Bahasa Daerah vs Bahasa Asing: Polemik Bahasa Ibu pada Anak-Anak

Mahasiswa di Universitas Sebelas Maret
·waktu baca 5 menit
Tulisan dari Arum Yuliana tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bahasa yang dikuasai oleh anak-anak sejak lahir dan digunakan untuk berinteraksi pertama kali dinamakan bahasa ibu. Bahasa ibu yang sering dijumpai di Indonesia kebanyakan bahasa daerah karena anak-anak lebih dulu diajarkan bahasa daerah yang digunakan untuk berkomunikasi dalam keluarganya, sehingga mereka lebih dulu menguasai bahasa daerah.
Misalnya anak yang lahir di Yogyakarta dengan ayah dan ibu yang berasal dari Yogyakarta, maka bahasa ibu anak tersebut adalah bahasa Jawa. Hal ini karena latar belakang yang dimiliki keluarga dan lingkungannya menggunakan bahasa Jawa untuk berkomunikasi sehingga anak tersebut harus menguasainya.
Keluarga menjadi lingkungan pertama anak-anak yang digunakan untuk berinteraksi. Orang tua berperan penting dalam mengajarkan bagaimana cara berkomunikasi dengan orang lain. Maka, bahasa yang diajarkan akan menjadi bahasa pertama bagi mereka sehingga orang tua harus benar-benar mempertimbangkan mengenai hal tersebut.
Bahasa yang diajarkan dapat berupa bahasa daerah ataupun bahasa asing. Pemilihan bahasa ini sesuai dengan kemampuan dan keinginan orang tua anak. Namun, kedua bahasa tersebut dapat menimbulkan polemik tersendiri karena berhubungan dengan kelanjutan hidup sang anak. Lalu, apakah polemik bahasa ibu antara bahasa daerah dan bahasa asing dapat menemukan jalan keluar? Karena bahasa pertama anak-anak akan berdampak pada kehidupan mereka ke depannya.
Bahasa Asing Kini Umum Digunakan di Indonesia
Di era modern ini, bahasa asing menjadi salah satu bahasa yang umum digunakan oleh masyarakat Indonesia. Bukan hal baru apabila masyarakat Indonesia berinteraksi menggunakan bahasa asing karena tentunya bahasa asing juga bermanfaat dalam kehidupan bermasyarakat, baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Salah satu bahasa asing yang umum digunakan adalah bahasa Inggris. Hal ini tidak mengherankan karena bahasa Inggris berstatus sebagai bahasa internasional sehingga masyarakat Indonesia memiliki standar minimal dengan menguasai bahasa tersebut. Selain itu, terdapat bahasa Korea dan bahasa Jepang yang perlahan mulai memasuki Indonesia, seiring dengan budayanya.
Penggunaan Bahasa Daerah sebagai Bahasa Ibu
Eksistensi bahasa daerah sebagai bahasa ibu cenderung masih mendominasi di kalangan masyarakat Indonesia, khususnya bagi masyarakat yang ada di pedesaan. Mengapa demikian? Karena interaksi yang dilakukan antarmasyarakat pedesaan lebih menjunjung tinggi bahasa daerahnya. Hal yang langka dijumpai yaitu ketika bahasa ibu dari anak-anak merupakan bahasa asing karena anak tersebut akan kesulitan untuk berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya. Lain halnya dengan bahasa daerah karena anak tersebut akan langsung membaur dengan lingkungan sekitarnya.
Fenomena Bahasa Asing Menjadi Bahasa Ibu dalam Masyarakat Indonesia
Fenomena mengenai bahasa asing menjadi bahasa ibu mulai marak di kalangan masyarakat Indonesia. Hal ini sejalan dengan mulai banyaknya Warga Negara Indonesia (WNI) yang menikah dengan Warga Negara Asing (WNA) sehingga bahasa asing sering digunakan untuk berkomunikasi. Saat anak lahir, maka kemungkinan besar bahasa asing menjadi bahasa pertama (bahasa ibu) yang dikuasainya.
Dilansir dari idn.times, salah satu anak dari artis ternama Jessica Iskandar yang bernama El Barack mahir dalam berbahasa Inggris karena bahasa tersebut telah diajarkan sejak El masih balita. Dapat diketahui bahwa bahasa ibu El Barack merupakan bahasa Inggris karena latar belakang orang tuanya. Selain itu, dihimpun dari insertlive, Muntaz Halilintar dari keluarga Gen Halilintar juga terbiasa berbicara bahasa Inggris sejak kecil dan kurang lancar dalam berbicara bahasa Indonesia. Sehingga, dapat diketahui bahwa bahasa ibu dari Muntaz Halilintar merupakan bahasa Inggris.
Seorang anak yang bahasa ibunya adalah bahasa asing akan kesulitan berinteraksi dengan masyarakat yang lingkungannya tidak menggunakan bahasa asing. Seperti Muntaz Halilintar yang kesulitan berinteraksi jika keluarganya menggunakan bahasa Indonesia, sehingga keluarganya harus menerjemahkan bahasa Indonesia ke dalam bahasa Inggris agar Muntaz dapat memahaminya.
Tidak semua masyarakat Indonesia mampu menggunakan bahasa asing dalam berkomunikasi sehari-hari. Apa yang dialami Muntaz merupakan satu dari sekian fenomena yang menjadikan bahasa asing sebagai bahasa pertama. Bisa dikatakan Muntaz beruntung karena lingkungannya mendukung untuk berbicara bahasa Inggris, sehingga ia bisa berkomunikasi dengan lancar. Namun, lain hal apabila lingkungan kurang tidak mendukung penggunaan bahasa asing karena komunikasi akan tersendat. Sehingga, pemilihan bahasa asing sebagai bahasa ibu dianggap kurang cocok apabila hal-hal pendukung, seperti lingkungan sekitar menjadi penghambat.
Sebenarnya penggunaan bahasa daerah sebagai bahasa ibu juga bisa saja memiliki kesulitan yang serupa apabila bahasa tersebut dikuasai dengan lingkungan sekitar yang tidak menggunakan bahasa tersebut. Namun, apabila bahasa daerah dijadikan bahasa ibu, kesulitan anak dalam mempelajari bahasa Indonesia akan diminimalisir. Sebab, tata bahasa Indonesia dengan bahasa daerah tidak jauh berbeda. Akan berbeda dengan bahasa asing yang mungkin saja memiliki tata bahasa yang sangat berbeda dengan bahasa Indonesia. Sehingga, dapat dianggap kurang cocok apabila bahasa asing dijadikan bahasa ibu anak-anak.
Tidak ada salahnya menggunakan bahasa asing maupun bahasa daerah, namun alangkah lebih baik jika yang diajarkan adalah bahasa daerah. Mengapa demikian? Karena hal ini juga berhubungan dengan bahasa daerah di Indonesia yang perlahan-lahan mulai punah dan terancam menghilang. Hal ini dikarenakan kurangnya penutur bahasa daerah sehingga bahasa daerah sudah tidak/jarang digunakan untuk berkomunikasi.
Peran anak-anak begitu besar untuk melestarikan penggunaan bahasa daerah. Anak-anak dapat mempelajari bahasa asing saat mereka menempuh jenjang pendidikan. Artinya, bahasa asing dapat dijadikan sebagai bahasa kedua karena bahasa tersebut dapat diakses dengan mudah, dapat dipelajari kapan saja, dan tidak akan terancam punah.
Lebih Baik Mana, Bahasa Daerah atau Bahasa Asing?
Pada dasarnya, penggunaan bahasa ibu antara bahasa daerah maupun bahasa asing perlu dipertimbangkan kembali dengan hal-hal yang sudah dijelaskan sebelumnya. Pertimbangannya mulai dari lingkungan hingga masa depan anak karena bahasa pertama sangat penting pada kelanjutan hidup sang anak. Tidak hanya mengenai bagaimana komunikasi untuk ke depannya, tetapi juga bagaimana interaksi antara anak dengan lingkungan. Tidak ada salahnya untuk mengajarkan bahasa asing, namun akan lebih baik jika orang tua mengarahkan dan mengajarkan bahasa daerah kepada anak sehingga bahasa daerah dapat menjadi bahasa pertama (bahasa ibu).
