Usia Kandungan Berapa Minggu Janin Bergerak? Ini Penjelasannya

Kumpulan artikel yang membahas informasi seputar kesehatan.
ยทwaktu baca 3 menit
Tulisan dari Artikel Kesehatan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Salah satu momen paling menggembirakan dalam masa kehamilan adalah ketika ibu pertama kali merasakan gerakan bayi dalam kandungan. Gerakan ini menjadi pertanda bahwa janin tumbuh dengan sehat dan aktif.
Jenis gerakan yang dirasakan pun bisa berbeda-beda tergantung tahap pertumbuhan dan perkembangannya. Selain itu, waktu kemunculan gerakan pertama juga tak sama untuk setiap kehamilan. Lalu, pada usia kehamilan berapa minggu janin mulai bergerak? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini.
Usia kandungan Berapa Minggu Janin Bergerak?
Gerakan janin sebenarnya sudah dimulai sejak usia kandungan masih sangat muda. Namun, karena janin masih sangat kecil dan gerakannya sangat lembut, ibu belum bisa merasakannya pada tahap ini.
Mengutip laman American Pregnancy Association, umumnya ibu mulai merasakan gerakan janin pada minggu ke-16 hingga ke-25 kehamilan. Namun, waktu ini bisa berbeda pada setiap kehamilan, tergantung sejumlah faktor.
Bagi ibu yang baru pertama kali hamil, gerakan janin pertama biasanya terasa mendekati minggu ke-25. Sedangkan ibu yang sudah pernah hamil sebelumnya bisa merasakannya lebih awal karena mereka lebih peka terhadap perubahan tubuhnya.
Pada awalnya gerakan janin terasa sangat lembut, mirip seperti ada gelembung udara pecah atau kupu-kupu beterbangan di dalam perut. Seiring pertumbuhan janin, gerakan menjadi lebih kuat, seperti tendangan atau gerakan berguling. Gerakan ini biasanya terasa lebih aktif saat ibu sedang beristirahat atau menjelang malam hari.
Baca Juga: 9 Pantangan Ibu Hamil Muda agar Kehamilan Tetap Sehat
Faktor yang Memengaruhi Kapan Gerakan Janin Terasa
Tidak semua ibu hamil merasakan gerakan janin pada waktu yang sama. Mengutip laman Cleveland Clinic, ada beberapa faktor yang dapat memengaruhi cepat atau lambatnya sensasi ini dirasakan, di antaranya:
1. Urutan Kehamilan
Jika ini bukan kehamilan pertama, biasanya ibu akan merasakan gerakan janin lebih cepat. Hal ini karena otot rahim sudah lebih rileks dan ibu lebih peka terhadap sensasi yang muncul dalam tubuh. Pengalaman kehamilan sebelumnya membuat ibu lebih familier dengan seperti apa rasanya gerakan janin.
2. Lokasi Plasenta
Letak plasenta atau ari-ari juga turut berpengaruh. Jika plasenta terletak di bagian depan rahim (anterior placenta), gerakan janin bisa lebih sulit dirasakan karena terhalang bantalan plasenta.
Gerakan janin tak hanya memberikan ketenangan bagi ibu, tetapi juga menunjukkan bahwa janin sedang berkembang secara aktif. Aktivitas bayi dalam kandungan ini membantu perkembangan otot, tulang, dan sendi.
Oleh karena itu, penting bagi ibu untuk mulai memperhatikan dan mencatat pola gerakan janin, terutama saat memasuki trimester ketiga. Segera konsultasikan dengan dokter atau bidan jika khawatir dengan penurunan frekuensi gerakan janin.
Meski banyak faktor bisa menyebabkan gerakan janin sulit dirasakan, tetap penting untuk melakukan pemeriksaan agar memastikan kondisi bayi tetap sehat.
(SA)
