Konten dari Pengguna

Jalan Berlubang, Keselamatan yang Sering Diabaikan

Arzhuny

Arzhuny

Mahasiswi Prodi Sistem Informasi - Univeritas Pamulang

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Arzhuny tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Jalan Rusak. Foto: Unplash.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Jalan Rusak. Foto: Unplash.

Saat melewati jalan raya, kita mungkin sudah tidak asing lagi dengan jalan berlubang. Bagi sebagian orang, kondisi ini mungkin dianggap biasa. Pengendara cukup memperlambat kendaraan atau menghindari lubang tersebut, lalu melanjutkan perjalanan. Namun, apakah masalah ini memang sesederhana itu?

Menurut saya, jalan berlubang bukan sekadar persoalan kenyamanan berkendara. Kondisi ini juga berkaitan dengan keselamatan masyarakat yang menggunakan jalan setiap hari.

Ketika Perjalanan Menjadi Berisiko

Bayangkan seseorang yang sedang berangkat kerja pada pagi hari. Karena terburu-buru, ia berkendara seperti biasa tanpa menyadari adanya lubang di depannya. Jika lubang tersebut sulit terlihat, terutama saat hujan atau malam hari, pengendara bisa kehilangan kendali ketika berusaha menghindarinya.

Situasi seperti ini menunjukkan bahwa kerusakan jalan tidak boleh dianggap sebagai masalah kecil. Satu lubang mungkin terlihat sepele, tetapi dampaknya bisa merugikan banyak orang, mulai dari kendaraan rusak hingga kecelakaan.

Pengendara memang harus berhati-hati. Namun, kehati-hatian saja tidak selalu cukup jika kondisi jalan yang dilalui tidak mendukung keselamatan.

Jangan Menunggu Sampai Ada Korban

Menurut saya, salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah bagaimana kerusakan jalan ditangani. Perbaikan seharusnya tidak hanya menjadi prioritas setelah muncul keluhan besar atau terjadi kecelakaan.

Jalan yang rusak perlu diperiksa dan ditangani sebelum kondisinya semakin parah. Pemerintah dan pihak yang berwenang juga perlu memberikan perhatian terhadap laporan masyarakat agar kerusakan yang berpotensi membahayakan tidak dibiarkan terlalu lama.

Di sisi lain, masyarakat dapat ikut berperan dengan melaporkan lokasi jalan berlubang melalui saluran pengaduan resmi. Langkah sederhana ini dapat membantu pihak terkait mengetahui kondisi jalan yang membutuhkan penanganan.

Jalan Aman Adalah Kebutuhan Bersama

Pada akhirnya, jalan yang aman bukanlah sesuatu yang seharusnya dianggap sebagai fasilitas tambahan. Jalan merupakan bagian penting dari aktivitas masyarakat, sehingga kondisinya perlu dijaga dengan baik.

Kita memang tidak bisa menghindari semua risiko saat berkendara. Namun, risiko tersebut dapat dikurangi jika pengendara lebih waspada dan pihak yang berwenang menjalankan pemeliharaan jalan secara serius.

Jangan sampai jalan berlubang baru menjadi perhatian setelah seseorang mengalami kecelakaan. Keselamatan seharusnya menjadi alasan untuk melakukan perbaikan sejak awal, bukan sekadar respons setelah masalah terjadi.