Konten dari Pengguna

Rekomendasi Obat Sariawan Pengganti Albothyl yang Aman Digunakan

Artikel Kesehatan

Artikel Kesehatan

Kumpulan artikel yang membahas informasi seputar kesehatan.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Artikel Kesehatan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Kesehatan Mulut. Foto: pixabay.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Kesehatan Mulut. Foto: pixabay.com

Albothyl merupakan obat sariawan yang mulai dilarang oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) pada 2018 lalu. Penyebabnya karena ditemukannya efek samping serius, yaitu sariawan yang membesar, berlubang, hingga menyebabkan infeksi.

Mengutip laman resmi BPOM, mereka mengimbau masyarakat yang terbiasa menggunakan Albothyl (obat sariawan) untuk berpindah ke obat lain yang mengandung benzydamine HCl, povidone iodine 1%, kombinasi dequalinium chloride, dan vitamin C.

Jika tak kunjung sembuh, dianjurkan untuk segera berkonsultasi ke dokter atau apoteker. Selain itu, masyarakat juga dianjurkan untuk selalu membaca informasi yang tercantum dalam kemasan obat, yakni izin edar, kadaluarsa, kemasan, dan kandungan di dalamnya.

Ilustrasi Kesehatan Mulut. Foto: pixabay.com

Rekomendasi Obat Sariawan Pengganti Albothyl

Sariawan merupakan masalah mulut yang sangat mengganggu jika tak segera diatasi. Berikut rekomendasi obat sariawan pengganti Albothyl yang aman untuk digunakan.

1. Efisol Liquid 10 ml

Menukil laman resmi Novell Pharmaceutical Labs, Efisol Liquid 10 ml mempunyai kandungan thymol dan dequalium yang berguna untuk mengatasi sariawan, bau mulut, bibir pecah-pecah, dan gangguan rongga mulut lainnya. Petunjuk penggunaan Efisol Liquid 10 ml adalah sebagai berikut:

  • Dosis: Oleskan pada sariawan tanpa diencerkan. Jika untuk mengobati masalah rongga mulut lainnya, caranya dengan melarutkan 10-20 tetes Efisol Liquid 10 ml pada segelas air dan lakukan 2-4 kali sehari.

  • Aturan pakai: Dioleskan atau digunakan untuk berkumur setelah makan.

  • Indikasi umum: Infeksi pada sariawan atau selaput lendir mulut dan napas akan berbau.

  • Efek samping: Terjadi iritasi, alergi, dan tenggorokan gatal. Apabila efek samping bertahan lama, hentikan pemakaian dan konsultasikan ke dokter.

  • Bagi penderita ginjal dan gangguan fungsi hati dianjurkan untuk berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu..

Ilustrasi Kesehatan Mulut. Foto: pixabay.com

2. Betadine obat kumur

Betadine obat kumur mempunyai kandungan zat aktif povidone iodine yang berfungsi untuk mengatasi masalah mulut, seperti sariawan, gusi bengkak, sakit tenggorokan, napas tidak segar, dan bau mulut. Petunjuk penggunaan Betadine obat kumur adalah sebagai berikut:

  • Dosis: Tuangkan 15 ml Betadine obat kumur pada tutup botol.

  • Aturan pakai: Digunakan untuk berkumur selama 30-60 detik dan lakukan 3-5 hari per hari (sesuai kebutuhan).

  • Indikasi umum: Obat antiseptik untuk rongga mulut.

  • Efek samping: Reaksi hipersensitif dan iritasi idiosyncratic mucosal (rasa perih di lapisan dalam mulut). Penggunaan berlebihan dapat menyebabkan efek samping sistemik, seperti gangguan fungsi ginjal, metabolik asidosis (kadar asam yang tinggi dalam tubuh), dan hypernatremia (rendahnya natrium dalam darah).

  • Betadine obat kumur tidak boleh tertelan.

3. Aloclair Plus Mouthwash 60 ml

Mengutip laman resmi Kalbe Farma, Aloclair Plus Mouthwash mempunyai kandungan aloe vera sebagai antiseptik, antiinflamasi, dan pembalut luka. Obat ini berguna untuk membantu penyembuhan luka pada rongga mulut dengan cara membentuk lapisan pelindung pada luka dan memberikan efek analgesik (pereda nyeri).

Petunjuk penggunaan Aloclair Plus Mouthwash adalah sebagai berikut:

  • Dosis: 10 ml Aloclair Plus Mouthwash untuk berkumur.

  • Aturan pakai: Digunakan untuk berkumur 3-4 kali sehari (sesuai kebutuhan). Hindari makan dan minum minimal 1 jam setelah berkumur.

  • Indikasi umum: Sariawan dan lesi traumatik (iritasi pada lapisan dalam mulut).

  • Tidak dianjurkan untuk diberikan kepada anak-anak yang belum bisa berkumur. Meskipun aman tertelan, sebaiknya tetap jangan sampai menelannya.

(DND)