Sensasi Terbakar saat Buang Air Kecil, Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Kumpulan artikel yang membahas informasi seputar kesehatan.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Artikel Kesehatan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sensasi terbakar saat buang air kecil bisa menjadi tanda adanya infeksi atau gangguan lain pada saluran kemih. Kondisi ini dapat menimbulkan ketidaknyamanan dan menandakan adanya gangguan kesehatan yang perlu segera ditangani.
Menurut informasi dari National Health Service UK, sensasi terbakar saat buang air kecil bisa menyerang siapa saja, baik pria maupun wanita. Meskipun wanita cenderung lebih sering mengalaminya karena struktur saluran kemih yang lebih pendek.
Untuk mengetahui informasi lebih lanjut mengenai sensasi terbakar saat buang air kecil, mulai dari penyebab hingga cara mengatasinya, simak terus uraian ini.
Penyebab Sensasi Terbakar saat Buang Air Kecil
Berdasarkan informasi yang dirangkum dari Mayo Clinic, berikut faktor yang menyebabkan timbulnya sensasi seperti terbakar saat buang air kecil.
1. Infeksi Saluran Kemih (ISK)
Infeksi saluran kemih adalah penyebab paling umum dari rasa terbakar saat buang air kecil, terutama pada wanita. Infeksi terjadi ketika bakteri (biasanya Escherichia coli) masuk ke dalam uretra dan menyebar ke kandung kemih. Gejala lain ISK:
Sering ingin buang air kecil.
Urine keruh atau berbau menyengat.
Nyeri di bagian bawah perut.
2. Infeksi Menular Seksual (IMS)
Beberapa IMS seperti klamidia, gonore, dan herpes genital bisa menyebabkan sensasi terbakar saat buang air kecil. Gejala ini biasanya muncul bersamaan dengan cairan tak normal dari alat kelamin, luka, atau rasa gatal di area genital.
3. Iritasi Kimia
Produk pembersih kewanitaan, sabun wangi, atau kondom dengan spermisida dapat menyebabkan iritasi pada saluran kemih atau genital dan memicu rasa perih saat buang air kecil.
4. Batu Ginjal atau Kandung Kemih
Batu ginjal atau kandung kemih yang bergerak ke dalam saluran kemih dapat menimbulkan nyeri hebat dan sensasi terbakar saat buang air kecil. Gejala ini mungkin disertai darah dalam urine.
5. Sistitis atau Radang Kandung Kemih
Sistitis dapat menyebabkan peradangan pada dinding kandung kemih dan uretra. Rasa terbakar saat berkemih menjadi salah satu tanda utamanya, selain dorongan buang air kecil yang kuat, tapi tak tuntas.
6. Vaginitis atau Infeksi Jamur
Pada wanita, infeksi jamur di area vagina bisa menyebabkan rasa perih saat buang air kecil, terutama bila urine mengenai area luar vagina yang meradang.
Baca Juga: Ciri-ciri Infeksi Saluran Kemih yang Sudah Parah
Cara Mengatasi Sensasi Terbakar saat Buang Air Kecil
Meski sering kali tak berbahaya, gejala ini tetap perlu diperhatikan dan ditangani dengan tepat. Berikut cara mengatasi sensasi terbakar saat buang air kecil yang dikutip dari WebMD.
Minum banyak air. Air membantu membilas bakteri dari saluran kemih dan mengurangi iritasi. Pastikan minum setidaknya delapan gelas air per hari.
Hindari produk iritan. Berhenti menggunakan sabun wangi, tisu basah berpewangi, atau produk pembersih kewanitaan yang bisa memperparah iritasi.
Konsumsi obat sesuai resep. Jika penyebabnya infeksi, dokter biasanya akan meresepkan antibiotik. Pasien juga tetap perlu menghabiskan seluruh dosis obat meskipun gejala mereda.
Kompres hangat. Letakkan kompres hangat di perut bagian bawah untuk meredakan rasa nyeri atau ketidaknyamanan akibat infeksi kandung kemih.
Hindari aktivitas seksual sementara. Jika penyebabnya adalah IMS atau infeksi saluran kemih, sebaiknya hindari hubungan seksual sampai pengobatan selesai untuk mencegah iritasi lanjutan dan penularan.
(NDA)
