Penyebab Benjolan di Payudara Saat Menyusui dan Cara Mengatasinya

Kumpulan artikel yang membahas informasi seputar kesehatan.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Artikel Kesehatan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Benjolan di payudara kerap kali dirasakan para ibu saat menyusui buah hatinya. Benjolan tersebut bisa muncul di salah satu atau kedua sisi dengan ukuran yang bervariasi.
Ada banyak faktor yang menyebabkan benjolan di payudara saat menyusui. Gejalanya ditandai dengan benjolan yang bisa dilihat atau diraba, terasa nyeri bila ditekan, muncul cairan padat di puting susu, dan muncul lepuh di daerah puting serta areolanya.
Kondisi ini bukan termasuk masalah yang serius. Benjolan di payudara saat menyusui bisa menjadi indikasi bahwa saluran ASI sedang mengalami penyumbatan.
Untuk mengatasinya, Anda bisa memompa payudara tersebut secara bergilir. Agar lebih memahaminya, berikut penjelasan tentang benjolan di payudara selengkapnya yang bisa Anda simak.
Benjolan di Payudara Saat Menyusui
Benjolan di payudara saat menyusui adalah hal normal yang biasa dirasakan para ibu. Mengutip situs Breast Cancer Now, kondisi ini bisa disebabkan oleh perubahan hormon dalam tubuh.
Umumnya, benjolan di payudara bisa berisikan kista (kantung berisi cairan), galaktokel (kista berisi susu), dan fibroadenoma. Semua itu merupakan kondisi payudara normal, bukan termasuk tumor ataupun kanker.
Di sisi lain, benjolan di payudara juga bisa disebabkan oleh penyumbatan saluran ASI. Kondisi ini bisa menimbulkan rasa nyeri pada payudara ketika ditekan dan memicu munculnya gumpalan berwarna putih di area puting.
Untuk mengurangi gejala tersebut, Anda bisa memijat payudara dengan gerakan memutar. Kemudian bersihkan gumpalan yang masih tersisa, agar bayi dapat menyusui dengan nyaman.
Jika keluhan tak kunjung membaik, Anda bisa melakukan cara-cara berikut seperti dikutip dari buku Menyusui: Cara Mudah, Praktis & Nyaman karya Jane Moody, dkk (2006):
Menyusui bayi pada sisi payudara yang tersumbat terlebih dahulu.
Menyusui bayi dengan posisi dagunya berada di dekat benjolan, sehingga rahang bawahnya bisa memijat benjolan dengan lebih efektif.
Menggunakan gaya tarik bumi (gravitasi) untuk membantu aliran susu. Caranya dengan membaringkan bayi telentang dan biarkan payudara yang mengalami sumbatan menggantung di atasnya.
Memijat payudara dengan lembut. Kehangatan bisa membantu aliran susu lancar kembali.
Pijat payudara menggunakan sisir bergigi lebar yang sudah dilumasi sabun atau minyak bayi. Berikan tekanan yang tegas tapi lembut dengan gerakan memutar ke arah puting.
Keluarkan air susu denga cara dipompa jika masih terdapat benjolan di payudara.
Tips tersebut harus dilakukan secara rutin agar benjolan di payudara semakin mengecil. Jika diperlukan, Anda bisa temui dokter obgyn untuk memeriksakan keadaannya.
Agar tidak kambuh lagi, Anda bisa menghindari pemakaian bra yang terlalu ketat, kurangi penekanan saat menyusui, ubah posisi menyusui sesering mungkin, dan hindari pemakaian bra saat tidur. Cara ini bisa melancarkan aliran ASI dengan baik.
(MSD)
Frequently Asked Question Section
Apakah benjolan di payudara saat menyusui berbahaya?

Apakah benjolan di payudara saat menyusui berbahaya?
Biasanya, kondisi ini bukanlah masalah serius. Benjolan di payudara saat menyusui bisa menjadi indikasi bahwa saluran ASI Anda sedang mengalami penyumbatan.
Apa penyebab benjolan di payudara saat menyusui?

Apa penyebab benjolan di payudara saat menyusui?
Kondisi ini bisa disebabkan oleh perubahan hormon dalam tubuh.
Bagaimana gejala benjolan di payudara saat menyusui?

Bagaimana gejala benjolan di payudara saat menyusui?
Gejalanya ditandai dengan benjolan yag bisa dilihat atau diraba, terasa nyeri bila ditekan, muncul susu padat di puting susu, dan muncul lepuh di daerah puting serta aerola.
