Sariawan Vagina: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengobatinya

Kumpulan artikel yang membahas informasi seputar kesehatan.
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Artikel Kesehatan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sariawan vagina (stomatitis) adalah reaksi peradangan vagina berupa bercak atau luka terbuka pada bagian lapisan epitel (jaringan kulit paling luar). Saat terjadi infeksi, gejalanya ditandai dengan rasa gatal dan nyeri pada bibir vagina.
Sariawan vagina bukan merupakan penyakit menular seksual. Mengutip buku Diary Pintar Bunda Hamil karya Wulan Mulya dan Erma Desi (2016), penyebab utama penyakit ini ialah infeksi jamur Candida yang jumlahnya sangat banyak di dalam vagina.
Ketika tubuh tidak mampu lagi mengatasinya, maka terjadilah peradangan yang disebut sebagai sariawan vagina. Sariawan ini dapat menular melalui kontak langsung dengan cairan vagina pasien yang mengidapnya.
Untuk mengobatinya, Anda perlu melakukan pemeriksaan ke dokter terkait. Agar lebih memahaminya, berikut penjelasan tentang sariawan vagina selengkapnya yang bisa Anda simak.
Gejala Sariawan di Vagina
Gejala sariawan di vagina sangat beragam dan berbeda pada tiap orang. Namun, secara umum, gejala sariawan vagina ditandai dengan:
Rasa tidak nyaman pada vagina, muncul rasa gatal, dan sensasi terbakar.
Muncul cairan putih kental yang baunya mirip seperti ragi.
Muncul kemerahan atau pembengkakan pada vagina atau vulva.
Kulit kelamin tampak terbelah.
Rasa nyeri atau terbakar saat buang air kecil dan berhubungan seks.
Jika Anda mengalami gejala tersebut, segera temui dokter. Biasanya dokter akan meresepkan krim antijamur atau pessarium vagina.
Penyebab Sariawan di Vagina
Penyakit sariawan vagina sebenarnya lazim dialami sebagian besar wanita. Diperkirakan sekitar 75% wanita setidaknya mengalami satu kali periode sariawan vagina dalam hidupnya.
Kebanyakan kasus sariawan vagina disebabkan oleh infeksi jamur Candida albicans. Proses patologik yang timbul sangat bervariasi, mulai dari iritasi dan inflamasi, supurasi akut, kronis, dan reaksi granulomatosis.
Selain infeksi jamur, sariawan vagina juga dapat disebabkan oleh sejumlah faktor lainnya. Dikutip dari laman National Institutes of Health, adapun beberapa faktor penyebab sariawan di vagina, yaitu:
Infeksi bakteri, seperti Streptococcus tipe A atau Mycoplasma bisa menyebabkan sariawan di vagina.
Infeksi virus, seperti Epstein-Barr, cytomegalovirus, atau virus varicella-zoster.
Infeksi menular seksual, seperti herpes genital, sifilis, Lymphogranuloma Venereum (LGV).
Beberapa penyakit yang mengakibatkan peradangan dan gangguan autoimun, seperti pemfigus, pemfigoid bulosa, lupus, penyakit Behcet, sindrom Stevens-Johnson, dan kanker vulva.
Menggaruk vagina secara berlebihan atau penggunaan produk perawatan tubuh yang mengandung bahan kimia keras dapat menyebabkan iritasi kulit dan sariawan di vagina.
Cara Mengatasi Sariawan di Vagina
Jika Anda mengalami sariawan di vagina, segera konsultasikan diri ke dokter untuk mengetahui penyebab pasti dan mendapatkan pengobatan yang tepat.
Dirangkum dari laman Patient dan Better Health, berikut adalah beberapa cara yang dapat membantu mengatasi sariawan di vagina.
1. Gunakan Obat yang Diresepkan
Jika sariawan vagina disebabkan oleh infeksi, dokter biasanya akan meresepkan antibiotik atau antivirus yang sesuai. Misalnya, acyclovir, famciclovir, atau valaciclovir untuk mengobati sariawan vagina yang disebabkan oleh herpes simpleks atau herpes zoster.
Pastikan untuk mengikuti petunjuk penggunaan dan anjuran dosis yang diberikan oleh dokter. Sementara untuk meredakan peradangan, dokter biasanya akan memberikan obat oral yang dikonsumsi dengan dosis tertentu.
2. Pengobatan Simtomatik
Pengobatan simtomatik adalah pengobatan yang bertujuan untuk mengurangi keluhan atau gejala umum dari penyakit yang mendasarinya, seperti rasa nyeri, gatal, ruam kemerahan, dan lainnya.
Untuk mengurangi rasa tidak nyaman yang timbul akibat sariawan di vagina, Anda dapat menggunakan obat pereda nyeri yang direkomendasikan oleh dokter, seperti paracetamol.
Mengompres bagian yang sariawan dengan kompres dingin juga dapat membantu mengurangi peradangan dan rasa sakit. Anda juga bisa mengoleskan anestesi lokal, seperti lidocaine, sesuai dengan instruksi dokter.
3. Menjaga Kebersihan Area Vagina
Pastikan untuk menjaga kebersihan area vagina menggunakan air bersih dan sabun yang lembut. Hindari penggunaan sabun dengan kandungan bahan yang keras dan berpotensi menyebabkan iritasi.
Selain itu, hindari penggunaan celana dalam yang ketat, karena dapat memperburuk gejala sariawan. Pilihlah pakaian dalam yang terbuat dari bahan yang lembut dan menyerap keringat.
4. Berendam dengan Air Garam Epsom
Berendam dengan air garam epsom hangat dapat memberikan efek relaksasi dan membantu meredakan rasa nyeri pada sariawan di vagina.
Cara penggunaannya mudah, cukup tambahkan 1-2 sendok makan garam epsom ke dalam air hangat di bak mandi. Rendam tubuh Anda dalam air selama 10-15 menit. Pastikan untuk mengeringkan daerah vagina secara menyeluruh setelah berendam.
5. Menjaga Sistem Kekebalan Tubuh yang Sehat
Menjaga sistem kekebalan tubuh yang sehat dapat membantu tubuh melawan infeksi dan mempercepat proses penyembuhan sariawan di vagina. Pastikan untuk mengonsumsi makanan bergizi, beristirahat yang cukup, dan menjaga gaya hidup yang sehat.
Pencegahan Sariawan di Vagina
Agar terhindar dari penyakit tersebut, Anda bisa melakukan beberapa tindakan preventif. Berikut adalah cara mencegah sariawan di vagina seperti yang dikutip dari laman Better Health.
Pilihlah pakaian dalam yang terbuat dari bahan yang mudah menyerap keringat, seperti sutera atau katun.
Ganti pakaian dalam minimal tiga kali sehari untuk menghindari area vagina menjadi lembap.
Hindari penggunaan sabun untuk membersihkan area vagina.
Usap pantat Anda dari depan ke belakang setelah ke toilet. Ini akan mencegah penyebaran Candida albicans dari anus ke vagina.
Hindari menggunakan kertas toilet dan produk menstruasi yang mengandung parfum.
Baca Juga: 5 Fakta Seputar Infeksi Jamur pada Vagina, Perempuan Harus Tahu
(MSD & SFR)
Frequently Asked Question Section
Apa itu sariawan vagina?

Apa itu sariawan vagina?
Sariawan vagina (stomatitis) adalah reaksi peradangan vagina yang ditandai dengan bercak atau luka terbuka pada bagian lapisan epitel (jaringan kulit paling luar).
Apa penyebab sariawan vagina?

Apa penyebab sariawan vagina?
Kebanyakan kasus sariawan vagina disebabkan oleh infeksi jamur Candida albicans.
Apa gejala sariawan vagina?

Apa gejala sariawan vagina?
Rasa nyeri dan terbakar ketika buang air kecil, muncul keputihan abnormal, dan masih banyak lagi.
