Konten dari Pengguna
Aroma Perubahan dari Kulon Progo: Kisah Pemuda yang Mengolah Alam Jadi Harapan
17 November 2025 14:11 WIB
·
waktu baca 2 menit
Kiriman Pengguna
Aroma Perubahan dari Kulon Progo: Kisah Pemuda yang Mengolah Alam Jadi Harapan
Kisah pemuda asal kulon progo yang menghidupkan kembali hasil alam yang mulai ditingalkanArya Syaifudin
Tulisan dari Arya Syaifudin tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

ADVERTISEMENT
Potensi alam Pegunungan Menoreh menjadi dorongan utama bagi Cahyo Ari, pemuda Desa Kebonharjo, Samigaluh, yang sejak 2019 berupaya menghidupkan kembali komoditas lokal seperti kopi, kakao, rempah, dan teh. Di tengah menurunnya minat petani mengelola tanaman bernilai ekonomi tinggi, Cahyo memilih turun langsung ke lahan untuk merawat, mengolah, dan mempromosikan hasil bumi desa. Ia berharap langkah kecilnya mampu membangkitkan kembali produktivitas petani serta menguatkan ekonomi masyarakat Menoreh.
ADVERTISEMENT
“Melihat hasil alam sekitar yang melimpah, sejak 2019 saya mulai mengolah kopi, lalu ke kakao, rempah, dan teh,” tuturnya. Cahyo melihat bagaimana banyak tanaman bernilai tinggi dibiarkan begitu saja, padahal selama puluhan tahun hasil itu telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Menoreh.
Berangkat dari kegelisahan itu, Cahyo turun langsung ke lahan. Ia merawat tanaman, ikut memanen, hingga mengikuti proses pengolahannya. Ia bekerja sama dengan para petani dan teman dekatnya yang memiliki alat pengolahan yang perlahan menggerakkan perubahan.
“Saya mengolah beberapa komoditas ini juga bekerja sama dengan teman yang punya alat pengolahannya,” katanya. Baginya, kerja ini bukan sekadar mengolah hasil alam, tetapi menjaga warisan agar tidak hilang.
Setiap hasil olahan kemudian ia bagikan melalui Instagram @kedaiterase_, bukan hanya untuk menjual, tetapi untuk menunjukkan kepada masyarakat bahwa Menoreh memiliki potensi yang layak diperjuangkan. Di balik setiap foto yang ia unggah, ada kerja keras petani, ada aroma tanah yang ia rawat, dan ada harapan yang ingin ia hidupkan kembali.
ADVERTISEMENT
Cahyo berharap usahanya menjadi penyemangat bagi petani yang mulai kehilangan optimisme, sekaligus menjadikan komoditas lokal Menoreh sebagai kekuatan ekonomi desa. “Kalau petani bergerak bersama, hasilnya pasti kembali hidup,” ujarnya.
Di tengah sunyi pegunungan, langkah seorang pemuda menjadi pengingat bahwa perubahan besar kadang berawal dari satu niat sederhana: menjaga apa yang dimiliki desa, sebelum semuanya terlambat

