Konten dari Pengguna

Prurigo: Pengertian, Penyebab, dan Cara Mengatasinya

Artikel Kesehatan

Artikel Kesehatan

Kumpulan artikel yang membahas informasi seputar kesehatan.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Artikel Kesehatan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi kulit lengan bawah yang terasa gatal. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi kulit lengan bawah yang terasa gatal. Foto: Pixabay

Prurigo adalah benjolan atau papula (bintil) dengan gelembung kecil di permukaan kulit. Benjolan ini biasanya muncul pada kulit lengan bawah, dahi, pipi, perut, paha, dan bokong.

Prurigo bisa membuat kulit terasa sangat gatal, terutama di malam hari atau saat menggunakan pakaian yang bisa memicu gatal. Menurut Medscape, berdasarkan wujud kelainan kulitnya, prurigo dikelompokkan menjadi dua macam, yaitu:

  • Prurigo primer, yakni lesi kulit yang memiliki benjolan kecil berbentuk kubah.

  • Prurigo sekunder, yakni lesi kulit berupa benjolan yang digaruk sehingga tampak bersisik dan menebal, dengan area kulit mengalami hiperpigmentasi pascainflamasi.

Pada dasarnya, penyebab prurigo tidak diketahui secara pasti. Kendati demikian, ada beberapa faktor yang memungkinkan menjadi penyebab prurigo pada kulit. Apa saja?

Penyebab Prurigo

Ilustrasi prurigo pada kulit. Foto: Pixabay

Meskipun penyebab pasti dari prurigo tidak diketahui, kondisi ini diperkirakan berkaitan dengan penebalan ujung saraf kulit. Menurut National Organization for Rare Disorders (NORD), lapisan kulit terdiri atas epidermis dan dermis yang mengandung serabut saraf. Ketika muncul rasa gatal pada kulit yang kemudian digaruk, saraf-saraf kulit tersebut akan menjadi semakin sensitif.

Akibatnya, kulit akan mengalami rasa gatal yang berkepanjangan. Semakin digaruk, kulit bisa terluka dan memicu infeksi yang lebih parah sehingga mengakibatkan bekas luka yang sulit hilang.

Sejumlah penelitian menyebutkan, ada beberapa faktor yang diduga menjadi pemicu munculnya prurigo, di antaranya:

1. Gigitan Serangga

Di Inggris dan Jepang, 20-30 persen kasus prurigo dilaporkan terkait dengan gigitan serangga. Gigitan serangga seperti nyamuk atau serangga lainnya dapat menyebabkan rasa gatal pada kulit.

Hal ini bisa memicu sensasi ingin menggaruk hingga rasa gatal hilang. Padahal, menggaruk berisiko menyebabkan infeksi sehingga menimbulkan bekas luka yang tidak kunjung hilang.

2. Stres

Orang dalam kondisi stres sering kali tidak bisa mengendalikan diri, salah satunya ketika muncul keinginan untuk menggaruk kulit dengan sembarangan. Hal ini dapat meningkatkan risiko munculnya prurigo akibat kulit yang terus digaruk hingga menimbulkan infeksi.

3. Masalah Kesehatan Tertentu

Kondisi kesehatan tertentu dapat berkaitan dengan rasa gatal pada kulit yang menjadi penyebab prurigo. Menurut The Primary Care Dermatology Society, orang yang terkena prurigo juga menderita penyakit tertentu, seperti dermatitis, eksim, diabetes, disfungsi hati, limfoma, leukemia, dan masalah kesehatan lainnya.

4. Hipersensitivitas

Kondisi atopik dan reaksi hipersensitif terhadap makanan tertentu, seperti telur dan kedelai, dapat memicu rasa gatal dan benjolan pada kulit penyebab prurigo.

Cara Mengatasi Prurigo

Ilustrasi pasien yang berkonsultasi dengan dokter. Foto: Pixabay

Sebagian besar prurigo terjadi pada anak-anak, meskipun tidak jarang terjadi pada orang dewasa. Cara terbaik untuk mengatasi prurigo adalah dengan berkonsultasi ke dokter untuk mengetahui penanganan yang tepat. Mengutip Healthline, beberapa perawatan yang mungkin dilakukan dokter untuk mengatasi prurigo adalah:

  • Penggunaan obat topikal. Dokter mungkin akan menyarankan obat topikal untuk meredakan gatal, seperti clobetasol atau pimekrolimus.

  • Penggunaan suntikan kortikosteroid. Dokter mungkin akan menyarankan untuk melakukan prosedur penyuntikan obat golongan kortikosteroid yang bersifat antiinflamasi untuk mengatasi peradangan pada kulit.

  • Penggunaan obat antihistamin. Obat ini digunakan untuk meredakan gejala alergi kulit.

  • Penggunaan obat antidepresan. Pada beberapa kasus, dokter bisa juga meresepkan obat yang biasa digunakan sebagai antidepresan untuk membantu pasien menghentikan kebiasaan menggaruk.

  • Prosedur terapi. Beberapa terapi, seperti krioterapi, fototerapi, psoralen, dan tindakan laser excimer dapat digunakan untuk mengatasi masalah kulit.

(SFR)