Ciri-ciri Sakit Kepala karena Darah Rendah dan Cara Mengatasinya

Kumpulan artikel yang membahas informasi seputar kesehatan.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Artikel Kesehatan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sakit kepala adalah keluhan umum yang bisa dialami siapa saja. Namun, tak semua sakit kepala memiliki penyebab yang sama. Salah satu penyebab yang sering terjadi tetapi bisa kurang disadari adalah darah rendah atau hipotensi.
Bila tekanan darah turun di bawah normal, tubuh kekurangan pasokan darah ke otak yang kemudian memicu sakit kepala dan gejala lainnya. Mengenali ciri-ciri sakit kepala karena darah rendah sangat penting agar penanganannya bisa tepat dan cepat.
Ciri-ciri Sakit Kepala karena Darah Rendah
Secara medis, tekanan darah dikatakan rendah jika berada di bawah 90/60 mmHg. Meskipun pada beberapa orang tekanan darah rendah tak menimbulkan gejala, pada sebagian lainnya bisa menyebabkan keluhan yang mengganggu aktivitas, termasuk sakit kepala.
Hipotensi bisa bersifat sementara atau kronis, tergantung penyebabnya, seperti dehidrasi, efek samping obat, kehamilan, gangguan jantung, hingga gangguan endokrin. Berikut ciri-ciri sakit kepala karena darah rendah yang penting untuk dikenali:
1. Rasa Pusing atau Kepala Terasa Ringan
Gejala paling khas dari darah rendah adalah pusing yang sering kali disertai rasa kepala terasa ringan atau melayang. Pusing ini bisa muncul saat penderita berdiri terlalu cepat atau setelah bangun dari posisi duduk atau tidur.
2. Sakit Kepala Tumpul dan Menjalar
Sakit kepala karena darah rendah biasanya terasa tumpul dan menyebar di seluruh kepala, bukan berdenyut atau tertusuk di satu titik saja. Rasa nyerinya juga bisa semakin memburuk saat berdiri atau berjalan.
3. Pandangan Kabur atau Gelap
Kurangnya aliran darah ke otak dapat memengaruhi penglihatan. Penderita bisa mengalami pandangan kabur, gelap, atau bahkan nyaris pingsan. Hal ini sering terjadi saat tekanan darah turun secara mendadak.
4. Mual dan Keringat Dingin
Tekanan darah rendah bisa memicu sistem saraf simpatis untuk merespons yang menyebabkan rasa mual, berkeringat dingin, dan tak nyaman di perut. Gejala ini sering menyertai sakit kepala karena hipotensi.
5. Lemas dan Tak Bertenaga
Karena suplai oksigen dan nutrisi ke otak dan otot berkurang, tubuh menjadi lemas dan tak bertenaga. Bahkan aktivitas ringan pun bisa membuat cepat lelah.
6. Sulit Fokus atau Konsentrasi
Sakit kepala karena darah rendah juga bisa disertai dengan kesulitan berkonsentrasi atau merasa "blank". Hal ini terjadi karena aliran darah ke otak berkurang dan menyebabkan otak bekerja lebih lambat.
Baca Juga: Ciri-ciri Sakit Kepala Akibat Darah Tinggi yang Perlu Diwaspadai
Cara Mengatasi Sakit Kepala karena Darah Rendah
Jika kamu mengalami gejala-gejala di atas, berikut beberapa cara yang bisa membantu:
Minum air putih cukup, setidaknya delapan gelas sehari untuk menjaga volume darah.
Naikkan asupan garam (dalam batas aman dan setelah berkonsultasi dengan dokter).
Konsumsi makanan kecil tapi sering, agar kadar gula darah dan tekanan darah tetap stabil.
Hindari berdiri tiba-tiba, terutama dari posisi duduk atau tidur.
Tidur dengan kepala sedikit lebih tinggi, agar mencegah penurunan tekanan darah saat bangun tidur.
Istirahat cukup dan hindari aktivitas berat jika tekanan darah sedang rendah.
Jika gejala terus berlanjut, segera periksakan diri ke dokter untuk mengetahui penyebab pasti dan mendapatkan pengobatan yang sesuai.
(NDA)
