Konten dari Pengguna

Pertolongan Pertama Anak Muntah Terus yang Penting Diketahui Orang Tua

Artikel Kesehatan

Artikel Kesehatan

Kumpulan artikel yang membahas informasi seputar kesehatan.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Artikel Kesehatan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

 Ilustrasi anak mual dan muntah. Foto: antoniodiaz/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi anak mual dan muntah. Foto: antoniodiaz/Shutterstock

Menghadapi anak yang muntah terus bisa membuat orang tua panik. Apalagi jika muntah terjadi berulang-ulang dalam waktu singkat, tubuh anak bisa kehilangan cairan secara drastis hingga menyebabkan dehidrasi.

Muntah dapat disebabkan oleh berbagai faktor seperti infeksi virus, keracunan makanan, alergi, atau bahkan gangguan pencernaan ringan. Dalam situasi seperti ini, penting bagi orang tua untuk tetap tenang dan mengetahui langkah pertolongan pertama yang tepat.

Pertolongan Pertama Anak Muntah Terus

Ilustrasi pertolongan pertama anak muntah terus. Foto: Pexels

Berikut beberapa tindakan yang perlu dilakukan saat anak muntah terus menerus.

1. Tetap Tenang

Langkah pertama yang harus dilakukan adalah tetap tenang. Meski cemas, dalam kondisi ini orang tua tetap perlu menjaga diri agar tak panik.

Perhatikan seberapa sering anak muntah, warna muntahan, dan apakah ada darah atau cairan berwarna hijau yang keluar. Selain itu, amati pula warna urin mereka. Kencing berwarna kuning tua atau oranye merupakan tanda dehidrasi.

2. Berikan Cairan Sedikit Demi Sedikit

Muntah membuat tubuh kehilangan cairan dalam jumlah besar. Segera beri anak cairan seperti air putih, oralit, atau larutan rehidrasi dalam jumlah kecil tetapi sering, misalnya, setiap 15 hingga 20 menit.

Tingkatkan jumlah cairan secara perlahan setelah tidak ada muntah. Hindari langsung memberi banyak air karena bisa memicu muntah kembali.

3. Hindari Makanan Padat Sementara Waktu

Setelah muntah, sistem pencernaan anak membutuhkan waktu untuk pulih. Hindari memberikan makanan padat selama beberapa jam pertama.

Jika kondisi membaik, berikan makanan lunak seperti bubur atau pisang dalam porsi kecil. Orang tua juga bisa memberikan makanan hambar seperti nasi, roti, maupun sereal.

4. Dorong Anak untuk Tidur

Tidur bisa membantu mempercepat pemulihan tubuh dan menghentikan rasa ingin muntah. Pastikan tempat tidur anak nyaman dan udara ruangan cukup sejuk.

Saat tidur, tubuh anak akan bekerja memperbaiki sistem yang terganggu dan memulihkan energi yang hilang akibat muntah berulang.

Baca Juga: 6 Pertolongan Pertama pada Korban Tenggelam untuk Cegah Risiko Kematian

Kapan Harus Segera ke Dokter?

Ilustrasi pertolongan pertama anak muntah terus. Foto: Pexels

Walaupun sebagian besar kasus muntah pada anak bisa sembuh sendiri, penting bagi orang tua untuk tahu kapan harus segera mencari bantuan medis.

Ada beberapa tanda bahaya yang perlu diwaspadai karena bisa mengarah pada kondisi yang lebih serius. Berikut tanda-tanda bahwa anak perlu segera dibawa ke dokter:

  • Tanda-tanda dehidrasi, seperti mulut kering, mata cekung, berkurangnya frekuensi air kecil.

  • Muntahan mengandung darah atau berwarna hijau atau hitam.

  • Muntah yang terus menerus atau tidak berhenti dalam kurun waktu sehari.

  • Anak tampak sangat lemas, tidak mau makan dan minum

  • Demam tinggi, lebih dari 38,5 derajat Celcius disertai muntah.

  • Terdapat nyeri perut yang hebat.

  • Tanda-tanda infeksi lain, seperti ruam menyebar, leher kaku, kesulitan bernapas, atau kejang.

(SA)