Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2025 © PT Dynamo Media Network
Version 1.100.8
Konten dari Pengguna
Ingin Sukses Jual-Beli Online di Era Digital? Simak Tips Menariknya!
10 Desember 2022 20:08 WIB
Diperbarui 22 Desember 2022 21:18 WIB
Tulisan dari Ashadiva Dinanti Puteri tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

ADVERTISEMENT
Halo, guys! Tahukah kamu? Bahwa berkembangnya teknologi digital di Indonesia menghasilkan berbagai macam produk yang memiliki banyak manfaat. Salah satunya adalah aplikasi belanja online yang memberikan kemudahan dalam transaksi jual beli dan dapat diakses dengan mudah, sehingga memberi dampak yang besar bagi perkembangan ekonomi di Indonesia. Bahkan beberapa masyarakat hilang ketertarikan untuk pergi ke mall atau pusat perbelanjaan lainnya. Jadi, apakah kamu termasuk pengguna aplikasi belanja online? Sebagai seorang pembeli atau penjual?
ADVERTISEMENT
Menurut Nielsen IQ, semenjak pandemi Covid-19 konsumen belanja online meningkat sebanyak 88 persen pada tahun 2021. Penyebabnya adalah 32 persen peningkatan pengguna internet di Indonesia. Pembatasan mobilitas yang menjadi kebijakan pemerintah untuk menghindari penyebab Covid-19 mengakibatkan bertambahnya konsumen jual beli online (Uli, 2021).
Jual beli online adalah transaksi jual beli yang menggunakan internet dan sangat mudah diakses karena terdapat beragam aplikasi penyedia seperti Tokopedia, Shopee, Blibli, Lazada, dan situs jual beli online lainnya (Putra, 2019). Kamu bisa dengan mudah mengakses aplikasi jual beli dan melakukan kegiatan perekonomian di sana. Namun, kemudahan belanja online tidak selalu memberikan dampak positif, tapi juga memberikan beberapa dampak negatif.
Dalam sebuah aplikasi jual beli, setelah kamu melakukan pembelian, kamu dapat memberikan ulasan tentang produk tersebut. Ulasan produk ditampilkan dan dapat terlihat secara bebas. Maka dari itu, sebelum melakukan pembelian kamu harus mempertimbangkan produk dengan melihat ulasannya dan dari ulasan inilah beberapa dampak negatif belanja online bisa terlihat.
ADVERTISEMENT
Kekurangan proses jual beli online yaitu barang yang dibeli tidak bisa dicoba secara langsung dan hanya terlihat dari ukuran yang ditampilkan oleh penjual. Hal ini mempermudah pembeli untuk menyesuaikan ukuran. Namun, sering kali ukuran tidak sesuai harapan (Maulana, 2020).
Pernah gak sih, kamu mengalami penipuan saat belanja online? Kadang, sulit untuk membedakan mana toko yang menjual produk asli dan produk yang palsu. Misalnya, pada merek perawatan wajah yang tidak orisinal. Penipuan ini biasanya membuat pembeli kecewa sehingga memberikan ulasan buruk atau mengajukan pengembalian pemesanan.
Bukan cuma itu, penjual yang curang sering kali tidak merespon ulasan buruk yang diberikan, dan membiarkan konsumen mendapatkan barang tidak sesuai. Hal ini selalu ditemui dalam insiden belanja online, kekurangan ini tentunya diakibatkan karena interaksi pembeli dan penjual secara tidak langsung.
ADVERTISEMENT
Ada beberapa tips yang bisa kamu lakukan sebelum membeli sesuatu di toko online, Berikut caranya!
Tips Melakukan Pembelian di Aplikasi Online
1. Periksa Keaktifan Toko
Toko yang sudah lama tidak aktif sebaiknya dihindari agar tidak terjadi penipuan. Lebih aman jika kamu berbelanja di toko yang aktif dalam waktu kurang dari 24 jam.
2. Cek Harga
Jika kamu melihat produk bermerek memiliki harga murah jangan langsung melakukan pembelian, sebab bisa saja produk tersebut tidak orisinal. Bandingkan terlebih dahulu dengan harga di toko lain, lalu kualitas serta ulasan yang diterima toko. Setelah melakukan pembelian, simpan bukti pembayaran untuk berjaga-jaga jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.
3. Pastikan Kualitas Produk
Sering kali produk memiliki kualitas rendah seperti mudah rusak dan tidak berfungsi dengan baik. Sangat disayangkan jika kamu melakukan pembelian di toko online dengan harga yang mahal, tapi kualitasnya tidak sesuai. Maka dari itu, sebelum melakukan pembelian kamu harus melihat ulasan produk terlebih dahulu dengan teliti dan cermat. Ulasan produk akan sangat membantu kamu untuk mengetahui kualitas produk tersebut.
ADVERTISEMENT
4. Sesuaikan Ongkos Kirim
Salah satu kekurangan dari belanja online lainnya adalah jika kamu tinggal di kota yang jauh dari pusat jual beli, kamu harus menanggung ongkos kirim yang tinggi. Dengan ongkos kirim yang mahal tidak menjamin bahwa produk memiliki kualitas yang bagus, hal ini bisa saja menyebabkan pembeli kecewa. Jika ingin membeli produk dengan ongkos kirim yang tinggi, kamu bisa menunggu voucher gratis ongkos kirim. Atau akan lebih baik mencari produk tersebut secara langsung di toko terdekat karena sudah terjamin kualitasnya. Kalau produk tetap tidak ditemukan, barulah lakukan pembelian di toko online.
Itulah sekiranya hal-hal yang bisa kamu praktikkan sebelum membeli barang secara online! Selanjutnya, mari kita bahas bagaimana cara berjualan di aplikasi online dengan baik dan benar.
ADVERTISEMENT
Tips Berjualan di Aplikasi Online
Jika kamu seorang penjual atau baru ingin membuka usaha, perlu ketahui bahwa menjual produk di toko online tidaklah mudah. Meskipun menjual produk di sebuah marketplace sangat mudah dan mengeluarkan modal yang sedikit, kamu harus memiliki cara untuk menarik pembeli.
1. Berikan inovasi baru
Terkadang ada suatu produk yang cukup bagus dalam segi kualitas, namun tetap mempertahankan konsep awal yang biasa saja tanpa melakukan inovasi sehingga kurang menarik. Kamu harus bisa berinovasi baru pada produk jualanmu agar berbeda dengan yang lain.
2. Promosikan Jualan di Sosial Media
Jika kamu ingin produk jualan akan diminati banyak orang, kamu harus melakukan promosi yang menarik. Sosial media merupakan salah satu cara untuk mempromosikan barang jualan yang paling ampuh saat ini. Banyak sekali penjual yang telah memposting produk mereka di platform digital ramai pengguna seperti Tiktok, Instagram, Twitter, dan lainnya yang berhasil menarik perhatian masyarakat dengan konten jualan yang disajikan, sehingga orang-orang tertarik untuk membeli produk tersebut. Terbukti dengan pasar yang sudah terbentuk dalam ranah media sosial, cukup banyak influencer yang menjadi penopang adanya lalu lintas pasar dan berhasil melahirkan area jual-beli.
ADVERTISEMENT
3. Berikan Harga yang Sesuai
Berikan harga produk yang sesuai dan tetap memberikan keuntungan. Produk dapat menyesuaikan harga pasar dengan mempertimbangkan pengeluaran pada bahan baku dan jasa yang kamu keluarkan, kemudian sesuaikan dengan harga yang ada di pasaran.
4. Gunakan Aplikasi Jual Beli yang Banyak Digunakan
Agar konsumen dapat menemukan produk kamu dengan mudah, gunakan aplikasi ramai pengguna seperti Shopee dan Tokopedia. Buatlah konten video atau foto produk lebih sering di berbagai sosial media.
Itulah beberapa tips untuk kamu yang ingin memulai usaha jual beli online. Sangat disarankan untuk kamu sebagai pembeli, sebelum melakukan pembelian barang, pastikan sudah melakukan beberapa tips seperti melihat ulasan produk, mengecek harga, dan lain-lain. Lakukan supaya kamu terhindar dari beberapa kerugian yang sering terjadi dalam jual beli online seperti penipuan, barang tidak berkualitas, dan ongkos kirim yang mahal.
ADVERTISEMENT
Jika kamu seorang penjual atau baru ingin membuka usaha, kamu dapat membuka toko online dengan mudah tanpa mengeluarkan banyak modal. Sosial media dapat menjadi wadah untuk mempromosikan barang jualan kamu sekaligus media interaksi antara penjual dan pembeli sebelum terjadinya transaksi. Bijaklah dalam melakukan jual beli online agar kamu baik produsen maupun konsumen sama-sama meraih keuntungan. Selamat mencoba!
Daftar Referensi
Maulana, S. (2020) Kelebihan dan Kekurangan dari Belanja Online yang Wajib Kamu Ketahui https://benefits.bankmandiri.co.id/article/kelebihan-dan-kekurangan-dari-belanja-online-yang-wajib-kamu-ketahui
Putra, M. (2019). Jual Beli Online Berbasis Media Sosial Dalam Perspektif Ekonomi Islam. Iltizam Journal of Shariah Economic Research, 3(1), 83-103.
Uli. (2022) Konsumen Belanja Online RI Melonjak 88 Persen pada 2021 CNN Indonesia https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20211229141536-92-740093/konsumen-belanja-online-ri-melonjak-88-persen-pada-2021