Reaksi Alergi Obat pada Anak yang Perlu Diwaspadai Orang Tua

Kumpulan artikel yang membahas informasi seputar kesehatan.
ยทwaktu baca 3 menit
Tulisan dari Artikel Kesehatan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Alergi obat pada anak bisa terjadi kapan saja, bahkan pada obat yang sebelumnya pernah dikonsumsi tanpa menimbulkan masalah. Obat yang diminum, dioleskan ke kulit, atau disuntikkan memiliki potensi memicu reaksi alergi.
Respons alergi terjadi ketika sistem kekebalan tubuh bereaksi secara berlebihan terhadap zat dalam obat yang dianggap berbahaya. Tubuh akan melepaskan senyawa seperti histamin yang kemudian menimbulkan berbagai gejala, mulai dari keluhan pada kulit, gangguan pernapasan, hingga gangguan pencernaan.
Adapun beberapa jenis obat yang umum menjadi pemicu alergi, antara lain, antibiotik, obat antikejang, obat anti-inflamasi nonsteroid, dan obat-obatan kemoterapi.
Reaksi Alergi Obat pada Anak
Penting bagi orang tua untuk mengenali tanda-tanda alergi obat sedini mungkin agar dapat melindungi kesehatan anak dari risiko yang tak diinginkan.
Gejala alergi pada anak bisa bervariasi, mulai dari ruam kulit hingga reaksi yang lebih serius seperti anafilaksis. Mengutip laman Children's Health dan buku Keperawatan Medikal Bedah: Konsep dan Praktik karya Sri Suryati dkk., berikut gejala yang ditunjukkan saat anak alergi obat.
1. Masalah Kulit
Salah satu gejala yang paling umum dari alergi obat adalah munculnya masalah kulit seperti ruam merah, bercak, atau seperti biduran (urtikaria). Ruam ini terasa gatal dan bisa mengganggu kenyamanan anak serta bisa muncul di satu area tubuh atau menyebar.
2. Pembengkakan pada Wajah, Bibir, dan Mulut
Pembengkakan merupakan salah satu reaksi alergi yang cukup sering terjadi. Umumnya tonjolan ini muncul di area wajah, seperti bibir atau sekitar mata.
Namun, jika pembengkakan terjadi di tenggorokan atau lidah, kondisi ini bisa mengganggu saluran pernapasan dan menimbulkan kesulitan bernapas. Situasi seperti ini perlu diwaspadai karena dapat menjadi tanda awal dari reaksi alergi berat atau anafilaksis.
3. Sesak Napas
Jika alergen kontak dengan saluran pernapasan, kondisi ini dapat menyebabkan gejala sesak napas pada anak. Gejala tersebut menandakan bahwa saluran napas anak mulai menyempit sehingga memerlukan bantuan medis segera.
Baca Juga: Cara Mengobati Cacar Air pada Anak secara Tepat
4. Mual, Muntah atau Diare
Reaksi alergi juga bisa memengaruhi saluran cerna. Anak mungkin merasa sakit perut, mual, muntah-muntah, atau mengalami diare setelah minum obat tertentu.
Meskipun bisa jadi efek samping biasa, jika disertai gejala lain seperti ruam atau sesak, besar kemungkinan ini bagian dari reaksi alergi.
5. Anafilaksis
Pada kondisi yang parah, anak bisa mengalami anafilaksis. Ini adalah reaksi alergi yang paling perbahaya dan membutuhkan pertolongan medis darurat.
Tanda-tanda syok anafilaksis pada anak, antara lain, kehilangan kesadaran, penurunan tekanan darah, sesak napas parah, ruam kulit, pusing, denyut nadi cepat dan lemah, hingga mual dan muntah.
(SA)
