Konten dari Pengguna

Propylene Glycol: Pengertian, Manfaat, dan Efek Samping

Artikel Kesehatan

Artikel Kesehatan

Kumpulan artikel yang membahas informasi seputar kesehatan.

·waktu baca 5 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Artikel Kesehatan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi zat propylene glycol. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi zat propylene glycol. Foto: Pixabay

Propylene glycol adalah zat cair sintetis yang bersifat higroskopis (menyerap air). Dilihat dari bentuknya, zat kimia ini berbentuk cairan kental, tidak berwarna, tidak berbau, menyerap air pada udara yang lembap, dan memiliki rasa yang agak manis.

Propylene glycol atau yang juga dikenal sebagai propilena glikol memiliki berbagai manfaat dalam bidang industri. Menurut WebMD, propilena glikol kaya akan manfaat karena sifatnya yang mampu mempertahankan konsistensi, kelembapan, dan tekstur suatu zat.

Pada umumnya, propilena glikol banyak dimanfaatkan sebagai zat pelarut dan pembawa dalam produksi sediaan farmasi dan kosmetik, khususnya untuk zat-zat yang tidak stabil dan tidak dapat larut dalam air. Zat ini banyak ditemukan dalam obat yang cara pemberiannya bersifat lokal, seperti obat tetes mata, salep mata, dan sebagainya.

Penggunaan propilena glikol telah disetujui oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) sebagai golongan senyawa yang diakui aman untuk penggunaan tertentu dalam produk farmasi dan makanan.

Selain berguna dalam bidang farmasi dan makanan, propilena glikol juga memiliki banyak manfaat lainnya. Untuk mengetahui lebih jelas mengenai manfaat dan faktor risiko kesehatan dalam penggunaannya, simak penjelasan di bawah ini.

Manfaat Propylene Glycol

Ilustrasi propylege glycol sebagai bahan dasar kosmetik. Foto: Pixabay

Mengutip Verywell Health, berikut beragam manfaat propilena glikol dalam berbagai bidang industri.

1. Antibeku

Propilena glikol adalah zat aditif yang dapat digunakan untuk menurunkan titik beku cairan berbasis air dan meningkatkan titik didihnya. Zat ini digunakan awaadsebagai bahan dasar dalam larutan anti-icing untuk deicing pada pesawat.

Deicing merupakan proses menghilangkan akumulasi salju, embun beku, lumpur salju, dan es dari suatu permukaan lapisan, celah atau engsel, yang biasa terjadi pada pesawat terbang.

Karena propilena glikol tidak beracun, zat ini juga sering digunakan sebagai antibeku dalam pipa air agar tidak mengalami kebekuan di musim dingin.

2. Farmasi

Propilena glikol banyak digunakan sebagai pelarut dalam pembuatan obat. Zat ini digunakan untuk melarutkan zat lain (biasanya padat) tanpa mengubah struktur atau komposisi dasarnya.

Propilena glikol juga digunakan sebagai zat pembawa dalam formulasi obat. Berbagai bahan aktif dapat diformulasikan menggunakan zat ini yang digunakan untuk membantu mencairkan dan menstabilkan kandungan dalam obat.

Penggunaan propilena glikol dapat digunakan dalam berbagai bentuk sediaan obat, termasuk obat oral seperti kapsul dan tablet, obat topikal seperti krim dan salep, dan obat intravena (suntik).

3. Kosmetik

Propilena glikol adalah bahan yang umum ditemukan dalam produk kosmetik dan perawatan kulit. Zat ini memiliki banyak fungsi dalam formulasi produk, di antaranya:

  • Humektan, propilena glikol bekerja sebagai humektan dengan cara menarik air dari lapisan kulit terdalam menuju lapisan kulit luar dan menjaga kelembapan kulit.

  • Pelarut, propilena glikol digunakan untuk melarutkan zat dalam formulasi produk agar dapat bercampur dan bekerja dengan baik.

  • Emolien, yaitu bahan yang bersifat menenangkan dan menghidrasi kulit. Bahan ini sangat berguna untuk merawat kulit kering. Propilena glikol digunakan sebagai emolien karena dapat membentuk lapisan berminyak pada kulit dan mencegah kulit kehilangan kelembapan.

  • Pengawet, propilena glikol sering dikombinasikan dengan bahan kimia lain sebagai pengawet dalam produk kosmetik dan perawatan kulit.

4. Makanan

Penggunaan propilena glikol dalam makanan umumnya dianggap aman. Saat dikonsumsi, zat ini terurai di dalam tubuh cukup cepat, yaitu sekitar 48 jam. Setelah terurai, zat ini akan diubah menjadi sumber energi.

Propilena glikol umumnya digunakan sebagai zat aditif untuk membantu dalam pengolahan makanan dan meningkatkan tekstur, cita rasa, tampilan makanan, dan umur simpan. Dalam produk makanan, zat ini memiliki beberapa fungsi berikut.

  • Bahan anti-caking, digunakan untuk membantu mencegah komponen makanan saling menempel dan membentuk gumpalan, seperti pada keju parut.

  • Antioksidan, digunakan untuk memperpanjang umur simpan makanan dengan melindunginya dari kerusakan yang disebabkan oleh oksigen.

  • Pembawa, digunakan untuk melarutkan zat aditif makanan yang akan diolah, seperti warna dan rasa makanan.

  • Penguat adonan, digunakan untuk memodifikasi bahan pati dan gluten dalam adonan agar lebih stabil dan kuat.

  • Emulsifier, digunakan untuk mencegah bahan makanan terpisah, seperti minyak dan cuka dalam saus salad.

  • Tahan kelembapan, digunakan untuk membantu mempertahankan tingkat kelembapan makanan agar tetap stabil dan tidak kering.

  • Pengental, digunakan untuk menyatukan komponen makanan atau mengentalkannya selama dan setelah pemrosesan.

Propilena glikol umumnya ditemukan dalam banyak makanan kemasan, seperti makanan dan minuman ringan, saus, sup kering, pewarna makanan, roti, produk susu, dan lain sebagainya.

5. Rokok Elektrik

Propilena glikol adalah bahan utama dalam cairan yang digunakan untuk rokok elektrik. Agar bisa mengeluarkan asap, propilena glikol diubah menjadi tetesan yang sangat kecil oleh rokok elektrik. Zat ini juga berfungsi sebagai pembawa nikotin dan perasa tertentu yang ditambahkan ke beberapa cairan rokok.

Namun, studi terbaru dari American Lung Association menunjukkan bahwa penggunaan rokok elektrik memiliki efek kesehatan yang berbahaya dan dikaitkan karena campuran propilena glikol dan bahan lainnya. Salah satu risiko kesehatan dari penggunaan rokok elektrik adalah penyakit paru-paru.

Studi lain juga menunjukkan bahwa propilena glikol dapat berubah menjadi senyawa penyebab kanker ketika dipanaskan dalam rokok elektrik. Akan tetapi, studi tentang risiko yang ditimbulkan oleh rokok elektrik ini masih berlangsung dan risiko kesehatannya belum ditentukan secara pasti.

Efek Samping Propylene Glycol

Ilustrasi faktor risiko penggunaan propylene glycol. Foto: Pixabay

Propilena glikol memang disetujui sebagai zat aditif dalam produk farmasi, makanan, dan kosmetik. Namun, sama seperti zat kimia pada umumnya, penggunaan zat ini dapat menimbulkan risiko kesehatan tertentu.

Mengutip Healthline, ketika propilena glikol masuk ke dalam tubuh lewat makanan, obat, maupun penggunaan kosmetik, sebenarnya tidak perlu khawatir sebab jumlah yang masuk cenderung sedikit sehingga tidak dianggap berbahaya.

Pasalnya, zat ini akan terurai di dalam tubuh dalam waktu 48 jam. Namun, jika paparannya terjadi secara berulang-ulang kali meskipun dalam waktu yang singkat, efek samping zat ini dapat menyebabkan iritasi pada tubuh.

Jika disuntikkan ke dalam tubuh dengan jumlah tinggi atau terlalu cepat, propilena glikol dapat menyebabkan serangan jantung, menurunkan tekanan darah, hingga kerusakan ginjal dan hati. Efek samping lainnya juga dapat menyebabkan dermatitis pada sebagian orang, terutama yang alergi terhadap kandungan ini.

Meskipun demikian, perlu diketahui bahwa efek samping pada setiap orang bisa berbeda-beda. Hal ini tergantung dari penggunaan dosis, usia, dan daya tahan tubuh masing-masing orang.

(SFR)