Konten dari Pengguna

Art for Children 2026 Hadirkan Cerita “Satu Djiwa” di Taman Budaya Kulon Progo

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Aufa Arya Sahitya tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Foto oleh : Aufa Arya Sahitya di Auditorium Taman Budaya Kulon Progo
zoom-in-whitePerbesar
Foto oleh : Aufa Arya Sahitya di Auditorium Taman Budaya Kulon Progo

Kegiatan Art for Children (AFC) 2026 menghadirkan pertunjukan seni bertajuk “Satoe Djiwa” di Auditorium Taman Budaya Kulon Progo pada Rabu, 22 September 2026 pukul 15.30 WIB. Kegiatan ini mementaskan talenta seni dan budaya dari pelajar tingkat Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Kulon Progo. Peserta AFC 2026 merupakan siswa-siswi sekolah dasar di Kabupaten Kulon Progo yang bertalenta di bidang seni dan budaya. Pentas tersebut menjadi bagian dari rangkaian pelatihan seni budaya yang diikuti para peserta, khususnya dalam bidang tari dan karawitan.

Kegiatan pentas tersebut dihadiri oleh Sekretaris Dinas dan Kepala Bidang di Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kabupaten Kulon Progo, kepala sekolah atau wakil dari sekolah dasar yang mengikutsertakan siswa/siswi dalam AFC, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Kabupaten Kulon Progo, Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Kulon Progo, Kepala Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kabupaten Kulon Progo, Kepala UPT Taman Budaya Kulon Progo, Panewu Pengasih, Kapolsek Pengasih, Danramil Pengasih, Lurah Pengasih, serta orang tua dan wali peserta AFC. Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten (Kundha Kabudayan) Kabupaten Kulon Progo, Dr. Joko Mursito, S.Sn., M.Sn., menjelaskan bahwa penyelenggaraan AFC berawal dari ide dan gagasan dari GKR Mangkubumi untuk mengembangkan talenta seni tradisi di berbagai daerah.

“Di tahun 2016 awal terbentuknya Kundha Kabudayan dan proses berdirinya Taman Budaya Kulon Progo, GKR Mangkubumi memiliki ide dan gagasan untuk bagaimana agar di daerah-daerah tumbuh talenta-talenta yang betul-betul menguasai seni tradisi,” ujar Joko.

Menurut Joko, gagasan tersebut kemudian diwujudkan melalui penyelenggaraan agenda Art for Children (AFC) yang bermula dimotori oleh Taman Budaya Yogyakarta (TBY) dan diikuti oleh Taman Budaya kabupaten/kota. Ia menilai bahwa program tersebut penting dalam memberikan ruang bagi anak-anak untuk mempelajari dan mempraktikkan seni budaya, terutama tari dan karawitan. Dukungan orang tua menjadi salah satu hal yang penting dalam keberlangsungan program karena bersedia selalu mendampingi anak selama mengikuti latihan.

“Bagi kami ini adalah program yang sangat penting dan perlu dukungan semua pihak, terutama kerelaan bapak dan ibu, orang tua/wali yang setiap jadwal latihan harus mengantar dan menunggui anak-anak,” ungkap Joko.

Joko juga menyampaikan bahwa keterampilan seni dan budaya yang diperoleh peserta selama mengikuti latihan AFC dapat memberikan manfaat bagi kehidupan di masa mendatang. Ia mendorong para peserta untuk terus mempelajari dan mempraktikkan keterampilan yang telah diperoleh selama pelatihan. Sementara itu, Kepala UPT Taman Budaya Kulon Progo, Murdiyono, S.IP., mengatakan bahwa pihaknya berupaya untuk mengambil peran dalam pengembangan talenta seni dan budaya di Kabupaten Kulon Progo.

“Dari kami bagaimana untuk berperan dalam perkembangan talenta seni budaya di Kabupaten Kulon Progo, Kami mohon doanya, mudah-mudahan di waktu yang akan datang kami lebih bisa memberi peluang lebih besar kepada anak-anak kita,” tegas Murdiyono.

Ia menambahkan bahwa Taman Budaya Kulon Progo membuka peluang bagi generasi muda, remaja, hingga seniman senior untuk terlibat dalam berbagai kegiatan yang diselenggarakan ke depannya. Salah satu peserta AFC 2026 dari cabang seni tari, Zhavyna Oktaviana, berharap kegiatan tersebut dapat kembali diselenggarakan pada tahun-tahun berikutnya.

“Harapannya untuk AFC ini dapat diadakan kembali di tahun depan atau tahun berikutnya,” jelas Zhavyna

Apresiasi terhadap kegiatan tersebut serta harapan agar pelaksanaanya dapat berkelanjutan turut disampaikan oleh orang tua peserta. Budi Prasetyo, ayah dari Aisyah Hasna Shofiah, peserta cabang seni tari, mengatakan apresiasi atas usaha dan niat Dinas Kebudayaan Kulon Progo dalam mengadakan acara pentas dengan istimewa sekaligus terbaik. Harapan juga ia sampaikan supaya setiap acara atau kegiatan seperti ini dapat melibatkan lebih banyak peserta demi kemeriahan dan kesuksesan acara.

“Acara ini sangat istimewa dan pentasnya sangat bagus. Harapannya acara seperti biasa diadakan dengan lebih banyak peserta supaya lebih meriah lagi,” kata Budi.

Hal serupa juga disampaikan oleh Didik Suhendri, ayah dari Naranja Sari Nala Hayu, peserta cabang seni karawitan. Dirinya mengapresiasi pelaksanaan kegiatan yang memberikan ruang kepada anak-anak untuk dapat menunjukkan kemampuan seni yang telah dipelajari.

“Di kegiatan AFC ini alhamdulillah bisa mengikuti kegiatan dengan lancar, bisa memberikan penampilan atau pentas yang cukup mempesona dan mengagumkan. Semoga acara ini berlanjut ke tahun-tahun berikutnya dan bisa lebih baik lagi,” tegas Didik.

Sementara itu, Eni Sarniati, ibu dari Cahyaning Candra Kinasih yang mengikuti AFC cabang seni karawitan, menilai kegiatan tersebut tidak sekadar memberikan pembelajaran mengenai seni karawitan, tetapi juga melatih anak-anak untuk membentuk sikap disiplin, kerja keras, dan kepercayaan diri.

“Saya sangat berterima kasih atas acara ini berlangsung sangat meriah. Dan, dengan adanya cabang karawitan ini, khususnya anak kami belajar tidak menyia-nyiakan seni karawitan. Tetapi juga belajar tentang kerja keras, kedisiplinan, dan percaya diri,” tutur Eni.

Eni berharap jumlah peserta AFC dapat bertambah pada pelaksanaan berikutnya. Ia juga menekankan pentingnya pelestarian seni dan budaya yang berkembang di Kulon Progo. Pelaksanaan Art for Children 2026 dapat menjadi ruang kreasi dan berkembang bagi anak-anak tingkat sekolah dasar di Kabupaten Kulon Progo untuk menunjukkan kemampuan sekaligus memperoleh pengalaman mempelajari seni dan budaya. Kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya berkelanjutan menumbuhkan dan melestarikan talenta seni budaya sejak dini di Kulon Progo.