Konten dari Pengguna

Prosedur Pasang Behel dari Awal sampai Akhir

Artikel Kesehatan

Artikel Kesehatan

Kumpulan artikel yang membahas informasi seputar kesehatan.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Artikel Kesehatan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi prosedur pasang behel. Foto: Pexels.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi prosedur pasang behel. Foto: Pexels.com

Behel atau kawat gigi adalah perawatan ortodontik yang dirancang untuk memperbaiki susunan gigi dan rahang. Penggunaannya bukan sekadar untuk keperluan estetika, tetapi juga membantu memperbaiki fungsi pengunyahan dan mencegah berbagai masalah kesehatan gigi di kemudian hari.

Meski begitu, keputusan untuk memasang behel tak bisa diambil secara tergesa-gesa. Ada banyak hal yang perlu dipertimbangkan, mulai dari jenis behel yang akan digunakan, kondisi kesehatan gigi, biaya, hingga komitmen jangka panjang dalam perawatan.

Untuk lebih memahami apa saja prosuder pemasangan behel, simak artikel ini karena akan mengulas secara lengkap dan bertahap tentang prosedur pasang behel dari awal hingga akhir.

Prosedur Pasang Behel

Ilustrasi prosedur pasang behel. Foto: Pexels.com

Mengutip buku Manajemen Pelayanan Asuhan Keperawatan Gigi karya Teuku Salfiyadi dan Rasidah, berikut tahapan dan prosedur umum dalam perawatan behel.

1. Konsultasi dan Pemeriksaan Gigi

Sebelum behel dipasang, pasien harus menjalani konsultasi dengan dokter gigi atau spesialis ortodonti. Pada tahap ini, dokter gigi akan memeriksa gigi, rahang, dan mulut pasien secara menyeluruh.

Untuk membantu membuat perencanaan perawatan behel yang sesuai dengan kebutuhan pasien, dokter juga akan mengambil foto, cetakan, dan rontgen gigi.

Dari hasil pemeriksaan, dokter bisa memutuskan apakah pasien membutuhkan perawatan tambahan, seperti pencabutan gigi, pembersihan karang gigi, atau perawatan akar.

2. Penentuan Jenis Behel yang Tepat

Selanjutnya, pasien akan diminta untuk memilih jenis behel. Ada beragam pilihan jenis behel dengan kelebihan dan kekurangannya masing-masing.

Mulai dari behel konvensional, self-ligating, hingga invisalign yang bisa menjadi pilihan. Pemilihan jenis behel tak hanya bergantung pada preferensi pribadi, tetapi juga mempertimbangkan kondisi gigi, bujet, dan kenyamanan.

3. Pemasangan Behel

Setelah perangkat ortodontik dipilih, langkah selanjutnya adalah pemasangannya. Pengaplikasian perangkat ortodontik biasanya dilakukan dalam satu atau beberapa sesi oleh dokter gigi.

Proses memasang diawali dengan pembersihan gigi secara menyeluruh supaya tak ada plak atau kotoran yang menganggu perekat behel.

Setelah itu, prosedur dilanjutkan dengan perekatan perangkat ortodontik pada gigi dengan menggunakan lem khusus atau ikatan kawat.

Baca Juga: 6 Prosedur Perawatan Saluran Akar Gigi untuk Mengatasi Infeksi

4. Pemeliharaan dan Penyesuaian

Selama perawatan behel, pasien perlu melakukan kunjungan rutin ke dokter gigi ortodonti untuk pemeliharaan dan penyesuaian perangkat ortodontik.

Penyesuaian perangkat ortodontik bertujuan untuk memperbaiki posisi gigi secara bertahap sesuai dengan rencana perawatan yang telah ditetapkan.

5. Perawatan Lanjutan

Perawatan behel umumnya berlangsung satu hingga tiga tahun tergantung pada tingkat keparahan masalah gigi. Setelah perawatan ortodontik selesai, pasien mungkin memerlukan perawatan lanjutan seperti pemakaian retainer untuk menjaga posisi gigi yang telah dikoreksi.

Retainer biasanya dipakai selama periode waktu tertentu setelah perawatan ortodontik untuk mencegah pergeseran gigi kembali ke posisi semula.

(SA)