Ibu-Ibu di Pekalongan Kenalan dengan Ajifurai, "Ikan Goreng" Bergizi Khas Jepang

Seorang mahasiswi yang sedang menempuh pendidikan sarjana di Universitas Diponegoro. Tertarik pada bidang Food and Beverages
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Arum Citra Kusuma tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) TIM II Universitas Diponegoro 2024 mengadakan penyuluhan mengenai urgensi konsumsi ikan serta langkah pembuatan produk olahan ikan inovatif yang cocok dikonsumsi oleh keluarga.
Mahasiswa KKN yang diterjunkan oleh Universitas Diponegoro sejak Juli 2024 lalu telah berhasil menyelenggarakan berbagai kegiatan dan terobosan inovatif dalam rangka melaksanakan pengabdian masyarakat yang menjadi salah satu pilar perguruan tinggi Indonesia. Salah satu daerah yang menjadi wilayah penempatan mahasiswa KKN Undip adalah Kelurahan Kedungwuni Timur, Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah.
"Penyuluhan Pembuatan Ajifurai sebagai Produk Olahan Inovatif Berbasis Hasil Perikanan" merupakan program yang diselenggarakan oleh Arum Citra Kusuma, mahasiswa KKN Undip Program Studi Teknologi Hasil Perikanan. Kegiatan ini telah dilaksanakan pada Minggu, 4 Agustus 2024 di Perumahan Puri, Kelurahan Kedungwuni Timur yang bersamaan dengan pelaksanaan kegiatan Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) rutin. Sasaran utama dari kegiatan ini adalah kalangan ibu rumah tangga. Rangkaian kegiatan yang diselenggarakan terdiri dari pengenalan produk Ajifurai secara umum dan lengkap dengan langkah pembuatannya. Antusiasme peserta kegiatan semakin dipantik dengan adanya sesi tanya jawab interaktif sembari mencicipi produk Ajifurai yang merupakan hasil karya mahasiswa KKN sendiri.
Ajifurai merupakan makanan olahan hasil perikanan yang berasal dari negeri sakura, Jepang. Ajifurai umumnya dapat dibuat dari ikan hasil tangkapan laut seperti ikan kembung (Rastrelliger sp.), atau ikan layang (Decapterus sp.), ataupun ikan selar (Selaroides leptolepis) yang diolah. Keunikan Ajifurai dibandingkan olahan ikan lainnya adalah hilangnya bagian kepala, duri, sirip, dan tulang ikan yang seringkali dianggap mengganggu ketika dikonsumsi. Ajifurai juga dilengkapi dengan lapisan breadcrumbs yang mampu menciptakan rasa renyah di bagian luar, tetapi lembut pada bagian dalam. Tidak hanya unik, Ajifurai juga memiliki kandungan gizi yang cukup tinggi. Dalam setiap porsi Ajifurai terdapat setidaknya 9,88% protein, 3,44% lemak, 3,28% mineral, serta 21,86% karbohidrat* yang menjadikan Ajifurai sebagai makanan yang bergizi dan mengenyangkan.
Kegiatan yang diselenggarakan ini diharapkan mampu menambah wawasan bagi kalangan ibu rumah tangga untuk dapat menjadikan komoditas perikanan sebagai salah satu makanan pokok dan sumber gizi harian bagi keluarga sehat yang diwujudkan melalui sajian olahan ikan yang lebih inovatif dan bervariasi. Kegiatan ini juga diharapkan mampu menjadi sumber ide bisnis bagi ibu rumah tangga yang memiliki minat di bidang UMKM pangan.
*Referensi : Zulaidah, H. S., I. Kandarina dan M. Hakimi. 2014. Pengaruh Pemberian Makanan Tambahan (PMT) pada Ibu Hamil terhadap Berat Lahir Bayi. Jurnal Gizi Klinik Indonesia, 11(2): 61-70.
Penulis : Arum Citra Kusuma
(Teknologi Hasil Perikanan - Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan)
Dosen Pembimbing Lapangan : dr. Saekhol Bakri, M.P.H
Lokasi KKN : Kelurahan Kedungwuni Timur, Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah
