Konten dari Pengguna

Pertolongan Pertama Saat Keracunan Makanan yang Tepat

Artikel Kesehatan

Artikel Kesehatan

Kumpulan artikel yang membahas informasi seputar kesehatan.

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Artikel Kesehatan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

 Ilustrasi sakit perut. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi sakit perut. Foto: Shutterstock

Setiap orang umumnya pernah mengalami momen tak menyenangkan setelah mengonsumsi makanan tertentu. Salah satu kondisi tersebut adalah keracunan makanan yang bisa terjadi pada siapa saja dan kapan saja.

Keracunan makanan umumnya disebabkan oleh mikroorganisme berbahaya seperti bakteri, virus, atau parasit, serta bahan kimia tertentu yang masuk ke dalam tubuh melalui makanan atau minuman. Kontaminasi bisa terjadi selama proses memasak, penyimpanan, hingga penyajian makanan yang tak tepat.

Gejala yang muncul bisa bervariasi, mulai dari yang ringan hingga berat. Umumnya meliputi mual, muntah, diare, sakit perut, demam, sakit kepala, kelelahan, dan dehidrasi.

Pertolongan Pertama Saat Keracunan Makanan

Ilustrasi pertolongan pertama saat keracunan makanan. Foto: Pexels.com

Sangat penting untuk mengetahui langkah-langkah pertolongan pertama yang benar agar tubuh dapat pulih lebih cepat dan terhindar dari komplikasi serius.

Mengacu pada buku Pertolongan Pertama Kondisi Kegawatdaruratan Prehospital karya Bayu Akbar Khayudin dkk., serta laman Mayo Clinic, berikut beberapa langkah pertolongan pertama yang bisa dilakukan saat menghadapi keracunan makanan.

1. Tempatkan Korban di Area yang Teduh dan Segar

Langkah awal yang penting adalah memastikan korban berada di tempat yang nyaman, teduh, dan memiliki sirkulasi udara yang baik. Menempatkan korban di lingkungan yang sejuk dapat membantu menstabilkan kondisi tubuh dan mencegah kepanikan.

2. Kendalikan Mual dan Muntah

Jika korban merasa mual atau muntah, bantu mereka duduk dengan posisi tegak agar mencegah tersedak. Jangan biarkan mereka berbaring telentang. Biarkan tubuh mengeluarkan racun secara alami melalui muntah.

3. Hindari Memberikan Makanan

Sebaiknya hindari memberikan makanan terlebih dahulu ke korban. Beri waktu pada sistem pencernaan untuk pulih setelah gejalanya mereda.

Hindari makanan yang berlemak, pedas, atau berbumbu kuat. Mulailah dengan makanan hambar, rendah lemak, dan mudah dicerna seperti bubur, pisang, roti tawar, atau nasi putih dalam porsi kecil.

Baca Juga: Pertolongan Pertama Anak Tersedak yang Wajib Diketahui Orang Tua

4. Berikan Minum Secara Bertahap

Keracunan makanan bisa menyebabkan seseorang kehilangan cairan dalam jumlah banyak akibat muntah dan diare. Untuk mencegah dehidrasi, segera konsumsi air putih dalam jumlah kecil tetapi sering.

Selain itu, bisa juga menambahkan cairan lain seperti larutan oralit, jus buah atau kaldu untuk menggantikan elektrolit tubuh yang hilang dan membantu pemulihan.

5. Istirahat Total

Keracunan makanan membuat sistem kekebalan tubuh bekerja ekstra untuk melawan infeksi. Oleh karena itu, istirahat total sangat dianjurkan untuk membantu pemulihan. Hindari melakukan aktivitas berat jika tubuh belum benar-benar pulih.

6. Segera Bawa ke Rumah Sakit Jika Gejala Memburuk

Meski sebagian besar kasus keracunan makanan bisa sembuh dengan sendirinya, ada kondisi-kondisi tertentu yang memerlukan penanganan medis darurat.

Segera bawa ke rumah sakit terdekat jika gejalanya tak kunjung membaik atau justru semakin parah, seperti muntah terus-menerus, diare berdarah, demam tinggi, sakit perut ekstrem, atau kehilangan kesadaran.

(SA)