Konten dari Pengguna

Penyebab Gusi Bengkak dan Cara Mengobatinya

Artikel Kesehatan

Artikel Kesehatan

Kumpulan artikel yang membahas informasi seputar kesehatan.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Artikel Kesehatan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi gusi bengkak. Foto: Unsplash.com/engin akyurt
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi gusi bengkak. Foto: Unsplash.com/engin akyurt

Gusi yang bengkak biasanya akan tampak lebih merah, terasa nyeri, dan mudah berdarah saat penderita menyikat gigi atau makan makanan keras. Penyebab gusi bengkak sendiri sangat beragam.

Kondisi ini tak hanya menimbulkan rasa tak nyaman, tetapi juga bisa menjadi tanda adanya gangguan kesehatan yang lebih serius jika tak segera ditangani.

Oleh karena itu, penting untuk mengetahui faktor penyebabnya agar bisa mendapatkan penanganan yang tepat. Simak terus artikel ini untuk mengetahui informasi seputar penyebab gusi bengkak.

Penyebab Gusi Bengkak

Ilustrasi gusi bengkak. Foto: Unsplash.com

Berdasarkan informasi yang dirangkum dari Mayo Clinic dan WebMD, berikut faktor paling umum yang menyebabkan gusi bengkak.

1. Penumpukan Plak dan Karang Gigi

Salah satu penyebab paling umum dari gusi bengkak adalah akumulasi plak yang tak dibersihkan dengan baik. Plak adalah lapisan lengket yang mengandung bakteri dan terbentuk dari sisa makanan yang menempel pada gigi.

Jika tak dibersihkan secara rutin, plak bisa mengeras menjadi karang gigi yang mengiritasi gusi dan menyebabkan peradangan (gingivitis).

2. Gingivitis (Radang Gusi)

Gingivitis adalah tahap awal dari penyakit gusi. Kondisi ini ditandai dengan gusi yang merah, bengkak, dan mudah berdarah. Jika tak segera ditangani, gingivitis bisa berkembang menjadi periodontitis, yaitu infeksi gusi yang lebih serius dan bisa merusak jaringan penyangga gigi.

3. Infeksi Gigi atau Gusi

Infeksi akibat abses gigi, infeksi jamur (seperti kandidiasis), atau infeksi virus seperti herpes simpleks dapat menyebabkan pembengkakan gusi yang menyakitkan. Gusi bisa tampak bernanah atau disertai bau mulut yang tak sedap.

4. Kekurangan Vitamin

Kekurangan vitamin, terutama vitamin C dan vitamin B12, dapat membuat gusi lebih rentan terhadap peradangan dan pembengkakan. Scurvy, kondisi akibat defisiensi vitamin C, sering ditandai dengan gusi yang mudah berdarah dan membengkak.

5. Perubahan Hormon

Perubahan hormon selama kehamilan, menstruasi, atau menopause dapat menyebabkan peningkatan aliran darah ke gusi sehingga gusi menjadi lebih sensitif dan mudah bengkak. Ini juga menjelaskan mengapa banyak ibu hamil mengalami "pregnancy gingivitis".

6. Pemakaian Gigi Palsu atau Kawat Gigi

Pemakaian gigi palsu atau behel yang tak pas bisa mengiritasi jaringan gusi, memicu peradangan, dan menyebabkan pembengkakan. Jika tak segera dikoreksi, iritasi berkelanjutan bisa memperburuk kondisi.

7. Merokok dan Konsumsi Alkohol

Kebiasaan merokok dan minum alkohol dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh dan memperburuk kesehatan mulut. Gusi menjadi lebih mudah terinfeksi dan tak mampu melawan bakteri dengan optimal.

8. Reaksi Obat-obatan

Beberapa jenis obat seperti antikejang (phenytoin), obat penurun tekanan darah (nifedipin), dan obat imunosupresan dapat menyebabkan pembengkakan gusi sebagai efek samping.

Baca Juga: Apakah Sakit Gigi Bisa Menyebabkan Kematian? Ini Penjelasannya

Cara Mengobati Gusi Bengkak

Ilustrasi gusi bengkak. Foto: Unsplash.com

Menjaga kesehatan gigi dan gusi adalah langkah utama untuk mengatasi gusi bengkak. Berikut beberapa perawatan yang bisa dilakukan di rumah:

  1. Menyikat gigi secara rutin minimal dua kali sehari.

  2. Menggunakan benang gigi untuk membersihkan sisa makanan.

  3. Berkumur dengan air garam hangat untuk mengurangi peradangan.

  4. Kompres dingin di pipi bagian luar untuk mengurangi nyeri.

Jika gusi bengkak tak membaik dalam beberapa hari atau disertai gejala lain seperti demam dan nanah, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter gigi.

Dokter mungkin akan membersihkan karang gigi, memberikan antibiotik jika ada infeksi, atau merekomendasikan perawatan khusus jika ditemukan penyakit periodontal.

(NDA)