Menyiapkan Generasi Produktif

S-1 IKIP PGRI Semarang (2003), S-2 Universitas Palangkaraya(2022), PNS BPBD Kabupaten Seruyan, Sekretaris Umum PGRI Kabupaten Seruyan, Anggota Bidang Pendidikan ICMI ORDA Seruyan, Pendiri Komunitas Peduli Literasi (KOMPLIT).
·waktu baca 5 menit
Tulisan dari Arvian Yuli Artha tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bonus Demografi
Berdasarkan letak geografisnya, Kepulauan Indonesia terletak di antara Benua Asia dan Benua Australia serta di antara Samudera Hindia dan Samudera Pasifik. Sejak tahun 2022, jumlah Provinsi di Indonesia adalah 37 terdapat penambahan 3 Provinsi yang sebelumnya 34 Provinsi. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pada tahun 2022 jumlah penduduk Indonesia mencapai 275,8 juta jiwa, terjadi peningkatan 3,1 juta jiwa pada tahun 2021 yaitu 272,7 juta jiwa.
Jika dilihat dari jumlah provinsi, tentunya ini merupakan potensi yang dimiliki Indonesia untuk mengembangkan dan memperbaharui sumber daya yang dimiliki. Namun dalam mengembangkan dan memperbaharui sumber daya yang tersimpan, tentunya diperlukan sumber daya manusia produktif yang siap dan tangguh dalam berkarya.
Sumber daya manusia produktif tentunya dibarengi dengan adanya penekanan angka kelahiran (fertilitas) tiap tahunnya. Apabila angka kelahiran (fertilitas) tiap tahunnya dapat ditekan, maka manfaat yang dapat dirasakan Indonesia adalah meningkatnya usia produktif. Semakin meningkatnya usia produktif di Indonesia, maka Indonesia telah mendapatkan yang namanya Bonus Demografi (Demographic Devidend).
Di mana bonus demografi itu sendiri adalah suatu keadaan keuntungan ekonomi yang didapat dengan adanya peningkatan usia produktif (15 – 64 tahun). Dan diperkirakan Indonesia akan menikmati bonus demografi pada tahun 2020 hingga 2045. Ini terlihat dari adanya pertumbuhan ekonomi Indonesia diproyeksikan pada tahun 2016 – 2045 mencapai 5,7 persen per tahun.
Pada tahun 2036 Indonesia akan menjadi negara yang berpendapatan tinggi dan sebagai negara ke-5 dengan peningkatan PDB terbesar di tahun 2045. Dengan adanya pertumbuhan ekonomi tinggi akan membawa dampak peningkatan dengan jumlah kelas pendapatan menengah pada tahun 2045 sebagaimana yang tergambarkan skema skenario di bawah ini
Indonesia Menyongsong Generasi Emas 2045
Generasi emas adalah generasi masa depan sumber daya manusia dalam era globalisasi yang mempunyai peran sangat strategis dalam pembangunan nasional. Indonesia memasuki generasi emas diprediksi pada saat Indonesia berusia genap 100 tahun yaitu di tahun 2045.
Di mana pada tahun 2045 tersebut pertumbuhan usia produktif Indonesia meningkat sehingga diproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia tumbuh 70 persen. Periode 2015 – 2045 angka usia produktif penduduk Indonesia besar dan meningkat dalam setiap tahunnya. Sebagaimana yang tergambarkan pada tabulasi berikut ini:
Dan untuk menekan agar tidak terjadi pertumbuhan penduduk signifikan yang akan memunculkan adanya perpindahan penduduk dari desa ke kota atau dari kota ke kota secara besar-besaran, maka perlu disiapkan program yang dapat meningkatkan kualitas penduduk. Selain itu perlu disiapkan juga lapangan kerja yang berkualitas sehingga dapat meningkatkan keinginan penduduk untuk menabung buat masa depan keluarga.
Bahkan untuk menjaga Total Fertility Rate (TFR) ditingkat 2,1 agar pertumbuhan penduduk seimbang perlu digalakkan kembali program KB. Tahun 2022 Indonesia telah mencapai titik terendah ratio ketergantungan (dependency ratio). Ini dapat digambarkan dalam grafik berikut:
Untuk mewujudkan generasi emas pada tahun 2045, menurut Menteri Keuangan Ibu Sri Mulyani ada beberapa yang perlu dipersiapkan yaitu: kualitas manusia, ketersediaan infrastruktur, kualitas kelembagaan dan kebijakan pemerintah. Kualitas manusia merupakan faktor yang harus dipersiapkan untuk mewujudkan generasi emas. Untuk mewujudkan kualitas manusia yang cerdas dan mumpuni, maka kualitas pendidikan perlu dibenahi dan ditingkatkan.
Kualitas pendidikan itu sendiri juga dipengaruhi adanya komponen-komponen yaitu kurikulum, tenaga pendidik dan sarana prasarana. Dengan adanya struktur kurikulum yang dipersiapkan secara baik, tenaga pendidik yang memiliki minimal lulusan S1 sesuai dengan bidang studi dan sarana prasarana yang memadai tentunya akan menjadi dasar dalam menciptakan kualitas manusia.
Menjelang tahun 2045, diharapkan rata-rata lama sekolah penduduk Indonesia meningkat menjadi 12 tahun wajib belajar, di mana saat ini rata-rata lama sekolah penduduk Indonesia masih pada 9 tahun wajib belajar. Sebagaimana yang disajikan pada tabulasi peningkatan kualitas Pendidikan berikut:
Pada tabulasi tersebut digambarkan bahwa proyeksi angka partisipasi kasar perguruan tinggi pada tahun 2045 diharapkan dapat tumbuh mencapai 60%, sedangkan angkatan kerja lulusan SMA sederajat dan Perguruan Tinggi diharapkan pada tahun 2045 tumbuh mencapai 90% (Sumber : Badan Pusat Statistik Nasional).
Saat ini Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Riset dan Teknologi telah menciptakan adanya Pendidikan vokasi serta adanya penyelarasan pengembangan ilmu di perguruan tinggi yang diarahkan dapat menjawab tantangan perubahan struktur ekonomi yang ditopang melalui 3 kemitraan Pemerintah, Perguruan Tinggi dan Industri. Dengan adanya kerja sama yang saling bersinergi antara Pemerintah, Perguruan Tinggi dan Industri akan berdampak pada semakin kuatnya design struktur ekonomi.
Adanya ketersediaan infrastruktur seperti tersedianya lembaga pendidikan yang mencukupi dan memadai, tersedianya akses transportasi yang memadai dan terjangkau, tersedianya akses komunikasi yang memadai dari hulu sampai dengan hilir serta tersedianya lapangan pekerjaan akan menciptakan generasi yang kreatif dan inovatif sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan produksi yang berdampak pada pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Dengan adanya sumber daya manusia yang mumpuni dan berdaya saing dapat meningkatkan kualitas kelembagaan. Apabila sebuah kelembagaan mempunyai sumber daya manusia yang memiliki kreativitas dan etos kerja tinggi akan menjadikan kelembagaan tersebut melakukan pelayanan yang prima. Adanya kelembagaan yang berkualitas akan berdampak pada peningkatan pendapatan negara.
Upaya Menyiapkan Generasi Emas 2045
Untuk mewujudkan generasi Emas pada tahun 2045 perlu adanya upaya-upaya yang harus dipersiapkan antara lain:
a. Memberikan persediaan makanan yang bergizi, dengan memberikan makanan yang memiliki nilai gizi cukup pada setiap keluarga penduduk Indonesia akan memberikan dampak yang positif bagi generasi usia produktif agar sehat secara jasmani maupun rohani. Di samping itu dengan pemberian makanan yang memiliki nilai gizi yang cukup juga akan menurunkan angka stunting penduduk Indonesia.
b. Generasi emas memiliki kecerdasan yang komprehensif yaitu produktif dan inovatif. Adanya pemberian makanan dengan asupan nilai gizi yang cukup, akan memberikan rangsangan pada neuron-neuron otak sehingga generasi produktif dapat secara runut dan runtut dapat memberikan pemikiran yang cerdas sehingga berdampak pada produktivitas dan inovatif dalam berkarya.
c. Pendidikan yang berkualitas dan berkarakter akan membawa dampak positif dalam menyiapkan generasi emas yang tidak hanya mempunyai kecerdasan secara akademik melainkan generasi emas pada tahun 2045 diharapkan juga mempunyai nilai karakter dalam setiap interaksi sosialnya.
d. Dengan memiliki generasi emas yang cerdas dan berkarakter pada tahun 2045 Indonesia secara optimisme menjadi negara yang mempunyai kemajuan secara teknologi dan berperadaban.
