Manfaat Paracetamol, Efek Samping, dan Aturan Pakainya

Kumpulan artikel yang membahas informasi seputar kesehatan.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Artikel Kesehatan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam istilah medis, paracetamol juga dikenal sebagai acetaminophen. Paracetamol adalah obat non-opiat yang bersifat analgesik (pereda nyeri) dan antipiretik (penurun demam).
Mengutip buku Demam: Mengenal Demam dan Aspek Perawatannya oleh Efris Kartika Sari dan Rustiana Tasya Ariningpraja (2021: 75-76), sebagai analgesik, paracetamol bekerja dengan cara menghambat produksi prostaglandin di dalam tubuh untuk memberikan efek penghilang rasa sakit.
Sementara sebagai antipiretik, obat ini bekerja dengan cara menghambat peningkatan konsentrasi prostaglandin di sistem saraf pusat yang menjadi penyebab terjadinya demam. Dengan cara kerja tersebut, paracetamol dapat menurunkan suhu tubuh kembali ke normal hingga demam pun turun.
Manfaat Paracetamol
Manfaat paracetamol utamanya digunakan untuk meredakan rasa nyeri dengan intensitas ringan hingga sedang dan menurunkan demam. Selain itu, obat ini juga dapat membantu mengatasi beberapa kondisi kesehatan lainnya, seperti:
Meredakan sakit kepala.
Mengatasi sakit gigi.
Mengatasi sakit pinggang dan sakit punggung.
Mencegah pembekuan darah.
Mengurangi nyeri pascaoperasi.
Mengatasi nyeri otot yang berkaitan dengan ketegangan akibat penggunaan otot yang berlebihan.
Paracetamol juga dapat membantu mengurangi peradangan dalam tubuh apabila digunakan dengan dosis yang lebih tinggi, termasuk rasa nyeri akibat radang sendi atau arthritis. Akan tetapi, obat ini hanya membantu meredakan nyeri, tidak dapat mengobati penyebab radang sendi tersebut.
Efek Samping Paracetamol
Menurut Healthline, meskipun paracetamol memiliki beragam manfaat, tapi tetap berisiko menimbulkan efek samping tertentu. Adapun beberapa efek samping yang dapat muncul di antaranya sebagai berikut.
Mual
Pusing
Kehilangan nafsu makan
Muntah
Detak jantung menjadi cepat
Selain beberapa efek samping di atas, paracetamol juga berisiko memicu efek samping yang parah, terlebih jika dikonsumsi dalam dosis tinggi dan terlalu sering. Berikut beberapa efek samping yang dapat menyebabkan komplikasi tertentu:
Reaksi alergi, seperti gatal-gatal, ruam merah pada kulit, serta pembengkakan pada bibir, lidah, dan wajah
Kerusakan pada hati
Masalah jantung
Perdarahan berlebihan
Dosis dan Aturan Pakai Paracetamol
Paracetamol merupakan obat bebas yang dapat diperoleh di apotek tanpa resep dokter. Obat ini tersedia dalam berbagai bentuk sediaan, umumnya kaplet dan sirup.
Penggunaan paracetamol harus sesuai petunjuk pada label kemasan, panduan informasi, dan anjuran dokter. Perlu diingat, jangan melebihi dosis yang sudah direkomendasikan.
Berikut dosis dan aturan pakai paracetamol secara umum untuk orang dewasa dan anak-anak.
1. Dosis Paracetamol Kaplet
Dewasa: 1-2 kaplet 500 mg, diminum setiap 4-6 jam sekali, dengan dosis maksimal 4000 mg per hari.
Anak-anak 12-16 tahun: ½-1 kaplet 250 mg-750 mg, diminum setiap 6-6 jam sekali, dengan dosis maksimal 3000 mg per hari.
2. Dosis Paracetamol Sirup (120 mg/5 ml)
Anak-anak 9-12 tahun: 3-4 sendok takar (15-20 ml), 3-4 kali per hari.
Anak-anak 6-8 tahun: 2-3 sendok takar (10-15 ml), 3-4 kali per hari.
Anak-anak 2-6 tahun: 1-2 sendok takar (5-10 ml), 3-4 kali per hari.
Anak-anak 1-2 tahun: 1 sendok takar (5 ml), 3-4 kali per hari.
Anak-anak di bawah 1 tahun: ½ sendok takar (2,5 ml), 3-4 kali per hari.
Frequently Asked Question Section
Paracetamol obat untuk apa?

Paracetamol obat untuk apa?
Paracetamol adalah obat non-opiat untuk meredakan nyeri dan menurunkan demam.
Apakah ada efek samping dari penggunaan paracetamol?

Apakah ada efek samping dari penggunaan paracetamol?
Ada beberapa efek samping yang mungkin dirasakan, salah satunya adalah mual.
(SFR)
