Konten dari Pengguna

Dampak Pembelajaran Daring: Kesehatan Mental Mahasiswa Terganggu?

ARVIA SOFIANI 1

ARVIA SOFIANI 1

Saya merupakan mahasiswi semester 6 dari Universitas Jenderal Soedirman.

·waktu baca 5 menit

comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari ARVIA SOFIANI 1 tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mahasiswa Unsoed yang mengalami kejenuhan saat kelas online.                                    Sumber Foto : Indirasrr
zoom-in-whitePerbesar
Mahasiswa Unsoed yang mengalami kejenuhan saat kelas online. Sumber Foto : Indirasrr

Pandemi Covid-19 sudah memasuki Indonesia sejak dua tahun belakangan ini. Pandemi tidak hanya mempengaruhi risiko gangguan kesehatan akibat virus corona, tetapi juga mempengaruhi segala aspek kehidupan. Salah satunya di bidang pendidikan, misalnya efek pandemi terhadap kesehatan mental yang dialami oleh mahasiswa akibat kejenuhan pembelajaran daring atau kelas online.

Pada Maret 2020, dalam upaya pencegahan penyebaran Covid-19, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengeluarkan surat edaran terkait penerapan kebijakan bagi seluruh instansi pendidikan untuk melaksanakan pembelajaran jarak jauh (PJJ) dengan sistem daring yang berlaku untuk tingkatan pelajar di Indonesia.

Kebijakan tersebut berdampak terhadap proses pembelajaran, yaitu berubahnya sistem pembelajaran tatap muka menjadi sistem pembelajaran jarak jauh. Pembelajaran jarak jauh dilakukan dengan metode kelas online, yakni melalui video conference atau berbasis aplikasi tertentu. Hingga saat ini, seluruh instansi pendidikan khususnya kampus di Indonesia masih menerapkan metode pembelajaran daring atau kelas online.

Wacana dan isu perkuliahan tatap muka dapat kembali dilaksanakan pun beredar di media sosial, mulai dari isu perkuliahan tatap muka yang akan dilaksanakan di bulan Juli 2021. Kemudian, pada awal 2022 adanya wacana kampus akan melaksanakan pembelajaran dengan sistem hybrid karena pandemi Covid-19 menurun.

Namun, kenyataannya pihak kampus masih menunggu keputusan dari pemerintah dan melihat kebijakan kondisi pandemi di beberapa daerah saat ini. Untuk itu, mahasiswa masih melaksanakan pembelajaran kelas online hingga saat ini.

Meskipun pembelajaran daring dengan metode kelas online menjadi solusi di masa pandemi, namun juga memiliki kekurangan dan kendala dalam pelaksanaannya. Berdasarkan data di lapangan bahwa perkuliahan daring atau kelas online yang dialami oleh mahasiswa tidak selalu berjalan efektif. Selain tidak meratanya akses internet, mahasiswa juga kurang memahami materi perkuliahan yang diberikan melalui layar laptop maupun gawai.

Bagi mahasiswa, perasaan jenuh selama perkuliahan daring dapat dirasakan karena terlalu monoton, intonasi yang kurang bervariasi, dan penyampaian materi yang kurang dipahami serta terlalu lama di rumah saja. Selain itu, tidak berinteraksi secara langsung dengan pengajar dan teman-teman sehingga berpengaruh terhadap kejenuhan belajar.

Dapat disimpulkan bahwa kejenuhan yang dialami oleh mahasiswa dalam pelaksanaan kuliah online atau pembelajaran daring disebabkan oleh ruang gerak yang terbatas, terkendala jaringan internet, tidak dapat bertemu teman, dan keterbatasan pemahaman materi perkuliahan serta merasakan bosan mengikuti perkuliahan di depan layar laptop maupun gawai.

Menurut Center for Public Mental Health (2020) terdapat berbagai masalah yang muncul di masa pandemi, salah satunya adalah masalah psikologis. Oleh karena itu, dampak dari kuliah online selama masa pandemi mempengaruhi kualitas kesehatan mental mahasiswa sehingga permasalahan psikologis yang mahasiswa alami akibat kelas online adalah meningkatnya rasa cemas dan mudah memicu tekanan yang menimbulkan pikiran atau perasaan berlebihan (stres).

Untuk itu, mahasiswa perlu melakukan cara tersendiri untuk memperhatikan dan mengelola kesehatan mental pribadi yang dapat mengurangi kecemasan dan stres yang dirasakan akibat kejenuhan selama kelas online.

Berikut hal-hal atau tips yang dapat dilakukan mahasiswa dalam upaya mengatasi kejenuhan dan stres selama kelas online:

1) Melakukan hobi yang diminati atau disukai

Tips pertama untuk mengatasi kejenuhan dan stres adalah melakukan hobi yang disukai atau diminati. Hobi merupakan kegiatan yang dapat menenangkan perasaan. Penyebab stres dan jenuhnya kelas online tidak hanya dikarenakan bosan dan kurangnya memahami materi, tetapi juga disebabkan tugas yang menumpuk.

Maka diperlukan cara mengatasi stres dan jenuh akibat pembelajaran daring, yaitu dengan melakukan kegiatan yang disukai. Misalnya, mendengarkan musik, melukis, menulis, berkebun, memotret alam atau sesuatu yang indah, dan sebagainya. Cara tersebut dapat membantu meningkatkan suasana hati maupun menenangkan pikiran.

2) Menonton film

Tips berikutnya untuk mengatasi kejenuhan, yaitu dengan cara menonton film. Menonton film merupakan cara sederhana yang dapat membantu meredakan kejenuhan yang diakibatkan padatnya kelas online. Ekspresi yang mungkin terjadi saat menonton film, seperti tertawa atau menangis dapat membuat perasaan lebih nyaman dan merasa lega. Kegiatan menonton film dapat dilakukan di rumah melalui televisi maupun gawai atau laptop.

3) Meditasi

Tips selanjutnya adalah melakukan meditasi di rumah. Melakukan meditasi dapat menurunkan tingkat kejenuhan akibat dari kelas online dan dapat membuat diri kita menjadi lebih tenang. Luangkan waktu 10-15 menit untuk melakukan meditasi dalam sehari dan lakukan 4-5 kali dalam seminggu untuk meredakan stres dan kejenuhan.

4) Mengobrol online bersama teman

Di masa pandemi, kegiatan mahasiswa yang biasanya bersosialisasi dengan banyak orang termasuk teman menjadi hal yang jarang dilakukan. Hal ini dikarenakan kebijakan pemerintah yang menerapkan protokol kesehatan untuk tetap di rumah saja, membatasi ruang gerak mahasiswa, misalnya seperti bertemu dengan teman. Kelas online yang hampir setiap hari dan hanya dilakukan di rumah saja mengakibatkan tingkat kejenuhan mahasiswa meningkat.

Hal ini dikarenakan mahasiswa biasanya melakukan pembelajaran di kampus dan sekarang menjadi terbatas sehingga menimbulkan rasa bosan dan suntuk selama di rumah. Untuk mengatasi hal tersebut diperlukan menjaga hubungan dengan orang lain, seperti teman dekat atau kerabat.

Meskipun tidak dapat keluar rumah, namun kegiatan ini dapat dilakukan dengan menggunakan teknologi, misalnya dengan cara telepon maupun video call atau melalui platform lainnya, seperti google meet dan zoom meeting. Buatlah pembicaraan yang ringan, seperti menanyakan kabar, hobi, atau membicarakan mengenai hal menyenangkan lainnya. Hal ini dinilai dapat mengurangi rasa jenuh dan bosan yang muncul akibat dari kelas online.

5) Olahraga

Pada masa pandemi, olahraga sangat penting untuk dilakukan dan dibutuhkan oleh mahasiswa. Melakukan olahraga secara teratur dapat membuat tubuh dan imun menjadi sehat. Tidak hanya untuk meningkatkan kebugaran fisik saja, tetapi juga meningkatkan kesehatan mental mahasiswa.

Olahraga yang dilakukan secara rutin akan memberikan efek positif pada mahasiswa, seperti melepaskan hormon endorfin untuk memberikan energi positif di dalam diri yang membuat perasaan senang dan meningkatkan suasana hati. Lakukan olahraga ringan yang dapat dilakukan di halaman ataupun di dalam rumah, seperti jalan santai atau melakukan peregangan untuk menenangkan pikiran.