Konten dari Pengguna

Tuna Daksa: Pengertian, Ciri-Ciri, Dampak, dan Layanan Pendidikannya

Artikel Kesehatan

Artikel Kesehatan

Kumpulan artikel yang membahas informasi seputar kesehatan.

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Artikel Kesehatan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi tuna daksa. Foto: pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi tuna daksa. Foto: pixabay

Secara bahasa, tuna daksa berasal dari kata “tuna” yang berarti rugi atau kurang dan “daksa” yang berarti tubuh. Sedangkan secara istilah, tuna daksa adalah kecacatan tubuh yang diakibatkan oleh gangguan kesehatan.

Mengutip buku Pendidikan Dasar Inklusif: Teori dan Implementasi karya Indah Hari Utami, dkk (2020), seorang tuna daksa mempunyai kelainan ortopedik berupa gangguan dari fungsi normal pada tulang, otot, dan persendian. Biasanya kelainan tersebut disebabkan oleh bawaan lahir, penyakit, atau kecelakaan.

Di sisi lain, tuna daksa juga bisa disebabkan oleh kelainan neuro-maskular dan struktur tulang. Mereka yang menyandang tuna daksa memiliki keterbatasan dalam melakukan aktivitas fisik karena mengalami gangguan sensorik dan motorik.

Ada dua tingkat keparahan tuna daksa yang biasa ditemui, yaitu ringan dan berat. Agar lebih memahaminya, berikut penjelasan tentang tuna daksa selengkapnya yang bisa Anda simak.

Apa Pengertian Tuna Daksa?

Menurut Direktorat Pendidikan Luar Biasa, istilah yang sering digunakan untuk mendeskripsikan tuna daksa adalah seseorang yang memiliki cacat fisik, tubuh, atau cacat orthopedi. Dalam bahasa asing, tuna daksa disebut dengan istilah crippled, physically handicapped, physically disabled, dan sebagainya.

Ilustrasi tuna daksa. Foto: pixabay

Seorang tuna daksa mengalami kesulitan untuk mengoptimalkan fungsi anggota tubuh karena terdapat luka, penyakit bawaan, ataupun pertumbuhan yang salah. Akibatnya, kemampuan tuna daksa dalam melakukan gerakan-gerakan tubuh tertentu mengalami penurunan.

Pada dasarnya, kelainan tuna daksa dapat dikelompokkan menjadi dua bagian besar, yaitu kelainan pada sistem serebral (otak) dan kelainan pada sistem otot dan rangka (Musculus Skeletal System). Keduanya memiliki karakteristik berbeda.

Karakteristik tersebut dapat memengaruhi kemampuan penyesuaian diri dengan lingkungan, sehingga timbul kecenderungan untuk bersikap pasif. Dalam hal ini, seorang tuna daksa sangat dipengaruhi oleh jenis dan derajat keturunannya.

Apa Ciri-ciri Tuna Daksa?

Secara umum, tuna daksa memiliki ciri-ciri seperti yang dikutip dari buku Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus karya Sulthon (2020) berikut ini:

  • Terjadi kekakuan pada anggota gerak/lemah/lumpuh.

  • Mengalami hambatan dalam gerak (tidak sempurna, tidak lentur/tidak terkendali).

  • Anggota bagian tubuh ada yang kurang atau tidak lengkap/tidak sempurna.

  • Terdapat cacat pada alat gerak.

  • Jari tangan kaku dan tidak dapat menggenggam.

  • Kesulitan pada saat berdiri/berjalan/duduk/dan menunjukkan sikap tubuh tidak normal.

  • Hiperaktif/tidak dapat tenang.

Ilustrasi tuna daksa. Foto: pixabay

Apa Saja Dampak Tuna Daksa?

Kecacatan tubuh yang dialami seorang tuna daksa dapat berimplikasi pada kehidupan sehari-harinya. Dampak tersebut dapat berupa:

  • Masalah kesulitan belajar: Masalah ini berkaitan dengan hambatan-hambatan yang dialami seorang tuna daksa akibat kelainan pada otak atau gangguan pada sistem saraf.

  • Masalah sosialisasi: Masalah ini berkaitan dengan penyesuaian diri mereka terhadap lingkungan. Mereka cenderung mudah frustasi, menarik diri, dan merasa terdesak oleh kehadiran orang lain.

  • Masalah keterampilan dan pekerjaan: Orang tuna daksa memiliki kemampuan fisik yang terbatas. Oleh karena itu, mereka membutuhkan bantuan dan pembinaan agar dapat mandiri dan tidak bergantung pada orang lain.

  • Masalah latihan gerak: Masalah ini berkaitan erat dengan kondisi orang tuna daksa yang mayoritas mengalami gangguan dalam gerak.

Bagaimana Layanan Pendidikan bagi Anak Tuna Daksa?

Layanan pendidikan yang spesifik bagi tuna daksa adalah bina gerak. Untuk memberikan layanan tersebut diperlukan dukungan terapi, khususnya fisioterapi untuk memulihkan kondisi otot dan tulang penyandang agar tidak semakin menurun kemampuannya.

Selain itu, diperlukan pula terapi okupasi dan bermain. Mengutip buku Mengenal ABK: Anak Berkebutuhan Khusus susunan Maria Agustin (2022), ada tiga hal yang perlu diperhatikan, yaitu:

  • Pendekatan multidisipliner dalam program rehabilitasi anak tunadaksa.

  • Program pendidikan sekolah.

  • Layanan bimbingan dan konseling.

Pendekatan multidisipliner yaitu layanan pendidikan yang melibatkan berbagai ahli dalam rangka mengoptimalkan kemampuan yang dimiliki oleh penyandang disabilitas. Para ahli tersebut meliputi ahli medis, dokter tulang, dokter syaraf, ahli pendidikan, psikolog, pekerja sosial, konselor, ahli fisioterapi, ahli terapi okupasi, dan ahli pendidikan khusus.

Ilustrasi tuna daksa. Foto: pixabay

Dalam program rehabilitasi, ada empat stadium yang biasa dilalui, yakni:

  1. Stadium akut, berkisar antara 0-6 minggu sejak menderita. Stadium ini disebut juga sebagai stadium "survival", artinya pasien berjuang untuk bertahan hidup.

  2. Stadium sub-akut, berkisar antara 6-12 minggu. Merupakan stadium perawatan rutin, pemberian fisioterapi dan terapi okupasi agar perkembangan otot dapat pulih dan tumbuh walau minimal.

  3. Stadium mandiri. Pada stadium ini, penyandang lebih diarahkan agar memperoleh keterampilan kerja untuk menghadapi kehidupan mendatang.

  4. Stadium "after care". Pada stadium ini, penyandang dipersiapkan kembali ke rumah atau ke sekolah untuk mengikuti program pendidikan lanjutan.

Program pendidikan sekolah bagi mereka yang tidak mengalami kelainan mental relatif sama dengan anak normal. Hanya saja, bina gerak masih terus dikembangkan melalui fisioterapi dan terapi okupasi untuk perbaikan motoriknya.

Orientasi pembelajaran juga lebih bersifat individu, walaupun dapat juga secara klasikal. Bagi penderita cerebral palsy, bina gerak terus diupayakan agar dapat memperoleh perkembangan yang optimal.

(MSD)

Frequently Asked Question Section

Apa itu tuna daksa?

chevron-down

Tuna daksa adalah kecacatan tubuh yang diakibatkan oleh gangguan kesehatan.

Apa penyebab tuna daksa?

chevron-down

Tuna daksa bisa disebabkan oleh bawaan lahir, penyakit, atau kecelakaan.

Apa ciri-ciri tuna daksa?

chevron-down

Terdapat cacat pada alat gerak; Jari tangan kaku dan tidak dapat menggenggam; Kesulitan pada saat berdiri/berjalan/duduk/dan menunjukkan sikap tubuh tidak normal.