulu.
2. Bedah atau operasi refraktif
Operasi refraktif berperan untuk meningkatkan penglihatan dan mengurangi kebutuhan seseorang terhadap kacamata atau lensa kontak. Operasi refraktif dilakukan dengan menggunakan sinar laser yang membentuk kembali lekukan kornea mata dan mengoreksi kesalahan refraksi agar dapat kembali melihat dengan nyaman.
3. Pengobatan alami
Mata silinder dapat diatasi dengan melakukan pengobatan alami, antara lain:
Relaksasi otot rektus: Untuk melemaskan otot rektus, mengurangi stres pada kornea, serta memperkuat otot sekitar mata.
Pijat mata: Untuk mengembalikan bentuk kornea mata.
Membaca: Untuk melepaskan ketegangan yang tekanan yang disebabkan penglihatan silindris yang dapat dilakukan 2-4 kali sehari.
Yoga mata: Untuk mempertajam fokus, memperkuat otot mata, dan meningkatkan penglihatan.
Berkedip: Untuk menjaga mata tetap lembab, mengurangi ketegangan mata, membantu fokus, dan membuat mata tetap segar.
(DND)
