Penyebab Anemia pada Remaja dan Gejalanya

Kumpulan artikel yang membahas informasi seputar kesehatan.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Artikel Kesehatan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Masa remaja adalah masa ketika meningkatnya kebutuhan tubuh akan zat gizi, terutama zat besi dan vitamin B12. Sayangnya, banyak remaja yang justru tak mendapatkan kecukupan asupan nutrisi, baik karena pola makan yang buruk hingga diet ketat.
Akibatnya, risiko anemia pada remaja pun meningkat. Anemia merupakan kondisi medis yang terjadi ketika tubuh kekurangan sel darah merah sehat atau hemoglobin yang cukup untuk mengangkut oksigen ke seluruh tubuh.
Selain karena kekurangan nutrisi, penyebab anemia pada remaja juga bisa diakibatkan beberapa faktor lain seperti pertumbuhan yang cepat hingga gaya hidup tak sehat. Untuk lebih memahami tentang anemia pada remaja, simak uraian di bawah ini.
Penyebab Anemia pada Remaja
Berikut beberapa faktor yang bisa menjadi penyebab anemia pada remaja berdasarkan informasi dari BMC Public Health.
1. Kekurangan Zat Besi
Ini merupakan penyebab anemia paling umum pada remaja. Zat besi dibutuhkan untuk membentuk hemoglobin, komponen utama dalam sel darah merah yang berfungsi mengangkut oksigen. Kekurangan zat besi bisa disebabkan oleh:
Pola makan yang tak seimbang.
Tak mengonsumsi makanan tinggi zat besi seperti daging merah, hati, bayam, atau kacang-kacangan.
Kehilangan darah akibat menstruasi berat.
Gangguan penyerapan zat besi di saluran pencernaan.
2. Kekurangan Vitamin dan Mineral
Selain zat besi, vitamin B12 dan folat juga penting dalam produksi sel darah merah. Jika remaja tak cukup mengonsumsi makanan seperti susu, telur, sayuran hijau, atau buah-buahan, risiko anemia meningkat.
3. Pertumbuhan yang Cepat
Pada masa pubertas, pertumbuhan tubuh sangat cepat sehingga kebutuhan akan zat besi meningkat drastis. Jika kebutuhan ini tak diimbangi dengan asupan makanan bergizi, tubuh akan kekurangan cadangan zat besi dan berujung pada anemia.
4. Kebiasaan Diet Ekstrem atau Tak Sehat
Remaja sering kali mencoba berbagai jenis diet untuk menjaga penampilan. Namun, banyak diet yang justru menghilangkan sumber nutrisi penting seperti protein, zat besi, dan vitamin. Diet rendah kalori yang tak dibarengi dengan pemahaman gizi bisa memicu anemia.
5. Penyakit Kronis atau Gangguan Pencernaan
Beberapa kondisi medis seperti penyakit celiac, gangguan lambung, atau infeksi parasit bisa mengganggu penyerapan nutrisi dan menyebabkan anemia. Dalam kasus tertentu, anemia bisa menjadi tanda dari penyakit yang lebih serius seperti talasemia atau anemia aplastik.
Baca Juga: 8 Penyebab Hb Rendah pada Wanita yang Paling Umum
Gejala Anemia pada Remaja
Healthline menerangkan bahwa beberapa gejala anemia pada remaja yang umum dijumpai, antara lain:
Cepat lelah dan lesu.
Wajah pucat.
Sakit kepala atau pusing.
Jantung berdebar.
Sulit konsentrasi.
Sesak napas saat beraktivitas ringan.
Kuku mudah rapuh.
Jika gejala-gejala tersebut muncul secara berulang, sebaiknya segera periksa ke dokter untuk dilakukan tes darah guna mengetahui kadar hemoglobin dan penyebab pastinya.
(NDA)
