Konten dari Pengguna

Inovasi Teknologi: Penerapan Paddy Mower pada Kelompok Tani di Desa Bugel

Asep Yusuf

Asep Yusuf

Dosen Teknik Pertanian dan Biosistem, Universitas Padajadjaran

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Asep Yusuf tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Oleh: Asep Yusuf, Naufal Rauf Ibrahim, Chay Asdak, Wahyu K. Sugandi. dan M. Achirul Nanda- Departemen Teknik Pertanian dan Biosistem, Universitas Padjadjaran

Kemajuan teknologi di sektor pertanian terus membuka peluang baru bagi petani untuk meningkatkan efisiensi dan hasil kerja mereka. Di tengah tantangan global seperti perubahan iklim, kelangkaan tenaga kerja, dan tuntutan produktivitas yang semakin tinggi, adopsi teknologi menjadi langkah penting untuk keberlanjutan sektor pertanian. Salah satu inovasi yang kini mulai diperkenalkan kepada petani adalah paddy mower, yaitu alat pemotong padi semi-mekanis yang dirancang untuk mempermudah dan mempercepat proses panen. Desa Bugel, Kecamatan Tomo, Kabupaten Sumedang, menjadi salah satu desa yang mendapatkan kesempatan untuk mengenal dan mencoba langsung teknologi ini melalui kegiatan workshop bertajuk Penerapan Teknologi Paddy Mower dalam Pemanenan Padi. Workshop ini merupakan bagian dari program Pengabdian kepada Masyarakat (PPM) Unpad Bermanfaat, yang diselenggarakan secara terpadu oleh dosen dan mahasiswa Universitas Padjadjaran. Kegiatan ini mengintegrasikan PPM Dosen dengan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Mahasiswa Integratif, sebagai bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam mendampingi masyarakat melalui solusi berbasis teknologi tepat guna. Kegiatan diawali oleh sambuatan dari Aparat Pemerintaah Desa Bugel dan Pemaparan materi oleh Narasumber (Gambar 1)

Gambar 1. Pembukaan dan pemaparan materi di ruang serba guna Balai Desa Bugel (Sumber: Dokumentasi pribadi)

Kegiatan dilaksanakan dalam dua sesi, yaitu: sesi teori di ruang serba guna Balai Desa Bugel dan sesi praktik di lahan sawah milik salah satu petani yang sudah siap panen. Peserta kegiatan berasal dari perwakilan dari enam Kelompok Tani yang ada di Desa Bugel, yang secara aktif terlibat dalam diskusi maupun praktik lapangan. Para peserta yang merupakan perwakilan dari enam kelompok tani di Desa Bugel, dengan antusias menyimak penjelasan. Dengan gaya pemaparan yang komunikatif dari tim dosen dan mahasiswa, para petani diajak memahami bagaimana alat ini dapat memangkas waktu dan tenaga dalam proses pemanenan padi, terutama di tengah tantangan kekurangan tenaga kerja. Para peserta mecoba merakit dan menyalakan paddy mower (Gambar 2).

Gambar 2. Praktik merakit dan menyalakan paddy mower (Sumber: Dokumentasi pribadi)

Setelah sesi di dalam ruangan, kegiatan dilanjutkan dengan praktik langsung di lahan sawah milik salah satu petani yang sudah memasuki masa panen. Di sinilah para peserta dapat melihat dan mencoba sendiri penggunaan paddy mower di lapangan. Dari mulai menyalakan mesin, mengarahkan pemotongan batang padi, hingga mengamati hasil potongan yang rapi dan efisien, para petani mendapatkan pengalaman langsung yang sangat berharga. Mahasiswa KKN turut mendampingi praktik ini, memberikan penjelasan teknis serta membantu peserta yang mencoba alat secara langsung (Gambar 3).

Gambar 3. Praktik di lahan sawah siap panen milik petani (Sumber: Dokumentasi pribadi)

Menurut Ketua Kelompok Tani Gunung Cariu, penggunaan paddy mower sangat potensial untuk mengatasi kelangkaan tenaga kerja di musim panen. Mesin ini bisa menjadi solusi, karena hemat waktu dan mudah dioperasikan. Tak hanya mempercepat pekerjaan, penggunaan paddy mower juga dinilai lebih hemat biaya dalam jangka panjang. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang edukasi, tetapi juga membangun semangat kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat. Melalui PPM Unpad Bermanfaat, dosen dan mahasiswa hadir membawa gagasan sekaligus pendampingan teknologi yang aplikatif. Pemerintah Desa dan BPD menyambut baik kegiatan ini dan berharap kegiatan serupa dapat berlanjut di masa mendatang.