Sampah Organik Menumpuk, Kompos Bisa Jadi Solusi

Mahasiswi Prodi Sistem Informasi - Univeritas Pamulang
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Arzhuny tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sampah organik seperti sisa makanan, kulit buah, sayuran, dan daun kering sering ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Sayangnya, sampah tersebut masih kerap dibuang begitu saja dan bercampur dengan sampah plastik. Jika tidak dikelola dengan baik, penumpukan sampah organik dapat menimbulkan bau tidak sedap dan menambah beban tempat pemrosesan akhir (TPA).
Padahal, sampah organik masih bisa dimanfaatkan menjadi sesuatu yang berguna, salah satunya kompos.
Mengubah Sampah Menjadi Manfaat
Kompos merupakan hasil penguraian bahan organik yang dapat dimanfaatkan untuk membantu memperbaiki kondisi tanah dan mendukung pertumbuhan tanaman. Pembuatannya bisa dimulai dari rumah dengan mengumpulkan sisa sayuran, kulit buah, dan daun kering yang sesuai.
Proses pengomposan membutuhkan perhatian terhadap kelembapan dan sirkulasi udara agar bahan dapat terurai dengan baik. Sampah seperti plastik, kaca, dan logam harus dipisahkan karena tidak dapat dijadikan kompos.
Dimulai dari Kebiasaan Sederhana
Mengolah sampah organik menjadi kompos dapat membantu mengurangi jumlah sampah yang dibuang sekaligus menghasilkan bahan yang bermanfaat bagi tanaman. Kebiasaan ini juga mendorong masyarakat untuk lebih peduli terhadap pengelolaan sampah.
Namun, upaya tersebut tidak cukup jika hanya dilakukan oleh beberapa orang. Dukungan masyarakat, pelaku usaha makanan, dan pemerintah juga diperlukan melalui pemilahan sampah serta penyediaan fasilitas pengolahan yang memadai.
Langkah Kecil untuk Lingkungan
Sampah organik bukan sekadar limbah yang harus dibuang. Dengan pengelolaan yang tepat, sampah tersebut dapat diubah menjadi kompos yang bermanfaat. Memulai kebiasaan memilah dan mengolah sampah dari rumah bisa menjadi langkah sederhana untuk membantu mengurangi persoalan sampah di lingkungan sekitar.
