Leukosit Tinggi Artinya Pertanda Penyakit Apa? Ini Penyebab dan Gejalanya

Kumpulan artikel yang membahas informasi seputar kesehatan.
Konten dari Pengguna
30 Juni 2022 14:04
·
waktu baca 3 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Tulisan dari Artikel Kesehatan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Ilustrasi leukosit tinggi dalam sirkulasi darah. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi leukosit tinggi dalam sirkulasi darah. Foto: Pixabay
ADVERTISEMENT
Dalam istilah medis, leukosit tinggi dikenal sebagai penyakit leukositosis. Leukosit tinggi artinya suatu kondisi di mana kadar leukosit atau sel darah putih melebihi batas nilai normal karena berbagai sebab.
ADVERTISEMENT
Leukosit merupakan bagian dari sistem kekebalan tubuh yang berfungsi untuk melindungi diri dari suatu infeksi atau penyakit. Leukosit diproduksi oleh sel-sel yang terdapat dalam sumsum tulang dan diedarkan ke seluruh tubuh melalui darah.
Pada umumnya, jumlah leukosit normal pada orang dewasa berkisar antara 5.000-10.000 mcL. Jumlahnya dikatakan tinggi jika melebihi 11.000 mcL. Mengutip Buku Ajar Patologi Klinik Veteriner oleh Retno Bijanti, dkk. (2010: 23), ketika kadar leukosit lebih tinggi dari biasanya, kondisi ini merupakan respons fisiologis untuk melindungi tubuh dari serangan mikroorganisme.
Leukosit tinggi umumnya terjadi dalam berbagai keadaan inflamasi yang disebabkan infeksi bakteri atau virus. Akan tetapi, kondisi ini bergantung pada penyebab yang memicunya. Apa saja penyebab dan gejalanya?
ADVERTISEMENT

Penyebab Leukosit Tinggi

Ilustrasi sel darah putih dan sel darah merah. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi sel darah putih dan sel darah merah. Foto: Pixabay
Peningkatan leukosit dalam tubuh merupakan suatu respons normal terhadap peradangan. Mengutip Modul Ajar Patofisiologi oleh Ahmad, dkk. (2022: 142-143), penyebab leukosit tinggi bermacam-macam, di antaranya:
  • Infeksi. Leukosit akan meningkat sebagai respons tubuh terhadap infeksi yang disebabkan oleh virus, bakteri, atau parasit untuk menghilangkan penyebabnya.
  • Obat-obatan, seperti kortikosteroid dan lithium.
  • Penyakit keganasan darah, seperti leukemia yang terjadi akibat sel-sel induk yang memproduksi sel darah putih dalam jumlah yang berlebihan dan tidak terkendali.
  • Peradangan, seperti pada penyakit autoimun dan akibat cedera.
  • Alergi. Dalam kondisi ini, tubuh dirangsang untuk memproduksi eosinofil (salah satu jenis leukosit) sehingga produksi leukosit akan meningkat untuk menghilangkan alergen.
  • Reaksi stres fisik dan psikis.
  • Iritasi, seperti asap rokok atau zat kimia lainnya yang dapat menyebabkan iritasi.
  • Kehamilan dan melahirkan. Jumlah leukosit saat masa kehamilan, terutama trimester ke-3, akan meningkat. Sedangkan beberapa jam setelah melahirkan, leukosit akan meningkat hingga 25.000 mcL pada wanita sehat yang terjadi karena stres melahirkan. Kedua kondisi ini normal terjadi.
ADVERTISEMENT

Gejala Leukosit Tinggi

Ilustrasi seorang wanita yang mengalami gejala leukosit tinggi merasa badan lemas, pusing, dan demam. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi seorang wanita yang mengalami gejala leukosit tinggi merasa badan lemas, pusing, dan demam. Foto: Pixabay
Gejala leukosit tinggi dapat berkaitan dengan penyakit yang menjadi penyebab meningkatnya sel darah putih. Beberapa gejala yang dapat dialami, yaitu:
  • Demam, berkeringat, pusing, dan badan lemas.
  • Nyeri dan pembengkakan di sekitar area infeksi atau peradangan.
  • Urtikaria (biduran) dan gatal-gatal karena alergi.
  • Batuk, sesak napas, dan mengi karena reaksi alergi pada paru-paru.
Pada kasus yang lebih berat, di mana jumlah leukosit dalam tubuh sangat ekstrem, dapat menyebabkan darah menjadi sangat kental dan mengakibatkan alirannya menjadi tidak lancar. Kondisi ini disebut sebagai sindrom hiperviskositas.
Hiperviskositas akibat leukosit tinggi ini ditandai dengan stroke, gangguan penglihatan, sesak napas, serta perdarahan pada selaput lendir di mulut, lambung, dan usus. Kondisi ini merupakan kasus gawat darurat yang mengancam nyawa sehingga harus mendapat penanganan medis segera.
ADVERTISEMENT
(SFR)
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020