Ilmuan Temukan Protein yang Mempengaruhi Pemulihan Fungsi Otak

Dosen Departemen Biologi, FMIPA, Universitas Andalas
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Ashrifurrahman tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Penurunan fungsi otak yang menyebabkan penurunan kemampuan kognitif seiring bertambahnya usia merupakan suatu hal yang wajar. Hal ini terjadi bukan semata-mata adanya kematian dari sel otak, melainkan karena menurunnya fungsi sinapsis (hubungan antar-neuron). Selain itu walaupun sudah banyak faktor neuronal yang diketahui berubah seiring bertambahnya usia, hanya sedikit yang terbukti secara langsung menjadi penyebab utama penurunan kemampuan kognitif.
Menariknya, penelitian terbaru dari Department of Anatomy, University of California, San Francisco (UCSF) menemukan salah satu kunci penting dalam proses menurunnya fungsi kognitif. Mereka mengidentifikasi ferritin light chain 1 (FTL1), sebuah protein yang berkaitan dengan metabolisme zat besi, sebagai faktor penuaan di sel saraf (neuron) yang berkontribusi terhadap penurunan fungsi kognitif.
Ramesal dan tim penelitinya menemukan bahwa pada otak tikus tua, kadar FTL1 meningkat di hippocampus yang merupakan bagian otak yang mengatur belajar dan memori, peningkatan ini berjalan seiring dengan penurunan kemampuan kognitif. Lebih mengejutkan lagi, ketika kadar FTL1 ditingkatkan secara artifisial pada tikus muda, otak mereka menunjukkan ciri khas “penuaan dini”: perubahan metabolisme zat besi, gangguan sinapsis, dan penurunan fungsi otak. Sebaliknya, ketika FTL1 dikurangi pada tikus tua, fungsi sinapsis dan kemampuan berpikir mereka kembali membaik.
Analisis RNA menguatkan temuan ini, dengan menunjukkan bahwa FTL1 memengaruhi jalur metabolisme sel, termasuk produksi energi (ATP). Menariknya, suplementasi NADH, senyawa yang berperan penting dalam metabolisme energi, terbukti mampu meredam dampak negatif FTL1 pada fungsi otak.
Penemuan ini membuka peluang baru: bukan tidak mungkin di masa depan, penurunan kognitif akibat penuaan bisa diperlambat—bahkan dibalikkan—dengan menargetkan faktor-faktor seperti FTL1.
Referensi:
Targeting iron-associated protein Ftl1 in the brain of old mice improves age-related cognitive impairment” by Laura Remesal, Juliana Sucharov-Costa, Yuting Wu, Karishma J. B. Pratt, Gregor Bieri, Amber Philp, Mason Phan, Turan Aghayev, Charles W. White III, Elizabeth G. Wheatley, Bende Zou, Brandon R. Desousa, Julien Couthouis, Isha H. Jian, Xinmin S. Xie, Yi Lu, Jason C. Maynard, Alma L. Burlingame and Saul A. Villeda, 19 August 2025, Nature Aging.
DOI: 10.1038/s43587-025-00940-z
