Menilai Sunmori: Apakah Ini Tren Positif atau Bahaya di Jalan Raya?

Mahasiswa Fakultas Ilmu sosial dan Ilmu politik Program studi Ilmu Komunikasi Universitas Pancasakti Tegal
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Ashirothu Afa Waashila tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sunmori atau Sunday Morning Ride telah menjadi tren populer di kalangan komunitas pengendara sepeda motor. Kegiatan ini biasanya melibatkan perjalanan bersama pada pagi hari Minggu, sering kali menuju lokasi tertentu, seperti tempat wisata, kafe, atau sekadar menikmati suasana jalanan yang relatif lengang.
apakah fenomena ini memberikan dampak positif atau justru membawa risiko di jalan raya?
Aspek Positif Sunmori
1. Meningkatkan Solidaritas Komunitas
Sunmori mempererat hubungan antaranggota komunitas pengendara. Kegiatan ini menjadi wadah untuk berbagi pengalaman, meningkatkan rasa kebersamaan, dan mendukung aktivitas positif di kalangan pecinta otomotif.
2. Memanfaatkan Waktu Luang dengan Kegiatan Sehat
Berkendara di pagi hari menawarkan pengalaman menyegarkan. Udara pagi yang bersih, suasana santai, dan kesempatan menjelajahi tempat baru menjadikan Sunmori sebagai cara produktif mengisi waktu libur.
3. Potensi Promosi Keselamatan Berkendara
Banyak komunitas yang menjadikan Sunmori sebagai sarana edukasi keselamatan berkendara, seperti penggunaan perlengkapan keselamatan, mematuhi rambu lalu lintas, dan mengutamakan etika di jalan.
Potensi Bahaya Sunmori
1. Perilaku Berkendara yang Berisiko
Dalam beberapa kasus, Sunmori menjadi ajang unjuk kebolehan, seperti ngebut, zig-zag, atau aksi tidak bertanggung jawab lainnya. Hal ini tidak hanya membahayakan peserta Sunmori, tetapi juga pengguna jalan lainnya.
2. Mengganggu Ketertiban Lalu Lintas
Konvoi besar sering kali memakan jalur kendaraan lain, memicu kemacetan, atau menimbulkan keluhan dari masyarakat. Sikap arogan beberapa peserta bisa mencoreng citra positif kegiatan ini.
3. Minimnya Kesadaran Hukum
Ada peserta yang mengabaikan aturan, seperti tidak membawa surat-surat lengkap, memodifikasi kendaraan secara ilegal, atau tidak menggunakan perlengkapan keselamatan yang memadai. Hal ini berisiko terhadap keselamatan mereka sendiri.
Kesimpulan
Sunmori memiliki potensi untuk menjadi tren yang positif apabila dilakukan dengan bijak dan penuh tanggung jawab. Komunitas pengendara dapat berperan besar dalam memastikan kegiatan ini berjalan sesuai aturan, mengutamakan keselamatan, dan tidak mengganggu ketertiban umum.
Namun, tanpa pengawasan dan disiplin, Sunmori bisa menjadi ancaman nyata di jalan raya. Oleh karena itu, semua pihak—dari peserta, komunitas, hingga pihak berwenang—perlu berkolaborasi untuk menciptakan budaya berkendara yang aman, nyaman, dan saling menghormati. Dengan demikian, Sunmori bisa menjadi lebih dari sekadar tren, tetapi juga simbol kebersamaan dan keselamatan di jalan.
