Lesi Kulit: Pengertian, Bentuk-Bentuk, dan Penyebabnya

Kumpulan artikel yang membahas informasi seputar kesehatan.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Artikel Kesehatan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Lesi adalah bagian kulit yang memiliki pertumbuhan atau penampakan tidak normal dibandingkan dengan kulit di sekitarnya. Lesi dapat berupa benjolan ataupun area berwarna pada kulit.
Ada beberapa orang yang terlahir dengan lesi. Namun, ada pula yang mendapatkannya karena disebabkan oleh berbagai alasan, mulai dari infeksi hingga penyakit tertentu.
Berdasarkan informasi dari situs Medical News Today, sebagian besar lesi kulit sejatinya tidak berbahaya. Namun, hal ini tidak menutup kemungkinan bahwa munculnya lesi bisa jadi merupakan gejala kanker kulit.
Untuk memahaminya, simak penjabaran tentang bentuk-bentuk lesi kulit dan penyebabnya di bawah ini.
Bentuk-Bentuk Lesi Kulit
Dijelaskan dalam laman Verywellhealth, lesi kulit bisa bersifat primer atau sekunder. Lesi kulit primer sudah ada sejak lahir, sedangkan lesi kulit sekunder timbul dari lesi kulit primer. Misalnya lesi terbentuk karena eksim yang tergores.
Lesi Primer
Mengutip buku Intisari Ilmu Kesehatan Kulit & Kelamin tulisan Suci Prawitasari dkk., beberapa kondisi kulit yang termasuk dalam lesi primer yaitu sebagai berikut:
Makula: Perubahan warna tanpa adanya peninggian. Dapat berbentuk oval, bulat, atau ireguler.
Patch: perubahan warna seperti makula tapi memiliki ukuran lebih besar, lebih dari 0,5 cm.
Papula: Peninggian kulit dengan bentuk bulat, flattoped, atau kerucut. Ukurannya kurang dari 0,5 cm dan warnanya bisa bervariasi, misalnya putih, merah, kekuningan, atau hitam.
Plak: Kumpulan papula yang memiliki karakteristik berbeda-beda, tergantung ukuran, bentuk, warna, dan perubahan permukaannya.
Nodul: Peninggian kulit yang padat, berbentuk bulat atau elips lebih dari 0,5 cm.
Vesikel: Peninggian kulit berisi cairan. Vesikel dapat tersusun linear, bergerombol, atau tersebar.
Bulla: Sama dengan vesikel, tetapi memiliki ukuran lebih besar dari 0,5 cm.
Lesi Sekunder
Beberapa kondisi yang termasuk jenis lesi sekunder antara lain sebagai berikut:
Krusta: Endapan yang mengeras dari serum, atau darah yang mengering di permukaan kulit. Warnanya bervariasi tergantung penyebabnya.
Skuama: Berasal dari pengelupasan lapisan terluar stratum korneum. Skuama dapat bertekstur halus ataupun kasar.
Fisura: Celah linier pada epidermis atau hingga ke dermis. Fisura sering terjadi pada kulit yang menebal dan tidak elastis, yang biasanya disebabkan oleh peradangan.
Skar: Timbul akibat proliferasi dari jaringan fibrosa yang menggantikan kolagen setelah terjadinya luka. Ukuran dan bentuk skar tergantung pada bentuk kerusakan yang terjadi sebelumnya.
Penyebab Lesi Kulit
Banyak kondisi yang bisa menyebabkan berbagai jenis lesi kulit. Berikut beberapa di antaranya yang dirangkum dari situs Healthline:
1. Jerawat
Hampir setiap orang pernah memiliki jerawat. Namun, tak sedikit dari mereka yang tidak mengetahui bagaimana mengobatinya sehingga menyebabkan lesi kulit berupa bekas luka atau warna kulit yang tidak merata.
2. Cold Sore
Cold sore merupakan lesi atau lepuhan pada kulit yang biasa muncul di dekat mulut dan bibir. Umumnya, cold sore berwarna merah, nyeri, dan berisi cairan.
3. Eksim
Eksim merupakan kondisi peradangan kulit yang membuat kulit gatal, merah, bahkan bersisik. Eksim menyerupai luka bakar dan sering ditemukan di tangan atau lengan bawah. Eksim yang parah mungkin menyebabkan lecet, mengeluarkan cairan, dan menjadi berkerak.
4. Dermatitis Kontak
Dermatitis kontak menyebabkan kulit gatal, merah, kasar, atau bersisik. Sama seperti eksim, jika segera tidak ditangani, dermatitis kontak dapat menyebabkan kulit lecet, mengeluarkan cairan, dan berkerak.
(ADS)
Frequently Asked Question Section
Apakah lesi berbahaya?

Apakah lesi berbahaya?
Sebagian besar lesi kulit sejatinya tidak berbahaya.
Lesi primer apa saja?

Lesi primer apa saja?
Antara lain makula, patch, papula, plak, nodul, vesikel, dan bulla
Lesi di kulit apa saja?

Lesi di kulit apa saja?
Beberapa kondisi yang dapat menyebabkan berbagai jenis lesi adalah jerawat, eksim, cold sore, dan dermatitis kontak.
