News
·
23 November 2020 5:31

Pandemi, Inovasi dan Modernisasi Pendidikan

Konten ini diproduksi oleh Asep Totoh
Permasalahan pendidikan yang mendasar adalah mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia seutuhnya, yaitu manusia yang beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi pekerti luhur, memiliki pengetahuan dan keterampilan, kesehatan jasmani dan rohani, kepribadian yang mantap dan mandiri serta rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan.
ADVERTISEMENT
Namun, pendidikan khususnya di Indonesia di uji pandemi covid19. Sudah delapan bulan pendidikan kita dipaksa untuk melakukan kebijakan belajar dirumah dengan pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau remote learning. Mengevaluasi proses pembelajaran selama pandemi dan persiapan untuk pembelajaran semester genap di awal tahun 2021, beberapa hari yang lalu seperti diwartakan diberbagai media massa jika Mendikbud Nadiem Makarim sebelumnya mengatakan prioritas utama dalam menetapkan kebijakan pembelajaran di masa pandemi Covid-19 adalah kesehatan dan keselamatan peserta didik, pendidik, tenaga kependidikan, keluarga serta masyarakat.
Kebijakan untuk pembelajaran tatap muka di satuan pendidikan yang memenuhi kesiapan dilakukan secara bertahap. Diawali dengan masa transisi selama dua bulan, jika aman, dilanjutkan dengan masa kebiasaan baru. Pada Masa transisi kantin dan kegiatan olah raga serta ekstra kulikuler tidak diperbolehkan. Sementara sejumlah daerah yang berstatus zona kuning, oranye dan merah dilarang untuk melakukan pembelajaran tatap muka dan tetap melanjutkan Belajar dari Rumah (BDR).
ADVERTISEMENT
Di massa pandemi ini, inovasi menjadi sangat dibutuhkan dalam berbagai sektor kehidupan, tak terkecuali pendidikan. Sebagaimana diketahui bersama, untuk mencegah penyebaran Covid-19, sekolah hingga universitas mengubah proses pembelajaran tatap muka menjadi pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau remote learning.
Siswa dengan sendirinya bisa belajar secara daring dengan pendampingan guru, sementara orangtua bisa membantu memonitor perkembangan belajar anak. Kebijakan belajar dari rumah (Pembelajaran Jarak Jauh) diberlakukan pada Maret 2020 masih memunculkan ragam masalah seputar pendidikan. Harus diakui proses pembelajaran di masa pandemi, adaptasi dan inovasi pun tidak bisa berjalan mulus seperti yang diharapkan karena masih terdapat kendala mulai dari siswa, guru maupun orangtua yang gagap teknologi sampai dengan kesenjangan akses internet dan terbatasnya media belajar.
ADVERTISEMENT
Maka sebagai bagian solusi dalam mengatasi berbagai masalah yang terjadi, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) meluncurkan inovasi dan memberikan bermacam perbaikan sistem pembelajaran, di antaranya, kebijakan penggunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan penayangan program Belajar dari Rumah yang disiarkan di TVRI bagi guru-murid dengan keterbatasan internet.
Sistem PJJ atau remote learning telah membawa hikmah saat dan nanti ketika pandemi berakhir, salah satu hal yang menjadi kebiasaan baru masyarakat adalah kemampuan untuk bisa beraktivitas di mana saja. Bagaimana mulai saat ini orang-orang akan terbiasa dengan digitalisasi dan dipaksa untuk bisa beradaptasi dan berinovasi dalam pendidikan.
Dari literatur definisi inovasi adalah suatu ide, barang, kejadian, atau metode yang dirasakan atau diamati sebagai suatu hal yang baru bagi seseorang atau sekelompok orang, baik itu berupa hasil diskoveri maupun invensi. Mengutip Zaltman, Duncan, dalam M.Kristiawan, dkk :2018, sebuah inovasi adalah ide, praktik, atau artefak yang dianggap baru oleh unit yang relevan. Inovasi adalah perubahan obyek. Perubahan adalah bagian dari bentuk tanggapan terhadap situasi. Dalam suatu situasi memerlukan proses kreatif untuk menghasilkan sebuah penemuan. Namun, tidak semua hal pembaharuan itu disebut inovasi, karena tidak semua kelompok individu baik kelompok formal maupun informal menganggap suatu hal tersebut merng tupakan hal yang baru.
ADVERTISEMENT
Inovasi pendidikan merupakan hal yang amat penting untuk kelangsungan pendidikan, sehingga menghasilkan impact yang diinginkan, dan diterimanya suatu inovasi sebagai tanda adanya modernisasi.
M.Kristiawan, dkk (2018) mengatakan bahwa inovasi dan modernisasi merupakan perubahan sosial, di mana perubahan sosial adalah perubahan yang terjadi dalam lembaga masyarakat yang berhubungan dengan nilai, sikap, sosial dan pola perilaku yang dipengaruhi oleh kebudayaan baik secara material maupun immaterial. Ada 3 tipe perubahan sosial yaitu perubahan lambat dan cepat; perubahan yang pengaruhnya kecil dan besar;perubahan yang dikehendaki dan perubahan yang tidak dikehendaki.
Perubahan sosial akan menghasilkan inovasi yang dibagi menjadi discovery dan invensi. Berbagai inovasi dapat berakibat pada modernisasi, dimana modernisasi dipahami sebagai proses perubahan dari pola hidup yang lama kepola hidup yang baru, biasanya dipengaruhi oleh dunia barat yang dikenal dengan dunia modern.
ADVERTISEMENT
Pola kombinasi pembelajaran tatap muka dan jarak jauh ini bisa dinilai memiliki potensi luar biasa untuk memajukan pendidikan nasional. Dimana sekolah perlu terus membuka diri pada perubahan, guru harus mampu beradaptasi dengan kebaruan dan para orantua pun mampu bersinergi untuk mengoptimalkan pembelajaran melalui penggunaan teknologi.
Covid-19 membuat semua orang harus keluar dari zona nyaman (comfort zone), keluarnya semua orang dari zona nyaman masing-masing bakal melatih karakter adaptif, inovatif, dan kreatif komunitas pendidikan dan Kemampuan beradaptasi itu akan muncul beriringan dengan daya inovasi (Renald Khasali;2020).
Pandemi, Inovasi dan Modernisasi Pendidikan (5929)
PJJ dalam Inovasi Pendidikan, Foto Shutterstock
Namun, “secanggih apa pun teknologi, sebesar apa pun inovasi pendidikan, peran guru sebagai pendidik tak akan tergantikan. Konsepnya bukan untuk menggantikan guru, tetapi teknologi itu untuk memperkuat potensi guru.
Tuntutannya seorang guru atau pendidik adalah harus memiliki atau dapat melakukan suatu perubahan atau inovasi dalam pembelajaran. Dalam proses pembelajaran, guru harus dapat membuat inovasi dalam pembelajaran, karena setiap peserta didik memiliki keunikan masing-masing sehingga pendidik diminta untuk dapat memenuhi kebutuhan peserta didik dalam memdapat pembelajaran. Sebagaimana pendapat M.Kristiawan, dkk (2018) bahwa inovasi pembelajaran adalah suatu penemuan terbaru dalam proses interaksi antara pendidik dengan peserta didik sehingga tercapai suasana yang menyenangkan dan penyaluran ilmu berjalan secara optimal serta menciptakan perubahan perilaku ke arah yang positif.
ADVERTISEMENT
oleh :
Asep Totoh - Dosen Ma'soem University, Kepala HRD Yayasan Pendidikan Bakti Nusantara 666