Konten dari Pengguna

Kenali 9 Ciri-Ciri Kanker Kelenjar Getah Bening Stadium 1

Artikel Kesehatan

Artikel Kesehatan

Kumpulan artikel yang membahas informasi seputar kesehatan.

·waktu baca 6 menit

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Artikel Kesehatan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi benjolan kanker kelenjar getah bening stadium 1. Foto: unsplash.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi benjolan kanker kelenjar getah bening stadium 1. Foto: unsplash.com

Apa ciri-ciri kanker kelenjar getah bening stadium 1? Kelenjar getah bening merupakan organ kecil yang bentuknya menyerupai biji kacang di dalam tubuh. Organ ini berfungsi untuk memproduksi dan menyimpan sel darah yang membantu melawan penyakit.

Selain itu, kelenjar getah bening juga bertugas membuang limbah sel dari cairan limfatik dan menyimpan limfosit (sel darah putih). Karena termasuk bagian dari sistem limfatik, kelenjar getah bening tersebar di seluruh tubuh seperti di leher, ketiak, perut, dan selangkangan.

Limfoma atau kanker kelenjar getah bening tergolong langka. Namun, penyakit ini merupakan jenis kanker darah yang paling sering terjadi, dibandingkan kanker multiple myeloma dan leukemia.

Mengutip laman Very Well Health, adapun penyebabnya seperti penyakit autoimun, infeksi, paparan kimia, dan masih banyak lagi. Untuk mengetahui lebih jelasnya, berikut pengertian, penyebab, dan ciri-ciri kanker kelenjar getah bening stadium 1.

Apa Itu Kanker Kelenjar Getah Bening (Limfoma)

Ilustrasi limfoma. Foto: Pexels

Kanker kelenjar getah bening (limfoma) adalah sejenis kanker pada sistem limfatik yang tumbuh akibat mutasi sel limfosit (sel darah putih) yang sebelumnya normal menjadi abnormal dan tidak terkendali.

Sistem limfatik membawa tipe khusus dari sel darah putih yang disebut limfosit melalui suatu jaringan dari saluran pembuluh getah bening ke seluruh jaringan tubuh, termasuk sumsum tulang.

Tersebarnya jaringan ini merupakan suatu kumpulan limfosit dalam nodus limfatikus yang disebut kelenjar getah bening.

Mengutip laman American Cancer Society, limfosit yang ganas (sel limfoma) dapat bersatu menjadi kelenjar getah bening tunggal atau dapat menyebar di berbagai organ tubuh, termasuk limpa, sumsum tulang belakang, darah, maupun organ tubuh lainnya.

Ada dua jenis kanker kelenjar getah bening yang dikenal secara umum, yaitu limfoma Hodgkin dan limfoma Non-Hodgkin. Perbedaan limfoma Hodgkin dan Non-Hodgkin terletak pada keberadaan sel spesifik dalam sel kanker limfosit yang disebut sel Reed-Sternberg.

Apabila terdapat sel Reed-Sternberg dalam tubuh pasien, maka pasien didiagnosis limfoma Hodgkin. Jika tidak ditemukan sel Reed-Sternberg, pasien didiagnosis limfoma Non-Hodgkin.

Penyebab Kanker Kelenjar Getah Bening

Ilustrasi salah satu faktor risiko penyebab kanker kelenjar getah bening adalah HIV. Foto: Pexels

Menurut Cleveland Clinic, kanker kelenjar getah bening terjadi ketika sel limfosit mengembangkan mutasi genetik. Mutasi tersebut menyebabkan sel limfosit berkembang biak dengan cepat.

Mutasi genetik juga memungkinkan sel limfosit abnormal untuk tetap hidup ketika sel normal lainnya mati. Kondisi ini menyebabkan terlalu banyak sel limfosit yang abnormal di kelenjar getah bening, sehingga terjadi pembengkakan.

Sama seperti kebanyakan kasus kanker, sebagian besar mutasi genetik yang menyebabkan limfoma terjadi secara spontan, tanpa diketahui pasti penyebabnya.

Meskipun begitu, ada beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko kanker kelenjar getah bening. Berikut beberapa faktor risiko penyebab kanker kelenjar getah bening berdasarkan jenisnya:

1. Limfoma Hodgkin

Limfoma Hodgkin disebabkan oleh sel kanker yang berkembang pada sistem limfatik. Sel kanker berawal dari mutasi pada sel, sehingga berkembang secara tidak terkendali.

Limfoma Hodgkin memiliki faktor risiko lebih tinggi pada berbagai kondisi berikut:

  • Sebagian besar kasus limfoma Hodgkin terjadi pada penderita berusia 20-40 tahun atau di atas 50 tahun. Meski jarang, kondisi ini juga bisa terjadi pada anak-anak.

  • Risiko menderita limfoma Hodgkin meningkat pada jenis kelamin laki-laki daripada perempuan. Tidak diketahui pasti penyebab dari kejadian ini.

  • Riwayat keluarga kandung yang menderita limfoma Hodgkin.

  • Menderita infeksi virus Epstein-Barr (EBV), yang dapat menyebabkan mononukleosis.

  • Memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah, misalnya penderita penyakit autoimun, pasien dengan kemoterapi, dan penderita penyakit HIV/AIDS.

2. Limfoma Non-Hodgkin

Limfoma Non-Hodgkin terjadi ketika tubuh membuat terlalu banyak limfosit. Limfosit yang berlebihan dapat menumpuk pada kelenjar getah bening, kemudian membengkak dan membentuk tumor ganas yang mempengaruhi sel-sel di sekitarnya.

Dikutip dari buku Cepat Tua Akibat Radiasi? oleh Anies (2009: 79), limfoma Non-Hodgkin yang berkembang dengan cepat diketahui berhubungan dengan infeksi HTLV-1 (human T-cell lymphotropic virus type 1), yaitu suatu retrovirus yang fungsinya menyerupai HIV penyakit AIDS.

Selain itu, limfoma Non-Hodgkin juga memiliki faktor risiko lebih tinggi pada berbagai kondisi berikut:

  • Sebagian besar kasus limfoma non-Hodgkin terjadi pada penderita berusia 60 tahun ke atas. Namun, pada beberapa jenis kasus kanker ini juga bisa terjadi pada usia muda.

  • Risiko menderita limfoma non-Hodgkin meningkat pada jenis kelamin laki-laki daripada perempuan. Tidak diketahui pasti penyebab dari kejadian ini.

  • Memiliki riwayat sering terpapar bahan kimia beracun dan obat tertentu, seperti benzene, pestisida, dan herbisida.

  • Memiliki riwayat penyakit leukemia, infeksi bakteri Helicobater pylori, infeksi virus herpes, virus hepatitis C, atau virus Epstein-Barr (EBV).

  • Keadaan obesitas (kelebihan berat badan).

  • Memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah, misalnya pada pasien penerima transplantasi organ yang mengonsumsi imunosupresan, pasien dengan kemoterapi, dan penderita HIV/AIDS.

  • Penggunaan obat-obatan tertentu seperti fenitoin, digoxin, dan antagonis TNF dikaitkan dengan limfoma non-Hodgkin.

Baca Juga: 7 Letak Kelenjar Getah Bening dalam Tubuh Manusia berdasarkan Jenisnya

Ciri-Ciri Kanker Kelenjar Getah Bening Stadium 1

Ilustrasi salah satu ciri-ciri kanker adalah sakit kepala dan pusing. Foto: Pexels

Merangkum laman Mayo Clinic, berikut ciri-ciri yang dapat diwaspadai apakah dapat berpotensi sebagai kanker kelenjar getah bening stadium 1.

1. Nyeri dan Pembengkakan

Nyeri dan pembengkakan pada kelenjar getah bening merupakan ciri umum kelenjar getah bening stadium 1. Pembengkakan pada kelenjar getah bening biasanya berbentuk bulat, terasa lunak, bisa bergerak saat disentuh, dan tidak terasa sakit.

2. Demam Tanpa Infeksi

Demam yang terjadi secara terus menerus tanpa adanya gejala infeksi lain, bisa menjadi salah satu ciri kanker kelenjar getah bening stadium 1. Gejala ini biasanya disertai dengan suhu tubuh yang terus meningkat hingga ke 38°C.

3. Berkeringat pada Malam Hari

Berkeringat pada malam hari juga bisa menjadi salah satu ciri kanker kelenjar getah bening stadium 1. Gejala ini biasanya disertai dengan demam dan juga kedinginan menggigil.

4. Berat Badan Menurun

Ciri kanker kelenjar getah bening stadium 1 juga bisa ditandai dengan hilangnya berat badan menurun. Kondisi ini bisa terjadi karena sel limfoma akan menghabiskan sumber energi di dalam tubuh.

Selain itu, tubuh pun akan menggunakan banyak energi untuk menyingkirkan sel-sel kanker.

5. Gatal yang Tidak Biasa

Kanker kelenjar getah bening stadium 1 juga bisa ditandai dengan adanya gatal yang tidak biasa di beberapa bagian tubuh, seperti di leher, tangan, dan punggung. Hal ini disebabkan karena sistem kekebalan tubuh melepaskan zat kimia, sebagai reaksi terhadap sel kanker.

6. Merasa Lelah dan Kekurangan Energi

Salah satu fungsi kelenjar getah bening yaitu memproduksi dan menyimpan sel darah yang membantu melawan penyakit dan infeksi. Jika organ ini mengalami gangguan, seseorang mungkin akan mudah lelah dan merasa kekurangan energi.

7. Batuk dan Sesak Napas

Batuk, sesak napas, bahkan hingga rasa nyeri di bagian dada bisa timbul sebagai ciri kanker getah bening stadium 1.

Hal tersebut karena adanya pembengkakan pada kelenjar getah bening yang menekan saluran udara, paru-paru, atau pembuluh darah, sehingga menimbulkan gejala tersebut.

8. Selalu Merasa Kenyang

Kanker kelenjar getah bening juga bisa berkembang di perut atau sistem limfatik di hati atau limpa. Hal ini dapat menyebabkan pembengkakan limpa dan timbul rasa sakit di bagian tulang rusuk sisi kiri, kembung, dan terasa seperti kenyang meski hanya mengonsumsi sedikit makanan.

9. Pusing, Sakit Kepala, Kejang, dan Gejala Lain

Ada beberapa ciri-ciri kanker kelenjar getah bening stadium 1 yang mungkin terjadi, meski sangat jarang. Gejala tersebut yaitu kejang, pusing, sakit kepala, kaki dan lengan terasa lemah. Kondisi ini umumnya terjadi bila limfoma telah menyebar ke otak atau sistem saraf.

(EAR & SFR)

Frequently Asked Question Section

Apa itu kanker kelenjar getah bening?
chevron-down

Kanker kelenjar getah bening (limfoma) adalah sejenis kanker pada sistem limfatik yang tumbuh akibat mutasi sel limfosit (sel darah putih) yang sebelumnya normal menjadi abnormal dan tidak terkendali.

Apa saja jenis kanker kelenjar getah bening?
chevron-down

Ada dua jenis kanker kelenjar getah bening yang dikenal secara umum, yaitu limfoma Hodgkin dan limfoma non-Hodgkin.

Apa penyebab kanker kelenjar getah bening?
chevron-down

Kanker kelenjar getah bening terjadi ketika sel limfosit mengembangkan mutasi genetik. Mutasi tersebut menyebabkan sel limfosit berkembang biak dengan cepat.