Mengenal Penyebab dan Cara Menghentikan Haid yang Berkepanjangan

Kumpulan artikel yang membahas informasi seputar kesehatan.
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Artikel Kesehatan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam istilah medis, haid yang berkepanjangan disertai perdarahan berlebihan dikenal sebagai menorrhagia. Biasanya, penderita menorrhagia akan mengalami periode haid lebih lama dari waktu normal.
Haid yang normal berlangsung selama 3-8 hari, dengan rata-rata 5 hari. Panjangnya periode haid yang dialami setiap wanita bisa berbeda-beda karena dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti perubahan kadar hormon akibat stres.
Mengutip Modul Ajar Patofisiologi oleh Ahmad, dkk. (2022: 223), menorrhagia merupakan salah satu gangguan haid, yaitu kondisi ketika siklus haid mengalami anomali atau kelainan. Kondisi ini ditandai dengan volume darah yang keluar berlebihan dan periode haid yang melebihi waktu normal.
Beberapa tanda atau gejala yang biasanya muncul pada wanita dengan menorrhagia di antaranya:
Mengeluarkan darah haid lebih dari 8 hari.
Mengalami anemia karena kekurangan zat besi.
Darah keluar sangat deras di malam hari.
Harus mengganti pembalut secara sering.
Aktivitas rutin sehari-hari terganggu, merasa lelah, lemah, atau napas pendek.
Harus menggunakan pembalut yang berlapis untuk mengontrol aliran darah yang keluar.
Mengeluarkan cukup banyak gumpalan darah haid.
Jika terjadi hanya sesekali, haid yang berkepanjangan bukanlah kondisi yang berbahaya. Namun, kondisi ini tetap perlu diwaspadai apabila terjadi secara terus-menerus atau disertai dengan gejala-gejala lain. Sebab, dapat menjadi pertanda bahwa haid disebabkan oleh masalah kesehatan tertentu.
Penyebab Haid yang Berkepanjangan
Ada banyak faktor yang bisa jadi penyebab haid berkepanjangan. Mengutip Mayo Clinic, berikut beberapa penyebab paling umum terjadinya perdarahan haid yang berlebihan hingga melebihi periode normal.
1. Ketidakseimbangan Hormonal
Ketidakseimbangan hormonal yang menyebabkan siklus haid tanpa adanya ovulasi atau pelepasan sel telur pada saat bersamaan akan menstimulasi tubuh untuk mengeluarkan hormon progesteron. Apabila hormon ini jumlahnya sedikit akan mengakibatkan perdarahan berat saat haid.
Hormon estrogen dan progesteron yang berfungsi mengatur pembentukan selaput lendir rahim akan luruh setiap kali haid. Apabila ada ketidakseimbangan hormonal dapat menyebabkan selaput lendir luruh secara berlebihan. Akibatnya, terjadi perdarahan haid yang berlebihan dan berlangsung lama.
Kondisi ini biasanya dialami oleh remaja yang baru mengalami haid dan wanita yang mendekati menopause. Namun, tidak jarang dapat terjadi pada wanita berusia 20 hingga 30-an tahun.
2. Endometriosis
Endometriosis adalah kondisi ketika jaringan endometrium, yakni jaringan pada lapisan bagian dalam rahim, tumbuh di luar rahim. Endometriosis dapat menyebabkan perdarahan serta rasa nyeri yang tidak normal sebelum dan selama periode haid.
3. Tumor
Keberadaan tumor pada dinding rongga rahim dapat menyebabkan haid yang berlebihan. Tumor tersebut bisa tumbuh menempel di dinding rahim dalam atau di luar rahim. Pada penderita menorrhagia yang disebabkan oleh tumor biasanya disertai nyeri saat haid.
Selain beberapa kondisi medis di atas, menorrhagia dapat disebabkan oleh kanker atau kista ovarium, kehamilan di luar kandungan, gangguan perdarahan bawaan, penyakit peradangan panggul, serta penyakit hati dan ginjal.
Haid yang berkepanjangan juga bisa disebabkan oleh penggunaan alat kontrasepsi tertentu dan konsumsi obat-obatan yang dapat memengaruhi kadar hormon dalam tubuh.
Cara Menghentikan Haid yang Berkepanjangan
Karena setiap orang memiliki penyebab menorrhagia yang berbeda-beda, berkonsultasi dengan dokter adalah satu-satunya cara untuk mengetahui apa yang menyebabkan haid berlangsung lama dan memperoleh penangangan yang tepat.
Kendati demikian, umumnya ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi menorrhagia. Mengutip Healthline, adapun beberapa cara menghentikan haid yang berkepanjangan di antaranya sebagai berikut.
1. Alat Kontrasepsi Hormonal
Penggunaan alat kontrasepsi hormonal meliputi pil KB dan KB spiral atau IUD hormonal. Metode ini berguna untuk mengurangi perdarahan selama periode haid, kram, dan nyeri.
2. Obat Antifibrinolitik
Obat antifibrinolitik dapat membantu untuk memperlambat perdarahan haid secara cepat. Obat-obatan ini bekerja dengan membantu sistem pembekuan darah. Contohnya termasuk asam traneksamat dan asam aminokaproat.
3. Obat Non-steroid Antiinflamasi (NSAID)
Obat golongan NSAID seperti ibuprofen dan asam mefenamat dapat membantu mengurangi perdarahan dan kram selama haid. Beberapa obat jenis ini dapat dibeli tanpa resep dokter, sedikit efek samping, serta dapat meredakan rasa sakit dan pendarahan.
4. Pembedahan
Tindakan pembedahan dalam kondisi medis yang serius. Pembedahan dilakukan bagi wanita yang mengalami pertumbuhan tumor di dalam rahmi, menghilangkan sebagian besar lapisan rahim, hingga menghilangkan fibroid atau polip di dalam rahim.
5. Histerektomi
Histerektomi adalah operasi untuk mengangkat rahim dan menjadi pengobatan permanen untuk perdarahan haid yang berat. Namun, operasi dapat memiliki komplikasi dan membutuhkan waktu hingga 6 minggu untuk pemulihan. Operasi ini juga akan membuat wanita tidak dapat hamil kembali.
Selain pengobatan dari dokter, ada beberapa cara alami untuk mengurangi haid yang berkepanjangan. Berikut beberapa caranya.
Makan makanan dan suplemen yang kaya zat besi untuk menghindari anemia.
Mengonsumsi banyak air putih setiap hari agar volume darah dalam tubuh tetap terjaga.
Berolahraga untuk membantu rahim mempercepat pengeluaran darah sehingga memungkinkan masa haid menjadi lebih singkat.
Frequently Asked Question Section
Berapa lama waktu haid yang normal?

Berapa lama waktu haid yang normal?
Haid yang normal berlangsung selama 3-8 hari, dengan rata-rata 5 hari.
Apakah haid berkepanjangan merupakan indikasi dari penyakit berbahaya?

Apakah haid berkepanjangan merupakan indikasi dari penyakit berbahaya?
Jika terjadi hanya sesekali, haid yang berkepanjangan bukanlah kondisi yang berbahaya. Namun, kondisi ini tetap perlu diwaspadai apabila terjadi secara terus-menerus atau disertai dengan gejala-gejala lain.
(SFR)
