Perawatan Mesin Pencacah Jerami: Kunci Mesin Berkinerja Optimal dan Aman

Dosen Teknik Pertanian dan Biosistem, Universitas Padajadjaran
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Asep Yusuf tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Oleh: Asep Yusuf dan Wahyu K. Sugandi – Departemen Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Industri Pertanian, Universitas Padjadjaran
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan oleh Tim Universitas Padjadjaran melalui program bertajuk “Pemberdayaan Kelompok Tani dan Ternak Melalui Inovasi Pascapanen Padi dan Pemanfaatan Limbah Jerami di Desa Bumiwangi, Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung” menjadi langkah nyata dalam menjawab tantangan pengelolaan limbah pertanian. Salah satu fokus utama kegiatan ini yaitu pemanfaatan jerami padi yang selama ini kurang optimal, bahkan seringnya dibakar sehingga berdampak negatif terhadap lingkungan. Melalui pendekatan teknologi tepat guna, tim memperkenalkan mesin pencacah jerami sebagai solusi praktis untuk meningkatkan nilai guna limbah tersebut (Gambar 1)
Materi pengoperasian mesin pencacah jerami menjadi bagian penting dalam kegiatan pelatihan kepada kelompok tani dan ternak setempat. Peserta diberikan pemahaman mengenai prinsip kerja mesin, mulai dari sistem penggerak, mekanisme pemotongan, hingga alur masuk dan keluarnya bahan. Pengoperasian mesin diajarkan secara langsung di lapangan, mencakup prosedur persiapan, penggunaan yang aman, serta teknik memasukkan jerami agar hasil cacahan optimal. Dengan metode praktik langsung, petani menjadi lebih yakin dan percaya diri dalam mengoperasikan mesin secara mandiri (Gambar 2).
Selain pengoperasian, aspek perawatan mesin juga menjadi perhatian utama dalam materi pelatihan. Tim pengabdian menekankan pentingnya perawatan rutin untuk menjaga performa dan umur pakai mesin. Beberapa poin yang disampaikan meliputi pemeriksaan mesin sebelum digunakan, seperti: pengecekan baut pengikat, bahan bakar, oli mesin, kondisi pisau pencacah, pelumasan bantalan (bearing), pengecekan kekencangan sabuk (V-belt), serta kebersihan mesin setelah digunakan. Perawatan yang baik tidak hanya mencegah kerusakan, tetapi juga memastikan hasil cacahan tetap seragam dan efisien dalam jangka panjang (Gambar 3).
Implementasi teknologi mesin pencacah jerami ini memberikan dampak positif bagi kelompok tani dan ternak di Desa Bumiwangi. Jerami yang telah dicacah dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak alternatif, bahan kompos, maupun media tanam, sehingga meningkatkan nilai ekonomi dari limbah pertanian. Selain itu, penggunaan mesin ini juga membantu mengurangi praktik pembakaran jerami, yang berkontribusi terhadap pelestarian lingkungan dan pengurangan emisi.
Secara keseluruhan, kegiatan pengabdian ini tidak hanya berfokus pada transfer teknologi, tetapi juga pada peningkatan kapasitas dan kemandirian masyarakat. Dengan penguasaan keterampilan pengoperasian dan perawatan mesin pencacah jerami, kelompok tani dan ternak diharapkan mampu mengelola sumber daya lokal secara lebih produktif dan berkelanjutan. Program ini menjadi contoh sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam mendorong inovasi berbasis kebutuhan lapangan.
