Konten dari Pengguna

Waspada Link Palsu, Kenali Bahaya Phishing

Arzhuny

Arzhuny

Mahasiswi Prodi Sistem Informasi - Univeritas Pamulang

·waktu baca 4 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Arzhuny tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Pembuatan Link Phsing. Foto: Unplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Pembuatan Link Phsing. Foto: Unplash

Di era digital seperti sekarang, hampir semua aktivitas bisa dilakukan melalui internet. Mulai dari berbelanja, berkomunikasi, hingga melakukan transaksi keuangan. Namun, kemudahan ini juga dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan digital untuk melakukan penipuan, salah satunya melalui phishing.

Phishing adalah modus penipuan yang bertujuan mendapatkan informasi pribadi seseorang dengan cara menyamar sebagai pihak yang terpercaya. Pelaku biasanya mengirimkan pesan melalui WhatsApp, SMS, email, atau media sosial dan menyertakan sebuah link.

Link tersebut biasanya mengarahkan korban ke halaman yang dibuat menyerupai situs resmi. Tanpa sadar, korban dapat memasukkan informasi penting seperti username, password, nomor telepon, hingga kode OTP.

Salah satu alasan phishing masih sering memakan korban adalah karena link yang diberikan tidak selalu terlihat mencurigakan.

Pelaku bisa membuat pesan seolah-olah berasal dari bank, perusahaan ekspedisi, marketplace, atau layanan digital tertentu. Isi pesannya juga dibuat seakan-akan penting dan harus segera ditindaklanjuti.

Contohnya, seseorang menerima pesan bahwa paketnya mengalami masalah dan diminta membuka link untuk melakukan konfirmasi. Ada juga pesan yang mengatakan akun akan segera diblokir jika pengguna tidak melakukan verifikasi.

Situasi seperti ini dapat membuat seseorang panik dan langsung mengeklik link tanpa memeriksa terlebih dahulu.

Ciri-Ciri Pesan Phishing

Ada beberapa hal yang bisa diperhatikan ketika menerima pesan yang berisi link mencurigakan.

Pertama, perhatikan alamat link yang diberikan. Link phishing sering menggunakan alamat yang menyerupai situs resmi, tetapi memiliki perbedaan pada nama atau domainnya.

Kedua, waspadai pesan yang meminta data pribadi atau informasi keamanan akun. Terlebih jika pengguna diminta memberikan password, PIN, atau kode OTP.

Ketiga, perhatikan isi pesannya. Pesan yang memberikan tekanan seperti "akun akan diblokir hari ini" atau "hadiah akan hangus jika tidak diklaim sekarang" patut dicurigai.

Keempat, jangan mudah percaya hanya karena pesan menggunakan logo atau nama perusahaan tertentu. Identitas tersebut dapat ditiru oleh pelaku untuk membuat pesan terlihat lebih meyakinkan.

Apa yang Bisa Terjadi Jika Menjadi Korban?

Dampak phishing tidak hanya sebatas kehilangan data pribadi. Jika informasi yang berhasil didapatkan cukup penting, pelaku dapat mencoba mengambil alih akun korban.

Dalam kondisi tertentu, korban juga dapat mengalami kerugian finansial, terutama jika data yang dicuri berkaitan dengan akun pembayaran atau layanan perbankan.

Selain itu, akun yang berhasil dikuasai dapat digunakan untuk menghubungi orang lain dan menyebarkan penipuan yang sama. Akibatnya, bukan hanya pemilik akun yang dirugikan, tetapi orang-orang di sekitarnya juga dapat menjadi sasaran berikutnya.

Hal paling sederhana yang bisa dilakukan untuk menghindari phishing adalah tidak terburu-buru membuka link yang diterima.

Jika mendapatkan informasi dari sebuah layanan, lakukan pengecekan melalui aplikasi atau situs resminya. Jangan menggunakan link yang diberikan dalam pesan jika sumbernya belum dapat dipastikan.

Pengguna juga sebaiknya tidak memberikan password, PIN, maupun kode OTP kepada siapa pun. Kode tersebut bersifat pribadi dan tidak seharusnya diberikan kepada orang lain, termasuk orang yang mengaku sebagai petugas dari suatu layanan.

Gunakan Pengamanan Tambahan

Selain berhati-hati terhadap link, keamanan akun juga perlu diperkuat. Salah satunya dengan mengaktifkan autentikasi dua faktor jika layanan yang digunakan menyediakan fitur tersebut.

Menggunakan password yang berbeda untuk setiap akun juga dapat mengurangi risiko. Jika satu akun mengalami masalah, akun lainnya tidak otomatis ikut terancam.

Perangkat dan aplikasi juga sebaiknya diperbarui secara rutin agar mendapatkan perbaikan keamanan terbaru.

Lebih Baik Berhati-Hati daripada Menyesal

Phishing bisa datang dalam bentuk yang sederhana, bahkan melalui pesan yang terlihat seperti pesan biasa. Karena itu, kewaspadaan pengguna menjadi salah satu perlindungan penting dalam menghadapi penipuan digital.

Sebelum mengeklik sebuah link, luangkan waktu untuk memeriksa siapa pengirimnya, alamat situsnya, dan apa yang diminta dalam pesan tersebut.

Beberapa detik untuk memeriksa link bisa mencegah kerugian yang jauh lebih besar. Di tengah semakin banyaknya aktivitas yang dilakukan secara digital, menjadi pengguna internet yang lebih teliti merupakan langkah sederhana untuk menjaga data dan keamanan diri.