Skala Nyeri: Pengertian, Jenis, dan Cara Mengukurnya

Kumpulan artikel yang membahas informasi seputar kesehatan.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Artikel Kesehatan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Nyeri adalah bentuk pengalaman sensorik dan emosional seseorang yang berkaitan erat dengan kerusakan jaringan. Kondisi ini sering timbul karena proses patologis, di mana saraf-saraf sensorik terpacu untuk menghasilkan reaksi tidak nyaman, distres, dan penderitaan.
Pada kasus kronis, rasa nyeri bisa memperparah kondisi mental dan fisik seseorang. Setiap persepsi yang timbul akan membuat tubuh merespons rangsangan nyeri dan mempengaruhi keseluruhan sistem organ penderitanya.
Dalam ranah medis, nyeri diklasifikasikan menjadi dua jenis, yakni nyeri akut dan kronis. Nyeri akut biasanya berhubungan dengan respons fisiologis, sedangkan nyeri kronis berkaitan erat dengan kerusakan jaringan.
Penilaian intensitas nyeri bisa dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya melalui metode VAS (Visual Analogue Scale). Dalam pengukurannya, skala nyeri tersebut mempertimbangkan usia, jenis kelamin, dan tingkat pendidikan pasien.
Bagaimana cara mengukur skala nyeri VAS? Simak penjelasan berikut untuk mengetahui jawabannya.
Skala Nyeri VAS (Visual Analogue Scale)
Skala nyeri VAS (Visual Analogue Scale) menggunakan angka 0-10 untuk menggambarkan tingkatan rasa nyeri yang dialami seseorang. Secara umum, skalanya dapat digolongkan menjadi empat bagian, yakni tidak ada nyeri, nyeri ringan, nyeri sedang, dan nyeri parah.
Skala nyeri VAS umumnya berbentuk garis horizontal yang berukuran 10 cm. Garis tersebut mewakili intensitas nyeri yang berlangsung terus-menerus dan mewakili deskripsi verbal pada setiap ujungnya.
Saat pengukuran, pasien diminta untuk membuat tanda pada garis tersebut sesuai dengan nyeri yang dirasakan. VAS 0-5 mm dinilai tidak nyeri, 5-44 mm digolongkan nyeri ringan, 45-74 mm nyeri sedang, dan di atas 70 mm nyeri berat.
Dalam metode VAS, rasa nyeri juga bisa dideskripsikan melalui skala angka. Mengutip tulisan I Kadek Riyandi Pranadiva tentang Penilaian Nyeri (2017), skala 0 berarti tidak terjadi nyeri, sementara skala 1-3 mewakili rasa gatal, tersetrum, nyut-nyutan, melilit, terpukul, perih, dan mules.
Kemudian, skala 4-6 mewakili kram, kaku, tertekan, sulit bergerak, terbakar, dan ditusuk-tusuk. Skala 7-9 tergolong sangat nyeri, namun masih bisa dikontrol oleh pasien. Dan terakhir, skala 10 termasuk nyeri yang sangat berat dan tidak dapat dikontrol lagi.
Pengukuran skala nyeri VAS sering digunakan karena hasilnya cukup akurat. Mengutip situs Physiomedia, berikut kelebihan dan kelemahan skala nyeri VAS selengkapnya:
Kelebihan
VAS lebih sensitif terhadap perubahan kecil daripada skala ordinal deskriptif.
Skala ini mampu melihat perubahan dalam individu.
VAS membutuhkan waktu <1 menit untuk menyelesaikannya.
Mudah digunakan dalam perawatan rutin.
Tidak ada pelatihan yang diperlukan selain kemampuan menggunakan penggaris untuk mengukur jarak dalam menentukan skor.
Kekurangan
Penilaiannya sangat subjektif.
Bernilai kurang untuk membandingkan sekelompok individu pada satu titik waktu.
VAS menghasilkan data interval/rasio dari nilai subjektif yang paling ordinal.
VAS diberikan dalam bentuk kertas dan digital. Sehingga, tidak memungkinkan untuk diberikan secara lisan ataupun melalui telepon.
Diperlukan kehati-hatian saat memfotokopi timbangan karena bisa mengubah panjang garis VAS.
(MSD)
Frequently Asked Question Section
Apa yang dimaksud dengan rasa nyeri?

Apa yang dimaksud dengan rasa nyeri?
Nyeri adalah bentuk pengalaman sensorik dan emosional yang berkaitan erat dengan kerusakan jaringan.
Apa penyebab rasa nyeri timbul?

Apa penyebab rasa nyeri timbul?
Nyeri timbul karena proses patologis, di mana saraf-saraf sensorik terprovokasi untuk menghasilkan reaksi tidak nyaman, distres, dan penderitaan.
Bagaimana cara mengukur skala nyeri VAS?

Bagaimana cara mengukur skala nyeri VAS?
Skala 0 berarti tidak terjadi nyeri, sementara skala 1-3 mewakili rasa gatal, tersetrum, nyut-nyutan, melilit, terpukul, perih, dan mules. Skala 4-6 mewakili kram, kaku, tertekan, sulit bergerak, terbakar, dan ditusuk-tusuk. Skala 7-9 termasuk skala sangat nyeri tetapi masih bisa dikontrol oleh pasien. Sementara skala 10 merupakan skala nyeri yang sangat berat dan tidak dapat dikontrol lagi.
