Penyebab Tensi Naik Tiba-tiba dan Cara Mengatasinya

Kumpulan artikel yang membahas informasi seputar kesehatan.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Artikel Kesehatan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tekanan darah tinggi (hipertensi) adalah kondisi ketika tekanan darah meningkat secara tiba-tiba dan drastis. Kondisi ini bisa menjadi sinyal bahaya yang harus segera ditangani.
Memahami penyebab tensi naik tiba-tiba sangat penting untuk mencegah risiko komplikasi seperti serangan jantung, strok, bahkan kerusakan organ vital.
Artikel ini akan membahas berbagai faktor yang bisa menyebabkan lonjakan tekanan darah secara mendadak, serta langkah-langkah untuk mencegah dan menanganinya.
Penyebab Tensi Naik Tiba-tiba
Mengutip Medical News Today, tensi naik tiba-tiba terjadi ketika tekanan darah melonjak secara signifikan di luar angka normal dalam waktu singkat. Tekanan darah dianggap normal jika berada di angka sekitar 120/80 mmHg.
Meskipun kadang hanya bersifat sementara, tensi yang naik mendadak bisa menjadi pertanda adanya masalah serius dalam tubuh. Berikut beberapa hal paling umum yang bisa menjadi penyebab tensi naik tiba-tiba:
1. Stres atau Kecemasan
Stres emosional atau fisik dapat menyebabkan sistem saraf melepaskan hormon stres seperti adrenalin dan kortisol. Hormon ini menyebabkan pembuluh darah menyempit dan detak jantung meningkat sehingga tensi melonjak.
2. Konsumsi Garam Berlebihan
Asupan garam tinggi menyebabkan tubuh menahan lebih banyak air yang kemudian meningkatkan volume darah dan tekanan dalam pembuluh darah.
3. Minum Kafein atau Alkohol Berlebihan
Kafein dan alkohol bisa memicu lonjakan tekanan darah, terutama pada individu yang sensitif terhadap zat tersebut atau memiliki riwayat hipertensi.
4. Kurang Tidur
Tidur yang tidak cukup atau berkualitas buruk dapat mengganggu keseimbangan hormon dalam tubuh dan meningkatkan risiko lonjakan tekanan darah.
5. Aktivitas Fisik Mendadak
Melakukan aktivitas berat secara tiba-tiba tanpa pemanasan atau kebiasaan olahraga bisa membuat jantung bekerja lebih keras dan memicu kenaikan tensi.
6. Efek Samping Obat
Beberapa jenis obat, seperti dekongestan, pil KB, atau obat pereda nyeri, dapat meningkatkan tekanan darah sebagai efek samping.
7. Merokok
Zat nikotin dalam rokok menyebabkan penyempitan pembuluh darah dan meningkatkan detak jantung, sehingga memicu tekanan darah tinggi mendadak.
8. Kondisi Medis Tertentu
Beberapa penyakit seperti gagal ginjal, gangguan tiroid, atau tumor kelenjar adrenal dapat menyebabkan tekanan darah naik secara tiba-tiba.
Baca Juga: Ciri-ciri Sakit Kepala Akibat Darah Tinggi yang Perlu Diwaspadai
Cara Mengatasi Tensi yang Naik Tiba-tiba
Untuk mengatasi tensi yang naik mendadak, penderita bisa melakukan langkah-langkah berikut yang dikutip dari laman Healthline:
Tenangkan diri. Berhenti sejenak dan tarik napas dalam-dalam. Menenangkan pikiran bisa membantu menurunkan detak jantung dan tekanan darah.
Batasi konsumsi garam dan kafein. Kurangi makanan olahan dan minuman berkafein yang dapat memperparah tekanan darah.
Olahraga rutin. Aktivitas fisik ringan seperti jalan kaki, yoga, atau berenang dapat membantu menstabilkan tekanan darah dalam jangka panjang.
Cek tekanan darah secara berkala. Pantau tekanan darah secara rutin agar kamu bisa mendeteksi kenaikan tensi sejak dini.
Minum obat sesuai anjuran dokter. Jika kamu sudah diresepkan obat tekanan darah, pastikan untuk meminumnya sesuai petunjuk. Jangan menghentikan atau mengganti obat tanpa konsultasi.
(NDA)
