Tujuh Potensi Wisata Upang Ceria Banyuasin Yang Penuh Dengan Legenda Misteri

Tulisan dari Arya Dwipangga tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Keramat Batu Penggal Upang
BANYUASIN kumparan.com - Kabupaten Banyuasin memang memiliki seribu kekayaan mulai dari potensi alam sampai dengan Aset-aset wisata, setiap daerahnya pasti memiliki sejarah masing-masing. Salah satunya yang dimiliki oleh Desa Upang Ceria Kecamatan Muara Telang Kabupaten Setempat, tidak tanggung-tanggung Desa yang merupakan pemekaran Dari Desa Upang Induk Kecamatan Makarti ini memiliki Tujuh (7) potensi wisata yang bersejarah ratusan tahun silam yang terpusat di sebuah pulau dengan julukan Pulau Lebar Daun.
Abdul Hamid.Spd(38) Kepala Desa setempat saat di bincangi menjelaskan bahwa ke Tujuh keramat itu memiliki sejarah-sejarah yang melegendah seperti, Keramat Batu Penggalan, Serambun Tulang, Makam Kakak Panjang atau Bujang Juaro, Sungai Pentasan, Makam Syeh Muhammad Komarudin, Makam Mbah Kholik dan Kepala Bidar.
" Yang kuat mistiknya itu di keramat Batu Penggalan, Kepala Bidar dan Makam Syeh Muhammad Komarudin. Menurut masyarakat disekitar dan dari orang-orang tua zaman dahulu disini sering terjadi sesuatu yang ajaib. Untuk Batu penggalan ialah sebuah batu Kali yang konon dianggap tempat memenggal kepala orang pada zaman kerajaan dahalu, ada yang mencoba membuangnya namun batu tersebut kembali lagi, ironisnya lagi yang membuang batu itu langsung jatuh sakit. Sedangkan Kepala bidar ialah semacam batu berbentuk kepala Perahu yang ajaib, hanya orang-orang tertentu saja yang dapat melihatnya dan Makam Syeh Muhammad Komarudin di percayai oleh masyarakat salah satu ulama yang dulu menjadi penunggu Pulau Daun Lebar ini" terangnya kepada wartawan Selasa (21/11).
Lanjut Abdul Hamid SPd. Sebagai kepala Desa dirinya mengharapkan tempat-tempat bersejarah ini mendapat perhatian dari Pemerintah Daerah, Provinsi dan Pusat, sebab menurut beliau tempat tersebut merupakan potensi yang dapat dijadikan wisata khususnya kabupaten Banyuasin.
" Selama ini Pulau ini hanya mendapat perhatian dari masyarakat dan pemerintah Desa, kedepannya kami berharap pemerintah kabupaten ataupun provinsi dan Pusat dapat menjadikan lokasi ini menjadi sebuah cagar budaya yang dapat menarik pengunjung domestik maupun mancanegara, sehingga dengan berkembangnya tempat ini dapat memberikan penghasilan kepada masyarakat sekitar." Imbuh dia.
Masih kata dia tempat ini adalah sebuah aset masa lampau yang kurang terawat, makanya sebagi pemerintah desa melalui salah satu misi ingin membangkitkan pemberdayaan di Desa diantaranya dengan menggali potensi-potensi yang ada untuk dijadikan potensi wisata Desa.
" Konon katanya penduduk Upang semuanya bermukim di Pulau Lebar Daun, kemudian berimigrasi ketempat lain sehingga tempat yang menyimpan banyak cerita mistis di Pulau Lebar ini menjadi tidak terawat. Dari itu kedepan dengan segala upaya kita akan berupaya melestarika tempat ini sehingga dapat menarik perhatian, namun semua itu saya yakin tidak akan bisa terwujud tanpa bantuan pemerintah" Pungkasnya
