Edukasi Bahaya DBD, Tim KKN BBK 6 Unair Ajak Murid MI Nurul Huda Membuat Ovitrap

Mahasiswa Sosiologi, Universitas Airlangga
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Ashadiatullah Syahwalani tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Belajar Bersama Komunitas (BBK) 6 Unair melakukan edukasi pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD) melalui program GENIUS (Gerakan Berantas Rumah Isi Nyamuk) di MI Nurul Huda Sambisari, Kelurahan Lontar, Surabaya. Kegiatan ini menyasar murid kelas 5 sebagai upaya pencegahan dini terhadap DBD di daerah yang terindikasi rawan penyakit tersebut.
Berdasarkan hasil koordinasi tim BBK 6 Unair dengan Puskesmas Lontar, wilayah Sambisari khususnya RW 003 tercatat sebagai salah satu zona merah DBD. Kondisi ini kemudian mendorong pelaksanaan program GENIUS sebagai bentuk penguatan edukasi berbasis komunitas, khususnya pada anak-anak sekolah dasar.
Pelaksanaan kegiatan GENIUS ini terdiri dari dua rangkaian kegiatan. Pertama, kegiatan diisi dengan edukasi seputar bahaya DBD dan pentingnya gerakan 3M Plus (menguras, menutup, dan mendaur ulang) sebagai bentuk pencegahan dan pemberantasan nyamuk penyebab demam berdarah. Para murid juga diajak mengenal siklus hidup nyamuk, memahami media perkembangbiakannya, hingga dampak serius jika lingkungan dibiarkan tidak bersih. Edukasi disampaikan secara interaktif oleh tim BBK 6 Unair agar mudah dicerna oleh anak-anak.
Pada tahap selanjutnya, setelah penyampaian edukasi, para murid diajak untuk melakukan praktik pembuatan ovitrap sebagai alternatif perangkap nyamuk ramah lingkungan. Alat dan bahan pembuatan ovitrap ini dibuat dari botol bekas, plastik kresek hitam, air, gula, dan ragi, yang semua bahanya tergolong sederhana yang mudah didapat. Aktivitas ini dirancang menyenangkan, sekaligus menanamkan nilai kreativitas dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.
Setelah selesai dibuat oleh para murid, ovitrap kemudian ditempatkan di sejumlah titik tersembunyi di area sekolah, seperti pojok kelas, bawah tangga, dekat kamar mandi, dan tumpukkan barang-barang yang berpotensi menjadi sarang nyamuk. Penempatan ini dilakukan dengan harapan dapat mengurangi jumlah gigitan nyamuk di lingkungan sekolah, sekaligus menjadi langkah nyata pencegahan penyebaran DBD di ruang belajar.
Melalui program GENIUS, Mahasiswa KKN BBK 6 Unair berharap siswa MI Nurul Huda bisa menjadi agen kecil perubahan dengan menularkan kebiasaan bersih dan sehat ke rumah dan lingkungannya. Edukasi pencegahan DBD seperti ini diharapkan bisa menjadi model yang berkelanjutan di zona rawan lainnya. Kegiatan ini dilaksanakan oleh tim KKN BBK 6 Unair yang terdiri dari Gavin Agza, Adinda Safitri, Dessy Fatin, Ashadiatullah S., Ronald Silvester, Dyandra Fayzanadifa, Viky Dwi T., Devita Ika S., dan Renata Desiana H.
