Konten dari Pengguna

Musim Kemarau dan Pekerjaan Rumah Pemerintah Sebelum Hujan Kembali Datang

Arzhuny

Arzhuny

Mahasiswi Prodi Sistem Informasi - Univeritas Pamulang

·waktu baca 4 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Arzhuny tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Banjir. Foto: Unplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Banjir. Foto: Unplash

Musim kemarau sering identik dengan cuaca panas, berkurangnya hujan, dan meningkatnya aktivitas masyarakat di luar ruangan. Namun, di balik kondisi tersebut, ada satu hal yang tidak seharusnya dilupakan: musim hujan akan kembali datang.

Di Indonesia, perubahan musim merupakan siklus yang terus terjadi. Karena itu, masa kemarau sebenarnya dapat menjadi kesempatan untuk melakukan berbagai persiapan sebelum curah hujan kembali meningkat. Persiapan tersebut penting terutama di wilayah yang setiap tahun menghadapi persoalan seperti banjir, genangan, longsor, dan saluran air yang tidak mampu menampung debit hujan.

Pada 2026, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi sebagian besar wilayah Indonesia mengalami musim kemarau yang lebih kering dari kondisi normal. Puncak kemarau secara umum diprediksi terjadi sekitar Agustus, sementara kondisi hujan diperkirakan mulai kembali meningkat secara bertahap di sejumlah wilayah pada periode berikutnya.

Mengapa Kemarau Bisa Menjadi Waktu untuk Berbenah?

Saat hujan jarang turun, pekerjaan yang berkaitan dengan infrastruktur pengendalian air relatif lebih mudah dilakukan dibandingkan ketika hujan deras sudah terjadi.

Saluran drainase, misalnya, dapat diperiksa dan dibersihkan dari sampah maupun endapan yang menghambat aliran air. Sungai dan saluran air juga dapat diperiksa untuk mengetahui bagian yang mengalami pendangkalan atau penyempitan.

Persiapan seperti ini memang tidak serta-merta menghilangkan risiko banjir. Namun, kondisi saluran air yang lebih terawat dapat membantu air mengalir dengan lebih baik ketika hujan turun.

Drainase dan Sungai Masih Menjadi Pekerjaan Rumah

Salah satu persoalan yang sering terlihat ketika hujan deras adalah munculnya genangan di jalan maupun permukiman. Penyebabnya dapat beragam, mulai dari intensitas hujan yang tinggi, kapasitas drainase yang terbatas, sampah yang menyumbat saluran, hingga kondisi tata ruang dan lingkungan.

Karena itu, pekerjaan pemerintah sebelum musim hujan tidak cukup hanya dilakukan ketika banjir sudah terjadi. Pemeriksaan kondisi drainase dan sungai perlu dilakukan secara berkala agar permasalahan dapat diketahui lebih awal.

BNPB sendiri dalam penanganan banjir di sejumlah daerah juga mencatat adanya pekerjaan seperti normalisasi sungai dan pembangunan tanggul. Namun, pekerjaan di lapangan dapat menghadapi kendala ketika hujan sudah berlangsung karena debit sungai meningkat dan kondisi menjadi lebih sulit untuk ditangani.

Hal ini menunjukkan pentingnya memanfaatkan waktu sebelum hujan datang untuk menyelesaikan pekerjaan yang memang dapat dilakukan lebih awal.

Daerah Resapan Juga Tidak Boleh Dilupakan

Mengatasi banjir bukan hanya soal memperbesar atau membersihkan saluran air. Kemampuan lingkungan dalam menyerap air juga perlu diperhatikan.

Ruang terbuka, taman, lahan hijau, dan area yang dapat menyerap air memiliki peran dalam mengurangi limpasan air hujan. Ketika terlalu banyak permukaan tanah tertutup beton atau aspal, air hujan menjadi lebih sulit meresap ke dalam tanah.

Karena itu, pemerintah daerah dapat memanfaatkan masa kemarau untuk mengevaluasi kondisi daerah resapan dan ruang terbuka. Penataan kawasan yang mempertimbangkan fungsi resapan air menjadi bagian penting dari upaya mengurangi risiko genangan dalam jangka panjang.

Jangan Menunggu Banjir Baru Bergerak

Salah satu masalah dalam penanganan bencana adalah kecenderungan perhatian meningkat ketika bencana sudah terjadi. Ketika banjir datang, pembersihan saluran, evakuasi warga, distribusi bantuan, hingga perbaikan infrastruktur menjadi pekerjaan yang harus dilakukan secara cepat.

Padahal, sebagian tindakan pencegahan dapat dipersiapkan jauh sebelumnya.

Pembersihan saluran, pemeriksaan tanggul, pemantauan sungai, pemetaan daerah rawan banjir, penyediaan jalur evakuasi, hingga penguatan sistem peringatan dini merupakan beberapa hal yang dapat dipersiapkan sebelum kondisi darurat terjadi.

Dengan begitu, pemerintah tidak hanya berfokus pada penanganan setelah bencana, tetapi juga memperkuat upaya mengurangi risikonya.

Masyarakat Juga Punya Peran

Persiapan menghadapi musim hujan tentu bukan hanya tanggung jawab pemerintah. Masyarakat juga memiliki peran penting, terutama dalam menjaga lingkungan sekitar.

Membuang sampah ke sungai atau selokan dapat menghambat aliran air. Membersihkan saluran di sekitar rumah, tidak menutup seluruh area halaman dengan material kedap air, serta ikut menjaga kebersihan lingkungan merupakan langkah sederhana yang dapat dilakukan masyarakat.

Namun, peran masyarakat perlu berjalan bersama dengan kebijakan pemerintah. Masyarakat dapat menjaga lingkungan, sementara pemerintah memastikan infrastruktur, tata ruang, sistem peringatan, dan penanganan kawasan rawan berjalan dengan baik.

Kemarau Adalah Kesempatan, Bukan Sekadar Penantian

Musim kemarau pada akhirnya bukan hanya tentang menghadapi kekeringan atau cuaca panas. Masa ini juga dapat menjadi kesempatan untuk mempersiapkan berbagai hal sebelum musim hujan kembali tiba.

BMKG secara berkala memperbarui informasi mengenai perkembangan musim dan kondisi iklim agar berbagai pihak dapat melakukan antisipasi. Pada 2026, BMKG juga menekankan pentingnya mitigasi lintas sektor menghadapi kondisi iklim yang berkembang.

Karena itu, pekerjaan rumah sebelum musim hujan seharusnya tidak menunggu sampai air mulai menggenangi jalan dan rumah warga. Selama masih ada waktu untuk berbenah, itulah kesempatan untuk memperbaiki apa yang belum siap.

Banjir memang tidak selalu bisa dicegah sepenuhnya, tetapi risikonya dapat dikurangi. Dan salah satu waktu terbaik untuk mempersiapkannya adalah ketika hujan belum datang.